Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa Itu Saham Kosong? Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya
Saham
Share!

Apa Itu Saham Kosong? Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya

16 August 2026
5 min read
Apa Itu Saham Kosong? Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya

Kalau kamu baru mulai belajar dunia saham, mungkin kamu pernah mendengar istilah saham kosong dari teman atau komunitas trading. Istilah ini sering muncul sebagai peringatan, bukan rekomendasi. Wajar kalau kamu penasaran, karena memahami istilah ini bisa jadi salah satu cara melindungi portofolio kamu dari kerugian yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.

Artikel ini akan membahas tuntas apa itu saham kosong, ciri-ciri yang perlu kamu waspadai, kenapa jenis saham ini berisiko tinggi, sampai cara menghindarinya supaya perjalanan investasi kamu tetap aman dan terarah.

Apa Itu Saham Kosong?

Saham kosong adalah istilah yang biasa dipakai investor ritel untuk menyebut saham yang diperdagangkan di bursa tetapi tidak punya fundamental bisnis yang kuat. Saham semacam ini sering berasal dari perusahaan dengan kinerja keuangan buruk, pendapatan tidak stabil, atau bahkan berpotensi mengalami masalah keberlangsungan usaha.

Di kalangan trader, saham kosong juga sering disamakan dengan istilah saham gorengan, yaitu saham yang harganya digerakkan secara artifisial oleh sekelompok pihak tertentu, bukan karena kinerja perusahaan yang membaik. Karena pergerakan harganya tidak didasari fundamental yang jelas, saham jenis ini rawan dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir pihak, sementara investor awam yang ikut membeli di harga tinggi berisiko menanggung kerugian besar.

Penting untuk membedakan istilah ini dari short selling, yaitu strategi trading legal di mana investor meminjam saham untuk dijual lalu dibeli kembali saat harganya turun. Short selling adalah teknik yang diatur resmi oleh otoritas bursa, sedangkan saham kosong lebih merujuk pada kualitas dan legitimasi saham itu sendiri.

Ciri-Ciri Saham Kosong yang Perlu Kamu Waspadai

Supaya kamu lebih mudah mengenali saham jenis ini sebelum terlanjur membeli, berikut beberapa ciri umum yang biasa ditemui:

  • Harga saham sangat rendah, biasanya di bawah Rp100 per lembar, atau sering disebut saham recehan
  • Lonjakan volume perdagangan yang tidak wajar dalam waktu singkat, padahal tidak ada berita atau aksi korporasi yang mendukung
  • Fundamental perusahaan lemah, seperti laporan keuangan yang tidak transparan, rugi terus-menerus, atau beban utang yang tinggi
  • Kepemilikan saham terkonsentrasi pada segelintir pihak, sehingga harga mudah digerakkan
  • Minim informasi yang bisa diverifikasi, baik dari laporan tahunan maupun keterbukaan informasi ke publik
  • Riwayat pergerakan harga yang naik tajam dalam waktu singkat lalu anjlok drastis tanpa pola yang jelas

Kalau kamu menemukan saham dengan beberapa ciri di atas secara bersamaan, ada baiknya kamu lebih berhati-hati dan melakukan riset tambahan sebelum memutuskan membeli.

Kenapa Saham Kosong Berisiko Tinggi bagi Investor

Ada beberapa alasan kenapa saham kosong sebaiknya dihindari, terutama kalau kamu masih baru belajar investasi:

  1. Volatilitas harga yang ekstrem membuat nilai investasi kamu bisa anjlok dalam hitungan hari, bahkan jam
  2. Likuiditas rendah, sehingga kamu bisa kesulitan menjual saham saat butuh dana cepat karena tidak ada pembeli di harga wajar
  3. Rawan manipulasi pasar oleh oknum yang sengaja menggoreng harga demi keuntungan sepihak
  4. Tidak ada potensi pertumbuhan jangka panjang karena fundamental perusahaan memang lemah
  5. Berpotensi kena suspensi dari bursa apabila terindikasi ada pergerakan harga yang tidak wajar

Kalau kamu ingin memahami lebih jauh soal penghentian sementara perdagangan saham ini, kamu bisa baca juga artikel suspensi saham yang membahas alasan dan dampaknya bagi investor.

Cara Kerja Manipulasi di Balik Saham Kosong

Pola yang paling sering terjadi pada saham kosong adalah skema pump and dump. Dalam skema ini, sekelompok pihak sengaja membeli saham dalam jumlah besar untuk mendorong harga naik secara cepat, biasanya dibarengi dengan penyebaran informasi yang terkesan menjanjikan di media sosial atau grup trading. Investor lain yang tergiur kenaikan harga pun ikut membeli.

Setelah harga naik cukup tinggi dan banyak investor baru masuk, pihak yang menggerakkan harga di awal akan menjual kepemilikan mereka secara masif. Akibatnya harga saham anjlok drastis, dan investor yang membeli di harga puncak menanggung kerugian paling besar.

Salah satu indikator yang bisa membantu kamu mendeteksi pola semacam ini adalah lonjakan volume transaksi yang tidak biasa. Kamu bisa pelajari lebih lanjut soal metrik ini lewat artikel volume trading untuk memahami bagaimana cara membacanya.

Bursa Efek Indonesia sendiri sebenarnya sudah punya mekanisme untuk mengawasi pergerakan harga yang tidak wajar, salah satunya lewat notasi khusus atau bahkan penghentian sementara perdagangan saham tertentu. Namun, pengawasan ini biasanya baru berjalan setelah pola pergerakan harga terlihat mencurigakan, sehingga sebagai investor kamu tetap perlu proaktif melakukan riset sendiri sebelum memutuskan membeli, bukan hanya mengandalkan pengawasan otoritas semata.

Bedanya Saham Kosong dengan Saham Blue Chip

Supaya lebih jelas, ada baiknya kamu membandingkan karakteristik saham kosong dengan saham blue chip yang jadi favorit banyak investor jangka panjang. Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan besar dengan pendapatan stabil, laporan keuangan transparan, dan sudah teruji melewati berbagai siklus ekonomi. Pergerakan harganya pun cenderung lebih rasional karena mengikuti kinerja bisnis, bukan sentimen sesaat.

Sebaliknya, saham kosong tidak punya rekam jejak yang bisa diandalkan. Kenaikan harganya sering kali tidak sebanding dengan kondisi bisnis sebenarnya, sehingga risiko penurunan tajam bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan yang jelas. Memahami perbedaan ini penting supaya kamu bisa menentukan skala prioritas saat menyusun portofolio, terutama kalau tujuan investasi kamu adalah pertumbuhan aset jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Cara Menghindari Saham Kosong

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan supaya tidak terjebak membeli saham kosong:

  1. Selalu cek laporan keuangan perusahaan sebelum membeli, terutama dari sisi pendapatan, laba bersih, dan rasio utang
  2. Perhatikan volume dan pola perdagangan, waspadai lonjakan yang tidak dibarengi berita fundamental
  3. Hindari FOMO dari rekomendasi tanpa dasar analisis, baik dari media sosial maupun grup trading
  4. Pilih saham dengan kapitalisasi pasar yang jelas dan riwayat transparansi yang baik
  5. Diversifikasi portofolio kamu supaya risiko tidak menumpuk pada satu saham berisiko tinggi
  6. Gunakan indikator teknikal sebagai alat bantu, bukan satu-satunya acuan keputusan

Kalau kamu ingin memperdalam analisis sebelum mengambil keputusan, kamu juga bisa baca juga artikel indikator saham terbaik yang membahas berbagai alat bantu analisis teknikal yang umum dipakai trader.

Fokus pada Investasi yang Punya Fundamental Jelas

Daripada mengejar keuntungan cepat dari saham yang pergerakannya tidak wajar, akan lebih aman kalau kamu fokus membangun portofolio dari instrumen dengan fundamental yang jelas dan track record yang bisa dipertanggungjawabkan. Kamu bisa mulai dengan mempelajari jenis-jenis investor saham dan menyesuaikan strategi dengan profil risiko kamu sendiri lewat artikel jenis investor saham.

Di Reku, kamu bisa mulai berinvestasi dengan lebih tenang karena aset yang tersedia, mulai dari crypto sampai saham Amerika, punya data dan informasi yang transparan untuk membantu kamu mengambil keputusan. Buat kamu yang ingin diversifikasi ke pasar global, saham-saham teknologi dan blue chip Amerika di Reku bisa jadi alternatif yang lebih terukur dibanding mengejar saham kosong dengan risiko tinggi.

Intinya, memahami apa itu saham kosong adalah langkah awal supaya kamu tidak mudah terjebak iming-iming cuan instan. Selalu utamakan riset dan kelola risiko dengan bijak, karena investasi yang sehat dibangun dari keputusan yang didasari data, bukan sekadar ikut-ikutan tren sesaat.

Nico R. K
AuthorNico R. K
Share!
Related Articles
    Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  1. Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  2. 23 July 2025
    1 min read
    Saham
    18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  3. 18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  4. 09 July 2025
    1 min read
    Saham
    Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  5. Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  6. 15 June 2025
    1 min read
    Saham
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku