Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Mengenal Dividen Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendapatkannya
Saham
Share!

Mengenal Dividen Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendapatkannya

02 October 2026
9 min read
Mengenal Dividen Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendapatkannya

Dividen saham adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada investor yang memiliki saham perusahaan tersebut. Ketika perusahaan mencatatkan laba dan memutuskan untuk membagikan sebagian laba kepada pemegang saham, investor dapat menerima sejumlah dividen sesuai jumlah saham yang dimilikinya.

Bagi investor saham, dividen menjadi salah satu cara mendapatkan keuntungan selain capital gain. Jika capital gain diperoleh dari kenaikan harga saham, dividen berasal dari pembagian keuntungan perusahaan. Karena itu, memahami mekanisme dividen saham penting terutama jika kamu ingin membangun portofolio saham untuk jangka panjang.

Apa itu Dividen Saham?

Ketika membeli saham, kamu pada dasarnya memiliki sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Jika perusahaan memutuskan membagikan sebagian keuntungannya, pemegang saham yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh bagian keuntungan tersebut dalam bentuk dividen.

Jumlah dividen yang diterima bergantung pada dua hal utama: dividen per saham yang ditetapkan perusahaan dan jumlah saham yang kamu miliki. Jadi, semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula nominal dividen yang berpotensi diterima.

Contoh Dividen Saham

Misalnya sebuah perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp100 per saham. Kamu memiliki 2.000 saham perusahaan tersebut.

Perhitungannya:

2.000 saham × Rp100 = Rp200.000

Artinya, kamu berhak memperoleh dividen kotor sebesar Rp200.000, dengan catatan kamu memenuhi ketentuan kepemilikan pada tanggal yang ditetapkan perusahaan.

Cara Investor Saham Mendapatkan Dividen

Investor tidak perlu menjual saham untuk mendapatkan dividen. Selama memiliki saham pada waktu yang memenuhi ketentuan pembagian dividen, investor berhak menerima dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Namun, ada satu hal penting: membeli saham sebelum tanggal pembayaran saja tidak cukup. Kamu perlu memperhatikan jadwal pembagian dividen, terutama cum date dan ex date.

Secara sederhana, alurnya adalah:

  1. Perusahaan mengumumkan pembagian dividen.
  2. Perusahaan menentukan jumlah dividen per saham.
  3. Perusahaan menetapkan jadwal cum date, ex date, dan recording date.
  4. Investor yang memenuhi ketentuan tercatat sebagai penerima dividen.
  5. Dividen dibayarkan pada payment date.

Mengenal Cum Date, Ex Date, dan Recording Date

Tiga tanggal penting dalam pembagian dividen saham adalah cum date, ex date, dan recording date. Ketiganya menentukan apakah seorang investor berhak mendapatkan dividen yang sedang dibagikan.

  • Cum date adalah batas terakhir perdagangan saham dengan hak atas dividen. Investor yang membeli saham sampai batas waktu yang ditentukan masih memiliki hak atas dividen.
  • Ex date adalah tanggal ketika saham mulai diperdagangkan tanpa hak atas dividen. Investor yang membeli saham pada atau setelah tanggal ini tidak mendapatkan dividen untuk pembagian tersebut.
  • Recording date adalah tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Misalnya sebuah perusahaan menetapkan cum date pada 10 Oktober dan ex date pada 13 Oktober. Investor yang membeli saham sebelum atau pada periode yang memenuhi ketentuan cum date dapat memperoleh hak dividen. Setelah memasuki ex date, pembeli baru tidak lagi memperoleh dividen tersebut.

Mengapa Ketiga Tanggal Ini Penting?

Investor yang mengejar dividen perlu memperhatikan tanggal-tanggal tersebut karena hak dividen berkaitan dengan kepemilikan saham pada periode yang telah ditentukan.

Namun, membeli saham hanya untuk mendapatkan dividen tetap memiliki risiko. Harga saham dapat berubah setelah ex date, sehingga investor perlu mempertimbangkan potensi keuntungan dividen bersama pergerakan harga saham.

Dividen Saham Berapa Persen?

Tidak ada persentase dividen saham yang berlaku sama untuk semua perusahaan. Besarnya dividen dapat dinyatakan sebagai nominal rupiah per saham, sedangkan persentasenya terhadap harga saham biasanya disebut dividend yield.

Rumus dividend yield adalah:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Sebagai contoh, jika harga saham Rp2.000 dan perusahaan membagikan dividen Rp100 per saham, dividend yield-nya adalah:

Rp100 ÷ Rp2.000 × 100% = 5%

Jadi, jika kamu bertanya “dividen saham berapa persen”, jawabannya bergantung pada dividen yang dibagikan perusahaan dan harga sahamnya. Tidak ada angka tetap seperti 5% atau 10% yang berlaku untuk semua saham.

Apakah Dividen 10% Berarti Mendapat 10% dari Modal?

Tidak selalu. Investor perlu melihat apakah angka 10% tersebut merupakan dividend yield atau angka lain.

Jika sebuah saham memiliki harga Rp1.000 dan membagikan dividen Rp100 per saham, dividend yield-nya memang 10%. Namun, jika harga sahamnya Rp2.000 dengan dividen Rp100, yield-nya hanya 5%.

Karena itu, nominal dividen dan dividend yield perlu dibedakan ketika menganalisis saham.

Saham Rp100 Juta Dapat Dividen Berapa?

Jumlah dividen yang diperoleh dari investasi saham senilai Rp100 juta tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan nilai modal. Kamu perlu mengetahui harga saham dan dividen per saham.

Misalnya kamu menginvestasikan Rp100 juta pada saham dengan harga Rp2.000 per saham.

Jumlah saham yang diperoleh:

Rp100.000.000 ÷ Rp2.000 = 50.000 saham

Jika perusahaan membagikan dividen Rp100 per saham, maka:

50.000 × Rp100 = Rp5.000.000

Dengan demikian, investasi Rp100 juta tersebut menghasilkan dividen kotor Rp5 juta berdasarkan asumsi harga saham dan dividen tersebut.

Cara Menghitung Dividen Saham

Perhitungan dividen saham sebenarnya cukup sederhana. Kamu dapat mengalikan jumlah saham yang dimiliki dengan nilai dividen per saham.

Dividen kotor = Jumlah saham × Dividen per saham

Contohnya, kamu memiliki 3.000 saham dan perusahaan membagikan dividen Rp75 per saham.

3.000 × Rp75 = Rp225.000

Nominal tersebut merupakan dividen kotor. Jumlah bersih yang diterima investor dapat berbeda setelah memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku.

Dividend Yield

Selain melihat nominal dividen, investor saham biasanya menggunakan dividend yield untuk mengukur besarnya dividen dibandingkan harga saham.

Rumusnya:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Misalnya sebuah saham diperdagangkan pada harga Rp2.000 dan membagikan dividen Rp100 per saham.

Dividend yield-nya:

Rp100 ÷ Rp2.000 × 100% = 5%

Artinya, nilai dividen yang dibagikan setara dengan 5% dari harga saham berdasarkan harga tersebut.

Mengapa Dividend Yield Penting?

Dividend yield membantu investor membandingkan potensi pendapatan dividen dari beberapa saham dengan harga yang berbeda.

Misalnya:

  • Saham A: harga Rp1.000, dividen Rp30 → yield 3%.
  • Saham B: harga Rp2.000, dividen Rp100 → yield 5%.
  • Saham C: harga Rp5.000, dividen Rp150 → yield 3%.

Dari angka tersebut, Saham B memiliki dividend yield lebih tinggi. Namun, yield yang lebih tinggi tidak otomatis berarti saham tersebut lebih baik.

Mengapa Dividend Yield Bisa Tiba-Tiba Tinggi?

Dividend yield dapat meningkat bukan hanya karena perusahaan menaikkan dividennya. Harga saham yang turun juga dapat membuat yield terlihat lebih tinggi.

Misalnya perusahaan tetap membagikan dividen Rp100 per saham. Jika harga saham turun dari Rp2.000 menjadi Rp1.500, dividend yield berubah dari 5% menjadi sekitar 6,67%.

Karena itu, jangan langsung menganggap saham dengan dividend yield tinggi sebagai saham dividen terbaik. Penurunan harga saham bisa saja mencerminkan masalah pada kinerja atau prospek perusahaan.

Dividend Payout Ratio

Selain dividend yield, investor juga dapat melihat dividend payout ratio (DPR). Rasio ini menunjukkan seberapa besar laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Rumus sederhananya:

Dividend Payout Ratio = Total Dividen ÷ Laba Bersih × 100%

Jika perusahaan menghasilkan laba bersih Rp1 triliun dan membagikan Rp400 miliar sebagai dividen, payout ratio-nya adalah 40%.

Mengapa Payout Ratio Perlu Dilihat?

Payout ratio membantu investor melihat keseimbangan antara laba yang dibagikan dan laba yang dipertahankan perusahaan.

Perusahaan dengan payout ratio rendah mungkin masih menyimpan lebih banyak laba untuk ekspansi. Sebaliknya, payout ratio yang sangat tinggi dapat menunjukkan perusahaan membagikan sebagian besar labanya kepada pemegang saham.

Tidak ada angka payout ratio yang otomatis ideal untuk semua perusahaan. Investor perlu membandingkannya dengan karakteristik industri, kebutuhan modal, pertumbuhan bisnis, dan riwayat perusahaan.

Strategi Mencari Saham Dividen

Jika tujuanmu adalah mendapatkan dividen secara berkala, jangan hanya mencari saham dengan dividen terbesar. Ada beberapa faktor yang dapat digunakan untuk melakukan penyaringan.

  1. Periksa Riwayat Dividen – Lihat apakah perusahaan memiliki sejarah pembagian dividen yang konsisten. Riwayat tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kebijakan perusahaan terhadap pemegang saham.
  2. Analisis Laba Perusahaan – Dividen yang berkelanjutan membutuhkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Karena itu, pertumbuhan pendapatan dan laba menjadi bagian penting dalam analisis.
  3. Perhatikan Arus Kas – Laba yang tercatat dalam laporan keuangan perlu dilihat bersama arus kas perusahaan. Bisnis dengan arus kas yang sehat umumnya memiliki fleksibilitas lebih baik dalam memenuhi kebutuhan operasional dan kewajibannya.
  4. Bandingkan Dividend Yield – Gunakan dividend yield untuk membandingkan potensi dividen dengan harga saham. Namun, tetap periksa mengapa yield tersebut tinggi atau rendah.
  5. Lihat Payout Ratio – Payout ratio dapat membantu memahami seberapa besar laba perusahaan yang dibagikan kepada investor dan seberapa besar yang dipertahankan untuk kebutuhan bisnis.

Dividen Saham dan Strategi Dividend Investing

Dividend investing merupakan strategi investasi yang berfokus pada saham perusahaan yang memiliki kemampuan dan kebijakan membagikan dividen kepada pemegang saham.

Strategi ini biasanya lebih relevan bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang dan ingin membangun potensi pendapatan dari portofolio saham.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menginvestasikan kembali dividen yang diterima untuk membeli saham. Dengan jumlah saham yang bertambah, dividen yang diterima pada periode berikutnya berpotensi meningkat jika perusahaan mempertahankan kebijakan dividennya.

Apakah Saham Amerika Juga Membayar Dividen?

Dividen tidak hanya ditemukan pada saham Indonesia. Banyak perusahaan di pasar saham Amerika Serikat juga membagikan dividen kepada pemegang saham.

Bagi investor Indonesia, saham Amerika dapat menjadi pilihan untuk melakukan diversifikasi ke pasar global. Namun, ada beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ketentuan pajak, biaya transaksi, serta karakteristik masing-masing perusahaan.

Selain saham Amerika, kamu juga dapat mempertimbangkan aset crypto sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Reku menyediakan akses untuk investasi saham Amerika dan aset crypto dalam satu platform, sehingga kamu dapat mengeksplorasi beberapa kelas aset tanpa harus menggunakan platform yang berbeda.

Dividen Saham Cocok untuk Investor Seperti Apa?

Saham dividen dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang ingin memperoleh potensi pendapatan tambahan dari kepemilikan saham dan memiliki orientasi investasi jangka panjang.

Namun, jika tujuan utama kamu adalah pertumbuhan modal, saham dengan dividend yield rendah juga tidak otomatis kurang menarik. Perusahaan yang sedang berkembang dapat memilih menggunakan laba untuk ekspansi daripada membagikannya sebagai dividen.

Dengan demikian, pemilihan saham sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi.

Dividen saham adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai jumlah saham yang dimiliki dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan. Bagi investor, dividen menjadi salah satu potensi sumber keuntungan selain capital gain.

Untuk memahami peluang dari sebuah saham dividen, kamu tidak cukup hanya melihat nominal dividen. Perhatikan juga cum date, ex date, recording date, payment date, dividend yield, dividend payout ratio, riwayat pembagian dividen, laba, arus kas, dan kondisi bisnis perusahaan.

Dengan memahami seluruh faktor tersebut, kamu dapat menilai saham dividen secara lebih menyeluruh dan tidak sekadar mengejar perusahaan dengan dividend yield paling tinggi. Untuk melakukan diversifikasi ke aset lain, Reku juga menyediakan akses investasi saham Amerika dan crypto dalam satu platform yang dapat kamu sesuaikan dengan strategi dan tujuan investasimu.

FAQ

1. Kapan Dividen Saham Dibayarkan?

Pembayaran dividen dilakukan pada payment date, yaitu tanggal yang telah ditentukan perusahaan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham yang berhak. Jarak antara cum date dan payment date dapat berlangsung beberapa waktu. Karena itu, investor tidak selalu menerima dividen tepat setelah membeli atau menjual saham.

2. Apakah Saham yang Membayar Dividen Selalu Menguntungkan?

Tidak. Dividen merupakan salah satu komponen potensi keuntungan saham, tetapi bukan jaminan bahwa investasi akan menghasilkan keuntungan secara keseluruhan. Misalnya kamu membeli saham seharga Rp5.000 dan mendapatkan dividen Rp200 per saham. Jika kemudian harga saham turun menjadi Rp4.000, penurunan harga tersebut tetap memengaruhi nilai investasimu. Karena itu, investor sebaiknya melihat total return, yaitu kombinasi antara perubahan harga saham dan dividen yang diterima.

3. Berapa Kali Dapat Dividen Saham?

Tidak ada jumlah pasti berapa kali investor akan mendapatkan dividen dalam setahun. Frekuensinya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

Ada perusahaan yang membagikan dividen satu kali dalam setahun. Ada pula perusahaan yang dapat membagikan dividen lebih dari satu kali, misalnya melalui dividen interim dan dividen final. Yang perlu diperhatikan adalah jadwal pembagian dividen perusahaan, bukan sekadar berapa kali perusahaan pernah membagikan dividen.

4. Apakah Dividen Pasti Diterima Setiap Tahun?

Tidak. Perusahaan dapat mengubah jumlah dividen atau tidak membagikan dividen sama sekali.

Keputusan tersebut dapat dipengaruhi oleh laba perusahaan, kondisi arus kas, kebutuhan ekspansi, kondisi bisnis, dan keputusan pemegang saham sesuai mekanisme yang berlaku. Karena itu, riwayat dividen dapat menjadi salah satu bahan analisis, tetapi bukan jaminan bahwa dividen dengan jumlah yang sama akan diterima setiap tahun.

5. Dividen Saham Masuk Kemana?

Dividen saham pada umumnya akan masuk ke rekening dana investor atau saldo yang terhubung dengan akun investasi, sesuai mekanisme dari sekuritas atau platform tempat kamu memiliki saham. Investor tidak perlu menjual saham untuk mencairkan dividen. Setelah perusahaan membayarkan dividen, dana akan diproses sesuai mekanisme kustodian dan sekuritas hingga masuk ke rekening investor. Setelah dividen diterima, dana tersebut dapat digunakan kembali untuk membeli saham, ditarik sesuai ketentuan platform, atau dialokasikan ke instrumen investasi lainnya.

6. Apakah Saham Harus Dijual agar Dividen Masuk?

Tidak. Hak dividen berasal dari kepemilikan saham yang memenuhi ketentuan pada periode pembagian dividen. Artinya, investor dapat tetap memiliki saham dan menerima dividen. Inilah salah satu alasan dividen sering digunakan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Nico R. K
AuthorNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Share!
Related Articles
    Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  1. Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  2. 23 July 2025
    1 min read
    Saham
    18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  3. 18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  4. 09 July 2025
    1 min read
    Saham
    Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  5. Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  6. 15 June 2025
    1 min read
    Saham
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku