Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Deposito 1 Milyar Dapat Bunga Berapa? Ini Perhitungannya di 2026
Investasi
Share!

Deposito 1 Milyar Dapat Bunga Berapa? Ini Perhitungannya di 2026

10 October 2026
6 min read
Deposito 1 Milyar Dapat Bunga Berapa? Ini Perhitungannya di 2026

Deposito adalah salah satu pilihan untuk menyimpan uang sekaligus memperoleh keuntungan berupa bunga. Instrumen ini sering dipertimbangkan oleh orang yang memiliki dana cukup besar dan ingin mengelolanya dengan risiko yang relatif rendah. Namun, sebelum menempatkan uang dalam jumlah besar, penting untuk mengetahui berapa potensi keuntungan yang bisa diperoleh.

Lantas, deposito 1 milyar dapat bunga berapa dalam sebulan atau setahun? Jawabannya bergantung pada suku bunga yang ditawarkan bank, tenor deposito, serta pajak bunga yang berlaku. Selain itu, ada ketentuan mengenai tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang perlu kamu perhatikan agar simpanan tetap memenuhi persyaratan penjaminan.

Melalui artikel ini, kamu akan mengetahui simulasi perhitungan bunga deposito Rp1 miliar, faktor yang memengaruhi keuntungannya, hingga alternatif investasi yang bisa dipertimbangkan untuk mendiversifikasi aset.

Deposito 1 Milyar Dapat Bunga Berapa?

Untuk mengetahui potensi keuntungan deposito Rp1 miliar, kamu perlu melihat suku bunga tahunan yang ditawarkan bank. Sebagai gambaran, berikut simulasi bunga deposito dengan beberapa tingkat suku bunga yang berbeda.

Suku bunga per tahunBunga kotor per bulanBunga bersih per bulan*Bunga bersih per tahun*
2%Rp1.666.667Rp1.333.333Rp16.000.000
3%Rp2.500.000Rp2.000.000Rp24.000.000
4%Rp3.333.333Rp2.666.667Rp32.000.000
5%Rp4.166.667Rp3.333.333Rp40.000.000

Simulasi menggunakan asumsi pajak bunga deposito sebesar 20% dan bunga sederhana, tanpa memperhitungkan biaya lain atau perubahan suku bunga.

Berdasarkan simulasi tersebut, deposito Rp1 miliar dengan bunga 4% per tahun berpotensi menghasilkan bunga bersih sekitar Rp2,67 juta per bulan. Jika suku bunganya 5% per tahun, potensi bunga bersihnya mencapai sekitar Rp3,33 juta per bulan.

Perlu diingat bahwa angka tersebut merupakan rata-rata per bulan, bukan berarti bank selalu membayarkan bunga dalam jumlah yang sama setiap bulan. Jadwal pembayaran bunga bergantung pada ketentuan produk deposito yang kamu pilih.

Cara Menghitung Bunga Deposito Rp1 Miliar

Kamu bisa menghitung potensi bunga deposito menggunakan rumus sederhana berikut:

Bunga kotor = Nominal deposito × Suku bunga tahunan × Jangka waktu dalam tahun

Sementara itu, jika bunga deposito dikenakan pajak sebesar 20%, perhitungannya menjadi:

Bunga bersih = Bunga kotor × (1 − 20%)

Sebagai contoh, kamu menempatkan dana Rp1 miliar dalam deposito dengan suku bunga 4% per tahun selama 12 bulan.

  • Nominal deposito: Rp1.000.000.000
  • Suku bunga tahunan: 4%
  • Bunga kotor setahun: Rp40.000.000
  • Pajak bunga 20%: Rp8.000.000
  • Bunga bersih setahun: Rp32.000.000

Dengan demikian, total dana yang kamu miliki setelah satu tahun adalah Rp1.032.000.000, dengan asumsi bunga dibayarkan dan tidak ada biaya tambahan.

Berapa Bunga Deposito Rp1 Miliar per Bulan?

Besarnya bunga deposito yang diterima setiap bulan bergantung pada suku bunga tahunan dan mekanisme pembayaran dari bank.

Deposito dengan bunga 3% per tahun

Jika kamu menempatkan Rp1 miliar dengan bunga 3% per tahun, bunga kotornya mencapai Rp30 juta setahun. Setelah dipotong pajak 20%, bunga bersihnya menjadi Rp24 juta setahun atau setara Rp2 juta per bulan.

Deposito dengan bunga 4% per tahun

Pada tingkat bunga 4% per tahun, bunga kotor yang diperoleh mencapai Rp40 juta setahun. Setelah pajak, keuntungan bersihnya menjadi Rp32 juta setahun atau rata-rata Rp2,67 juta per bulan.

Deposito dengan bunga 5% per tahun

Jika bank menawarkan bunga 5% per tahun, bunga kotor deposito Rp1 miliar mencapai Rp50 juta setahun. Setelah pajak 20%, kamu memperoleh sekitar Rp40 juta setahun atau rata-rata Rp3,33 juta per bulan.

Namun, suku bunga deposito dapat berbeda antarbank dan berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pastikan kamu memeriksa penawaran terbaru sebelum memutuskan untuk menempatkan dana.

Berapa Bunga Deposito Rp1 Miliar untuk Tenor 3, 6, dan 12 Bulan?

Selain suku bunga, tenor atau jangka waktu penyimpanan juga menentukan total bunga yang diperoleh. Berikut simulasi deposito Rp1 miliar dengan suku bunga tetap 4% per tahun.

TenorBunga kotorPajak 20%Bunga bersih
3 bulanRp10.000.000Rp2.000.000Rp8.000.000
6 bulanRp20.000.000Rp4.000.000Rp16.000.000
12 bulanRp40.000.000Rp8.000.000Rp32.000.000

Simulasi tersebut menggunakan perhitungan sederhana berdasarkan jumlah bulan dan mengasumsikan suku bunga tetap selama tenor. Hasil aktual bisa berbeda karena metode perhitungan harian, jumlah hari dalam periode, serta ketentuan produk bank.

Tenor yang lebih panjang tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan likuiditas dan rencana penggunaan uang agar tidak perlu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Cara Menghitung Pajak Deposito Rp1 Miliar

Bunga deposito di Indonesia dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 20% dari jumlah bruto bunga yang diterima, apabila nominal deposito melebihi Rp7,5 juta dan tidak memenuhi pengecualian yang berlaku. Artinya, jika kamu memiliki deposito Rp1 miliar, pajak dihitung dari bunga yang diperoleh, bukan dari keseluruhan dana pokok deposito.

Sebagai contoh, jika kamu menempatkan deposito Rp1 miliar dengan suku bunga 4% per tahun, bunga kotor yang diperoleh selama satu tahun mencapai Rp40 juta. Perhitungan pajaknya adalah sebagai berikut:

  • Nominal deposito: Rp1.000.000.000
  • Suku bunga per tahun: 4%
  • Bunga kotor setahun: Rp40.000.000
  • Pajak deposito (20% × Rp40.000.000): Rp8.000.000
  • Bunga bersih setelah pajak: Rp32.000.000

Dengan demikian, kamu memperoleh bunga bersih Rp32 juta dalam setahun atau rata-rata sekitar Rp2,67 juta per bulan. Pajak umumnya dipotong langsung oleh bank sehingga kamu menerima bunga setelah pajak sesuai jadwal pembayaran yang berlaku. Perlu diingat, perhitungan aktual dapat berbeda berdasarkan periode penempatan dan ketentuan produk deposito. Untuk memastikan kewajiban pajakmu, periksa ketentuan perpajakan terbaru yang berlaku.

Apakah Deposito Rp1 Miliar Dijamin LPS?

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika menempatkan dana dalam jumlah besar adalah ketentuan penjaminan LPS. LPS menjamin simpanan nasabah bank sesuai persyaratan yang berlaku, termasuk batas nominal penjaminan maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank.

Dengan nominal Rp1 miliar, simpananmu masih berada di bawah batas nominal tersebut. Namun, hal ini tidak otomatis berarti seluruh dana pasti dijamin. Ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi.

Memenuhi syarat 3T LPS

Simpanan harus memenuhi prinsip 3T, yaitu:

  • Tercatat dalam pembukuan bank: Dana dan bunga yang menjadi hak nasabah tercatat secara benar.
  • Tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS: Suku bunga simpanan tidak boleh melebihi batas yang berlaku, termasuk ketentuan terkait manfaat atau imbalan lainnya.
  • Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank: Nasabah tidak melakukan tindakan yang menyebabkan klaim penjaminan menjadi tidak layak dibayar.

Tingkat bunga penjaminan LPS berbeda menurut jenis bank dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, periksa batas terbaru di situs resmi LPS sebelum membuka deposito.

Keuntungan dan Risiko Deposito Rp1 Miliar

Deposito memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menarik bagi orang yang mengutamakan kestabilan dana. Meski begitu, ada keterbatasan yang sebaiknya dipertimbangkan.

Keuntungan deposito

Beberapa keuntungan menempatkan dana Rp1 miliar dalam deposito antara lain:

  • Potensi pendapatan yang relatif stabil: Suku bunga umumnya ditentukan saat deposito dibuka sesuai ketentuan produk.
  • Risiko relatif rendah: Deposito perbankan memiliki mekanisme penjaminan selama memenuhi persyaratan LPS.
  • Membantu perencanaan keuangan: Tenor yang jelas dapat membantu kamu merencanakan penggunaan dana di masa mendatang.
  • Tidak membutuhkan pemantauan pasar secara intensif: Berbeda dengan instrumen investasi yang harganya berfluktuasi setiap hari.

Risiko dan keterbatasan deposito

Meskipun relatif stabil, deposito tetap memiliki beberapa keterbatasan.

  • Risiko inflasi: Jika inflasi lebih tinggi daripada hasil bersih deposito, daya beli uangmu dapat menurun.
  • Likuiditas terbatas: Pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenai penalti atau menyebabkan bunga tidak dibayarkan sesuai ketentuan.
  • Bunga terbatas: Keuntungan deposito tidak otomatis meningkat ketika pasar saham atau aset lainnya mengalami kenaikan.
  • Risiko suku bunga: Ketika deposito jatuh tempo, tingkat bunga untuk penempatan berikutnya bisa lebih rendah.

Karena itu, deposito sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan keuangan, bukan hanya besarnya bunga yang ditawarkan.

Deposito atau Investasi Lain, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Deposito cocok untuk dana yang ingin dijaga kestabilannya, terutama jika dana tersebut akan digunakan dalam waktu dekat. Namun, jika tujuanmu adalah mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang, mempertimbangkan beberapa jenis aset dapat membantu membangun portofolio yang lebih beragam.

Deposito untuk menjaga kestabilan dana

Deposito dapat dipertimbangkan untuk menyimpan dana yang tidak ingin terpapar fluktuasi harga pasar secara langsung. Instrumen ini juga bisa digunakan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu yang jelas, selama tenornya sesuai dengan rencana penggunaan dana.

Saham Amerika untuk potensi pertumbuhan jangka panjang

Saham Amerika dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke perusahaan global. Potensi keuntungan berasal dari kenaikan harga saham dan, pada saham tertentu, pembagian dividen.

Crypto untuk diversifikasi dengan risiko tinggi

Aset crypto menawarkan peluang dari perubahan harga aset digital, tetapi pergerakannya dapat sangat volatil. Harganya bisa naik maupun turun secara tajam dalam waktu singkat, sehingga risikonya berbeda dari deposito.

Jika tertarik mengeksplorasi trading crypto, kamu perlu memahami karakteristik aset, menentukan toleransi risiko, dan menghindari penggunaan dana kebutuhan pokok atau dana darurat.

Mulai Diversifikasi Investasi Sekarang

Jika kamu ingin mempelajari alternatif di luar deposito, Reku menyediakan akses ke investasi dan trading crypto serta saham Amerika dalam satu platform. Pilihan ini dapat membantu kamu mengeksplorasi berbagai aset sesuai tujuan keuangan dan profil risiko.

Sebelum berinvestasi, pelajari cara kerja setiap instrumen, pahami potensi kerugiannya, dan tentukan alokasi dana yang sesuai. Kamu tidak harus memindahkan seluruh dana deposito ke aset berisiko. Sebaliknya, kamu dapat mempertahankan dana untuk kebutuhan jangka pendek sekaligus mengalokasikan sebagian dana investasi untuk tujuan jangka panjang.

Nico R. K
AuthorNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Share!
Related Articles
    How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  1. How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  2. 18 September 2025
    1 min read
    Investasi
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku