14 Cara Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun yang Realistis
Menabung Rp10 juta dalam satu tahun mungkin terdengar sulit, terutama jika penghasilan dan kebutuhan bulanan cukup banyak. Namun, target tersebut sebenarnya bisa dicapai jika kamu memiliki perencanaan yang jelas dan konsisten menjalankannya.
Kuncinya bukan hanya mengurangi pengeluaran, tetapi juga menentukan target yang realistis, memisahkan uang tabungan dari uang belanja, dan mencari cara untuk menambah pemasukan jika diperlukan.
Lalu, bagaimana cara menabung 10 juta dalam 1 tahun? Kamu bisa mulai dengan membagi target besar menjadi target yang lebih kecil dan menerapkan beberapa strategi berikut.
Berapa Minimal Pendapatan untuk Bisa Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun?
Untuk menabung Rp10 juta dalam satu tahun, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp834 ribu setiap bulan. Jika menggunakan patokan 20% pendapatan untuk tabungan, maka perhitungannya sebagai berikut :
Rp834.000 ÷ 20% = sekitar Rp4,17 juta per bulan
Kamu membutuhkan penghasilan sekitar Rp4,17 juta per bulan. Namun, angka ini hanya gambaran karena kemampuan menabung setiap orang dipengaruhi oleh kebutuhan, cicilan, biaya tempat tinggal, dan pengeluaran rutin lainnya.
Jika pendapatanmu belum memungkinkan untuk menyisihkan Rp834 ribu dari gaji, kamu dapat mengombinasikan tabungan dengan pemasukan tambahan. Misalnya, menyisihkan Rp500 ribu dari penghasilan utama dan memenuhi kekurangan Rp334 ribu dari freelance, bonus, atau sumber pemasukan lainnya.
Berapa Minimal Pendapatan untuk Bisa Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun?
Untuk menabung Rp10 juta dalam satu tahun, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp834 ribu setiap bulan. Jika menggunakan patokan 20% pendapatan untuk tabungan, maka perhitungannya sebagai berikut :
Rp834.000 ÷ 20% = sekitar Rp4,17 juta per bulan
Kamu membutuhkan penghasilan sekitar Rp4,17 juta per bulan. Namun, angka ini hanya gambaran karena kemampuan menabung setiap orang dipengaruhi oleh kebutuhan, cicilan, biaya tempat tinggal, dan pengeluaran rutin lainnya.
| Porsi Pendapatan untuk Ditabung | Perkiraan Pendapatan Bulanan |
| 10% | Rp8,34 juta |
| 15% | Rp5,56 juta |
| 20% | Rp4,17 juta |
| 25% | Rp3,34 juta |
| 30% | Rp2,78 juta |
Jika pendapatanmu belum memungkinkan untuk menyisihkan Rp834 ribu dari gaji, kamu dapat mengombinasikan tabungan dengan pemasukan tambahan. Misalnya, menyisihkan Rp500 ribu dari penghasilan utama dan memenuhi kekurangan Rp334 ribu dari freelance, bonus, atau sumber pemasukan lainnya.
Berapa Uang yang Harus Ditabung untuk Mengumpulkan Rp10 Juta?
Sebelum mulai, kamu perlu mengetahui berapa nominal yang harus disisihkan secara rutin.
Jika targetnya Rp10 juta dalam 12 bulan, perhitungannya adalah:
Rp10.000.000 ÷ 12 bulan = sekitar Rp833.333 per bulan.
Artinya, kamu perlu menabung sekitar Rp834 ribu setiap bulan untuk mencapai Rp10 juta dalam satu tahun.
Jika lebih nyaman menggunakan target mingguan, kamu dapat menyisihkan sekitar Rp192 ribu per minggu. Sementara itu, jika ingin menabung setiap hari, targetnya sekitar Rp27.400 per hari.
Kamu tidak harus menggunakan satu metode saja. Pilih frekuensi yang paling sesuai dengan pola pemasukanmu.
Contoh Target Menabung Rp10 Juta dalam 1 Tahun
| Bulan | Target Tabungan | Total Tabungan |
| Januari | Rp834.000 | Rp834.000 |
| Februari | Rp834.000 | Rp1.668.000 |
| Maret | Rp834.000 | Rp2.502.000 |
| April | Rp834.000 | Rp3.336.000 |
| Mei | Rp834.000 | Rp4.170.000 |
| Juni | Rp834.000 | Rp5.004.000 |
| Juli | Rp834.000 | Rp5.838.000 |
| Agustus | Rp834.000 | Rp6.672.000 |
| September | Rp834.000 | Rp7.506.000 |
| Oktober | Rp834.000 | Rp8.340.000 |
| November | Rp834.000 | Rp9.174.000 |
| Desember | Rp826.000 | Rp10.000.000 |
Nominal pada tabel dapat kamu sesuaikan dengan kondisi keuangan. Misalnya, kamu bisa menabung Rp800 ribu pada bulan tertentu dan menggantinya dengan nominal lebih besar ketika mendapatkan bonus atau pemasukan tambahan.
14 Cara Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun
Berikut beberapa cara yang dapat membantu kamu mencapai target tabungan Rp10 juta.
1. Tentukan target yang spesifik
Jangan hanya mengatakan ingin lebih rajin menabung. Tentukan nominal dan batas waktunya.
Misalnya, targetmu adalah memiliki Rp10 juta pada Desember tahun ini. Dengan target yang jelas, kamu dapat menghitung kebutuhan tabungan setiap bulan dan mengevaluasi progres secara berkala.
2. Pecah target menjadi nominal bulanan
Target Rp10 juta mungkin terasa besar jika dilihat sekaligus. Karena itu, ubah menjadi target sekitar Rp834 ribu per bulan.
Kamu juga dapat membaginya lagi menjadi target mingguan atau harian. Cara ini membuat target terasa lebih mudah dikelola karena kamu hanya perlu fokus pada nominal yang harus disisihkan dalam periode tertentu.
3. Sisihkan uang di awal bulan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menabung dari sisa uang setelah semua kebutuhan terpenuhi.
Sebaliknya, prioritaskan tabungan ketika menerima penghasilan. Setelah menerima gaji, langsung pisahkan nominal yang sudah ditentukan sebelum menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lainnya.
4. Buat rekening khusus tabungan
Pisahkan rekening tabungan dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Rekening khusus dapat membantu mengurangi keinginan untuk menggunakan uang yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu. Kamu juga akan lebih mudah melihat perkembangan tabungan tanpa tercampur dengan transaksi lainnya.
5. Catat seluruh pengeluaran
Untuk mengetahui bagian mana yang bisa dikurangi, kamu perlu mengetahui ke mana uangmu pergi.
Catat pengeluaran seperti:
- Makan dan minum
- Transportasi
- Tagihan bulanan
- Belanja kebutuhan rumah
- Hiburan
- Belanja online
- Langganan aplikasi
- Pengeluaran kecil yang dilakukan secara rutin
Setelah satu bulan, evaluasi pengeluaran tersebut. Kamu mungkin menemukan beberapa biaya yang sebenarnya dapat dikurangi.
6. Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting
Kamu tidak harus menghilangkan semua bentuk hiburan untuk bisa menabung. Fokus pada pengeluaran yang memberikan dampak paling besar. Misalnya, mengurangi frekuensi makan di luar, membatasi belanja impulsif, atau mengevaluasi layanan berlangganan yang jarang digunakan.
Jika berhasil menghemat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu setiap bulan, jumlah tersebut dapat langsung dialihkan ke tabungan.
7. Gunakan metode budgeting yang sesuai
Kamu dapat menggunakan metode budgeting seperti 50/30/20 sebagai titik awal. Dalam metode tersebut, pendapatan dibagi untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan atau tujuan finansial.
Namun, pembagiannya tidak harus selalu sama. Jika target Rp10 juta menjadi prioritas, kamu dapat menyesuaikan alokasi sesuai kondisi penghasilan dan kebutuhan.
8. Manfaatkan pemasukan tambahan
Jika Rp834 ribu per bulan terasa terlalu besar, jangan hanya fokus mengurangi pengeluaran. Kamu juga dapat meningkatkan pemasukan.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Freelance sesuai keahlian
- Menjual barang yang sudah tidak digunakan
- Mengambil pekerjaan proyek
- Menjadi reseller
- Membuat produk digital
- Mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi
Tidak seluruh pemasukan tambahan harus digunakan untuk tabungan. Namun, mengalokasikan sebagian besar pemasukan tambahan untuk target Rp10 juta dapat mempercepat pencapaiannya.
9. Gunakan bonus untuk mempercepat target
Bonus, THR, komisi, atau pemasukan tidak rutin dapat menjadi kesempatan untuk menambah tabungan.
Misalnya, kamu sudah menabung Rp500 ribu per bulan tetapi mendapatkan bonus Rp2 juta. Jika seluruh bonus tersebut dialokasikan ke target tabungan, kebutuhan menabung pada bulan-bulan berikutnya menjadi lebih ringan.
10. Terapkan aturan 24 jam sebelum membeli
Untuk pembelian yang tidak mendesak, beri waktu setidaknya 24 jam sebelum melakukan transaksi.
Cara sederhana ini dapat membantu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sesaat. Jika setelah 24 jam kamu masih merasa barang tersebut memang dibutuhkan dan sudah sesuai anggaran, barulah pertimbangkan untuk membelinya.
11. Hindari mengambil tabungan untuk pengeluaran rutin
Tabungan untuk target Rp10 juta sebaiknya tidak digunakan untuk membayar kebutuhan bulanan. Jika uang tabungan sering diambil kembali, target akan semakin sulit tercapai. Karena itu, pastikan anggaran kebutuhan rutin dan tabungan dibuat secara terpisah.
Untuk tujuan finansial yang lebih besar, kamu juga perlu mempertimbangkan dana darurat agar tabungan tujuan tidak mudah terganggu ketika muncul pengeluaran tidak terduga.
12. Evaluasi progres setiap bulan
Jangan menunggu sampai akhir tahun untuk mengetahui apakah targetmu tercapai.
Setiap akhir bulan, periksa:
- Berapa jumlah yang sudah ditabung?
- Apakah sesuai target?
- Berapa kekurangan dari target?
- Apa penyebabnya?
- Apa yang bisa diperbaiki bulan berikutnya?
Jika satu bulan kamu hanya berhasil menabung Rp600 ribu, misalnya, kamu masih bisa mengejar kekurangan Rp234 ribu pada bulan berikutnya.
13. Buat tantangan menabung
Agar tidak terasa monoton, kamu bisa membuat tantangan menabung sendiri.
Misalnya, gunakan nominal yang berbeda setiap minggu sesuai kemampuan. Saat mendapatkan pemasukan tambahan, masukkan sebagian ke dalam tabungan. Kamu juga dapat membuat milestone seperti Rp2,5 juta, Rp5 juta, Rp7,5 juta, hingga Rp10 juta.
14. Jangan hanya menyimpan uang, pahami pilihan untuk mengembangkannya
Jika tujuanmu adalah mengumpulkan Rp10 juta dalam satu tahun, prioritas utamanya tetap memastikan target nominal tercapai. Jangan mengambil risiko investasi yang terlalu tinggi hanya demi mengejar tambahan keuntungan dalam waktu singkat.
Namun, untuk uang yang memang dialokasikan untuk tujuan jangka lebih panjang dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat, kamu dapat mulai mempelajari berbagai instrumen investasi.
Misalnya, kamu dapat mempelajari saham Amerika atau aset kripto sesuai profil risiko dan tujuan finansialmu. Reku menyediakan akses untuk investasi saham AS dan transaksi aset kripto dalam satu platform.
Untuk saham AS, Reku memungkinkan pengguna berinvestasi pada saham perusahaan Amerika secara pecahan, sehingga kamu tidak harus membeli satu lembar saham penuh. Sementara itu, untuk aset kripto, tersedia berbagai aset yang dapat dipelajari dan ditransaksikan sesuai strategi masing-masing.
Namun, penting untuk membedakan antara menabung dan berinvestasi. Nilai investasi dapat naik maupun turun, sehingga uang yang akan digunakan untuk kebutuhan jangka pendek sebaiknya tidak ditempatkan pada aset berisiko tinggi.
Tips agar Target Rp10 Juta Tidak Berhenti di Tengah Jalan
Menabung selama satu tahun membutuhkan konsistensi. Agar lebih mudah, kamu dapat menggunakan beberapa prinsip berikut:
- Tetapkan nominal otomatis setiap kali menerima penghasilan.
- Pisahkan rekening tabungan dari rekening transaksi.
- Catat pengeluaran secara rutin.
- Evaluasi anggaran setiap akhir bulan.
- Gunakan pemasukan tambahan untuk mengejar kekurangan.
- Hindari mengambil tabungan untuk kebutuhan konsumtif.
- Sesuaikan target jika kondisi keuangan berubah.
Jika penghasilanmu tidak tetap, kamu tidak harus memaksakan nominal yang sama setiap bulan. Kamu dapat menggunakan persentase dari penghasilan sebagai dasar, lalu mengejar target tahunan secara keseluruhan.
Misalnya, pada bulan dengan pemasukan lebih besar kamu menabung Rp1 juta sampai Rp1,2 juta. Pada bulan yang lebih sulit, kamu mungkin hanya bisa menabung Rp600 ribu. Selama total akhirnya tetap mencapai Rp10 juta, strategi tersebut tetap dapat digunakan.
Berapa Minimal Pendapatan untuk Bisa Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun?
Untuk menabung Rp10 juta dalam satu tahun, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp834 ribu setiap bulan. Jika menggunakan patokan 20% pendapatan untuk tabungan, maka kamu membutuhkan penghasilan sekitar Rp4,17 juta per bulan. Namun, angka ini hanya gambaran karena kemampuan menabung setiap orang dipengaruhi oleh kebutuhan, cicilan, biaya tempat tinggal, dan pengeluaran rutin lainnya.
| Porsi Pendapatan untuk Ditabung | Perkiraan Pendapatan Bulanan |
| 10% | Rp8,34 juta |
| 15% | Rp5,56 juta |
| 20% | Rp4,17 juta |
| 25% | Rp3,34 juta |
| 30% | Rp2,78 juta |
Jika pendapatanmu belum memungkinkan untuk menyisihkan Rp834 ribu dari gaji, kamu dapat mengombinasikan tabungan dengan pemasukan tambahan. Misalnya, menyisihkan Rp500 ribu dari penghasilan utama dan memenuhi kekurangan Rp334 ribu dari freelance, bonus, atau sumber pemasukan lainnya.
Investasi Apa yang Cocok untuk Menabung 10 Juta dalam 1 Tahun?
Jika targetnya adalah memiliki Rp10 juta dalam waktu satu tahun, prioritasnya sebaiknya bukan mengejar keuntungan investasi setinggi mungkin, tetapi memastikan dana tetap tersedia ketika dibutuhkan. Untuk tujuan jangka pendek, kamu dapat mempelajari beberapa instrumen berikut:
- Deposito, yang umumnya menawarkan tingkat risiko lebih rendah dibandingkan aset investasi yang berfluktuasi tinggi.
- Instrumen pasar uang, yang dapat menjadi pilihan untuk tujuan finansial dengan jangka waktu relatif pendek.
- Saham Amerika, yang dapat dipertimbangkan untuk tujuan investasi jangka panjang, tetapi memiliki risiko fluktuasi harga.
- Aset kripto, yang memiliki potensi keuntungan tetapi juga volatilitas dan risiko yang lebih tinggi.
Untuk tujuan finansial jangka panjang, kamu dapat mulai mempelajari berbagai instrumen investasi tersebut. Reku menyediakan akses untuk berinvestasi pada saham AS secara pecahan serta berbagai aset kripto dalam satu platform. Namun, sebaiknya pisahkan dana untuk target tabungan satu tahun dari dana investasi agar fluktuasi pasar tidak mengganggu target finansial yang sudah ditentukan.
