Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu ETF dalam Crypto & Saham? Keuntungan, Cara Beli dan Contohnya
Investasi
Share!

Apa itu ETF dalam Crypto & Saham? Keuntungan, Cara Beli dan Contohnya

30 July 2025
7 min read
Apa itu ETF dalam Crypto & Saham? Keuntungan, Cara Beli dan Contohnya

Exchange Traded Fund atau ETF adalah salah satu instrumen investasi yang semakin populer karena menawarkan cara yang lebih praktis untuk diversifikasi dalam satu produk. Dibanding harus memilih aset satu per satu, ETF memungkinkan kamu mendapatkan eksposur ke berbagai aset sekaligus, dengan mekanisme transaksi yang mirip seperti saham. Lewat artikel ini, kamu akan memahami apa itu ETF, jenis-jenisnya, perbedaannya dengan reksadana, hingga cara membeli ETF dengan langkah yang jelas dan mudah diikuti.

Apa Itu ETF?

ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund yang merupakan produk investasi yang berisi kumpulan aset dan diperdagangkan di bursa seperti saham. Secara sederhana, ETF memungkinkan kamu membeli “paket” investasi dalam satu transaksi, sehingga diversifikasi bisa dilakukan lebih praktis dibanding harus membeli aset satu per satu. Karena diperdagangkan di bursa, harga ETF juga bisa bergerak sepanjang jam perdagangan, dan kamu bisa membelinya melalui sekuritas seperti membeli saham biasa.

Menariknya, ETF tidak hanya tersedia untuk saham. Saat ini, ETF bisa berbasis berbagai jenis aset, mulai dari indeks saham, obligasi, komoditas seperti emas, hingga aset yang lebih modern seperti crypto. Jadi, ETF bisa jadi pilihan fleksibel untuk kamu yang ingin akses ke banyak instrumen dalam format yang lebih simple.

Macam-macam ETF

Ada beberapa macam ETF jenis berdasarkan aset yang menjadi dasar pergerakannya. Dengan memahami macam-macam ETF, kamu bisa lebih mudah memilih produk yang sesuai dengan tujuan investasi, strategi diversifikasi, dan profil risiko kamu.

ETF Saham Amerika

ETF saham Amerika adalah ETF yang berisi kumpulan saham di pasar saham Amerika Serikat dan biasanya mengikuti indeks besar seperti S&P 500 atau Nasdaq, maupun sektor tertentu. Saham Amerika sendiri berisikan ratusan perusahaan dunia seperti Apple, Tesla, Google, Ferrari, dan masih banyak lagi. Jenis ETF ini cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan eksposur ke perusahaan-perusahaan global dengan likuiditas tinggi. Karena pasar Amerika cenderung menjadi acuan utama dunia, pergerakan ETF saham Amerika sering dipengaruhi kondisi ekonomi global dan kebijakan suku bunga The Fed.

Contoh ETF saham Amerika:

ETF Saham Indonesia

ETF saham Indonesia adalah ETF yang berisi kumpulan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, umumnya mengikuti indeks seperti LQ45 atau IDX30. Jenis ETF ini bisa jadi pilihan menarik kalau kamu ingin tetap fokus pada pasar domestik dengan akses yang lebih sederhana dibanding memilih saham satu per satu. Karena berbasis pasar Indonesia, pergerakannya lebih dipengaruhi kondisi ekonomi lokal, suku bunga BI, dan sentimen investor dalam negeri. ETF ini juga cocok untuk kamu yang ingin diversifikasi saham Indonesia tanpa perlu membangun portofolio dari nol.

Contoh ETF saham Indonesia:

  • Premier ETF LQ45 (XPQL)

  • Pinnacle IDX30 ETF (XIIT)

  • Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (XIIC)

ETF Crypto

ETF crypto adalah ETF yang dirancang untuk mengikuti pergerakan aset kripto sebagai underlying, baik secara langsung maupun melalui instrumen tertentu. Jenis ETF ini memberi kamu akses ke pergerakan harga crypto tanpa perlu menyimpan aset digital di wallet pribadi. Dibanding membeli crypto langsung, ETF crypto biasanya terasa lebih praktis dari sisi akses dan administrasi investasi. Meski begitu, volatilitasnya tetap tinggi karena mengikuti karakter pasar aset digital.

Contoh ETF crypto:

  • iShares Bitcoin Trust (IBIT)

  • Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC)

  • Grayscale Bitcoin Trust (GBTC)

ETF Obligasi

ETF obligasi adalah ETF yang berisi kumpulan obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Jenis ETF ini sering dipilih untuk menyeimbangkan portofolio karena pergerakannya cenderung lebih stabil dibanding ETF saham. ETF obligasi juga bisa digunakan untuk mengejar pendapatan yang lebih konsisten melalui kupon obligasi, meskipun hasilnya tetap bisa berubah. Namun, nilainya tetap dipengaruhi oleh faktor seperti perubahan suku bunga dan kondisi kredit penerbit obligasi.

Contoh ETF obligasi:

  • iShares Core U.S. Aggregate Bond ETF (AGG)

  • Vanguard Total Bond Market ETF (BND)

  • iShares iBoxx $ Investment Grade Corporate Bond ETF (LQD)

Perbedaan ETF dan Reksadana

ETF dan reksadana sama-sama produk investasi yang berisi kumpulan aset, jadi keduanya sering dianggap mirip. Namun, cara kerja, mekanisme transaksi, dan fleksibilitasnya cukup berbeda, sehingga pilihan terbaiknya tergantung kebutuhan investasi kamu. Ini perbedaan ETF dan reksadana yang bisa kamu pelajari.

Reksadana

Reksadana adalah produk investasi kolektif yang dikelola manajer investasi, di mana dana dari banyak investor dikumpulkan lalu ditempatkan ke aset seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Kamu membeli reksadana melalui platform investasi, dan transaksinya menggunakan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang biasanya dihitung 1 kali per hari. Karena dikelola aktif, kinerja reksadana sangat dipengaruhi strategi manajer investasi, termasuk pemilihan aset dan timing.

Dari sisi kemudahan, reksadana cenderung lebih simpel untuk pemula karena kamu tinggal beli dan hold tanpa perlu memikirkan jam bursa. Contoh produk reksadana umumnya dibagi menjadi reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.

ETF

ETF (Exchange Traded Fund) adalah produk investasi yang juga berisi kumpulan aset, tetapi diperdagangkan di bursa seperti saham. Artinya, kamu bisa membeli dan menjual ETF selama jam perdagangan, dan harganya bergerak real-time mengikuti permintaan pasar. ETF umumnya dirancang untuk mengikuti indeks atau aset tertentu, sehingga pengelolaannya lebih pasif dibanding reksadana aktif.

Dari sisi transparansi, ETF biasanya lebih jelas karena kamu bisa melihat acuan atau komposisi asetnya secara lebih terbuka. ETF cocok untuk kamu yang ingin diversifikasi, tapi tetap punya kontrol lebih dalam menentukan waktu beli dan jual.

AspekReksadanaETF
Cara transaksiBeli/jual lewat platform MI/agenBeli/jual lewat bursa seperti saham
HargaMengacu ke NAB (umumnya 1x sehari)Bergerak real-time saat jam bursa
FleksibilitasLebih “invest dan diamkan”Lebih fleksibel untuk strategi aktif
PengelolaanUmumnya aktif (tergantung produk)Umumnya pasif (mengikuti indeks/aset)
AksesSangat mudah untuk pemulaPerlu akun sekuritas (seperti saham)
Cocok untukInvestor yang ingin praktisInvestor yang ingin kontrol lebih

Kelebihan dan Kekurangan ETF

Kelebihan ETF

  • Bisa diversifikasi dalam satu produk karena ETF berisi kumpulan aset

  • Diperdagangkan di bursa seperti saham, jadi bisa dibeli dan dijual saat jam perdagangan

  • Harga bergerak real-time, sehingga kamu bisa lebih fleksibel menentukan timing transaksi

  • Umumnya transparan karena ETF biasanya punya acuan indeks atau underlying yang jelas

  • Cocok untuk strategi jangka panjang maupun strategi yang lebih aktif

  • Banyak pilihan jenis ETF, mulai dari saham, obligasi, komoditas, sampai aset digital

Kekurangan ETF

  • Tetap punya risiko pasar, karena nilai ETF bisa naik turun mengikuti underlying

  • Bisa terkena biaya transaksi (misalnya fee beli/jual) karena diperdagangkan di bursa

  • Tidak semua ETF cocok untuk pemula, terutama ETF yang berbasis aset volatil seperti crypto

Cara Beli ETF

Membeli ETF pada dasarnya mirip seperti membeli saham, karena ETF diperdagangkan langsung di bursa. Jadi, kamu perlu membuat akun dan mengikuti alur transaksi yang umum digunakan untuk instrumen pasar modal.

  1. Pilih sekuritas yang menyediakan akses ETF

  2. Buka akun saham dan aktifkan RDN (Rekening Dana Nasabah)

  3. Login ke aplikasi trading dan cari kode ETF yang kamu incar

  4. Cek harga, volume transaksi, dan spread bid-offer

  5. Tentukan jumlah unit yang ingin kamu beli sesuai budget

  6. Masukkan order beli, lalu konfirmasi transaksi

  7. Pantau ETF di portofolio kamu dan tentukan strategi hold atau jual

Beli ETF dimana?

ETF bisa dibeli melalui aplikasi investasi atau aplikasi trading yang terhubung ke bursa, jadi prosesnya kurang lebih mirip seperti membeli saham. Kalau kamu ingin beli saham ETF Amerika yang bisa memberi eksposur ke saham perusahaan-perusahaan dunia, kamu bisa download aplikasi Reku. Aplikasi Reku menyediakan akses ke 650+ saham dan ETF Amerika yang bisa kamu beli hanya dengan modal $1.

Prosesnya mudah dan kamu juga bisa trading dengan durasi lebih panjang karena di Reku sudah tersedia overnight trading sehingga bisa trading 24 jam dalam sehari.

Rekomendasi ETF untuk Pemula

Kalau kamu masih pemula, ETF bisa jadi pilihan menarik karena kamu bisa langsung mendapatkan diversifikasi tanpa harus memilih aset satu per satu. Yang penting, kamu fokus ke ETF yang likuid, populer, dan punya underlying yang jelas supaya lebih mudah dipahami.

  • QQQ — ETF yang berisi saham-saham teknologi dan growth besar di Nasdaq. Cocok untuk pemula yang ingin eksposur ke perusahaan besar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.

  • SPY — ETF yang mengikuti indeks S&P 500, berisi 500 perusahaan terbesar di Amerika. Ini salah satu pilihan paling “aman” untuk pemula karena diversifikasinya luas dan sangat likuid.

  • SMH — ETF yang fokus pada sektor semikonduktor (chip) yang jadi fondasi industri teknologi global. Cocok untuk pemula yang ingin investasi sektoral, tapi tetap dalam bentuk ETF yang terdiversifikasi.

  • SLV — ETF yang mengikuti harga perak, sehingga bisa jadi opsi diversifikasi di luar saham. Cocok untuk pemula yang ingin menyeimbangkan portofolio dengan aset yang berbeda karakter dari pasar saham.

  • GLD — ETF yang mengikuti harga emas dan sering dipakai sebagai aset defensif saat pasar tidak stabil. Cocok untuk pemula karena emas biasanya dipakai untuk menjaga keseimbangan portofolio jangka panjang.

Secara keseluruhan, ETF adalah pilihan investasi yang menarik karena menawarkan diversifikasi dalam satu produk, fleksibel karena bisa diperdagangkan di bursa, dan punya banyak variasi aset mulai dari saham, obligasi, komoditas, hingga crypto. Kalau kamu memahami jenis-jenis ETF, perbedaannya dengan reksadana, serta cara belinya, kamu bisa lebih percaya diri memilih ETF yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko kamu.

Kalau kamu ingin mulai investasi dengan lebih praktis, kamu juga bisa beli crypto, saham Amerika, dan ETF Amerika lewat Reku. Dengan akses yang mudah dan pilihan aset yang lengkap, kamu bisa membangun portofolio global dari satu aplikasi tanpa proses yang terasa ribet, baik untuk pemula maupun investor yang ingin diversifikasi lebih luas.  Download aplikasi Reku sekarang dan mulai investasi global!

Kasih Maharani
AuthorKasih Maharani
Share!
Related Articles
    How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  1. How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  2. 18 September 2025
    1 min read
    Investasi
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku