Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Zakat Crypto dan Ketentuannya bagi Investor Aset Kripto
Crypto
Share!

Zakat Crypto dan Ketentuannya bagi Investor Aset Kripto

04 March 2026
3 min read
Zakat Crypto dan Ketentuannya bagi Investor Aset Kripto

Seiring berkembangnya aset digital, banyak investor mulai bertanya soal zakat crypto. Apakah aset kripto termasuk harta yang wajib dizakati? Bagaimana cara menghitung zakat crypto dan kapan waktu yang tepat untuk membayarnya?

Karena kripto kini menjadi bagian dari portofolio investasi banyak orang, memahami aturan zakat menjadi penting agar tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Apa Itu Zakat dalam Islam?

Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat termasuk dalam rukun Islam dan bertujuan untuk membersihkan harta serta membantu golongan yang berhak menerima.

Secara umum, zakat dikenakan pada harta yang:

  • Dimiliki secara penuh
  • Bernilai dan berkembang
  • Telah mencapai nisab (batas minimum)
  • Dimiliki selama satu tahun (haul), kecuali jenis tertentu seperti zakat pertanian

Apakah Crypto Termasuk Harta yang Wajib Dizakati?

Dalam konteks modern, banyak ulama mengqiyaskan aset kripto sebagai harta (mal) karena memiliki nilai, bisa diperjualbelikan, dan berpotensi berkembang.

Karena itu, zakat crypto pada umumnya dianalogikan seperti zakat emas atau zakat perdagangan, tergantung tujuan kepemilikannya:

  • Jika disimpan sebagai investasi jangka panjang → dianalogikan seperti emas.
  • Jika aktif diperdagangkan (trading) → dianalogikan seperti barang dagangan.

Artinya, jika sudah memenuhi nisab dan haul, maka zakat aset crypto bisa menjadi wajib.

Kapan Zakat Crypto Wajib Dibayar?

Zakat aset crypto ini wajib dibayar jika:

  1. Nilai total aset kripto telah mencapai nisab.
  2. Telah dimiliki selama 1 tahun hijriah (haul).

Nisab biasanya mengikuti nilai emas, yaitu setara dengan 85 gram emas. Jika total nilai portofolio kripto setara atau melebihi nilai tersebut, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Cara Menghitung Zakat Crypto

Perhitungan zakat aset crypto cukup sederhana:

Rumus:
2,5% × Total Nilai Aset Kripto (jika sudah mencapai nisab dan haul)

Langkah-langkahnya:

  1. Hitung total nilai aset kripto saat ini (dalam rupiah).
  2. Pastikan nilainya setara atau lebih dari 85 gram emas.
  3. Jika ya, kalikan total nilai tersebut dengan 2,5%.

Contoh Simulasi Perhitungan Zakat Crypto

Misalnya total aset kripto yang dimiliki bernilai Rp150.000.000.

Jika harga emas saat ini Rp1.200.000 per gram, maka nisabnya sekitar:
85 × 1.200.000 = Rp102.000.000

Karena Rp150.000.000 > Rp102.000.000, maka wajib membayar zakat.

Perhitungannya:
2,5% × Rp150.000.000 = Rp3.750.000

Jadi zakat yang harus dibayarkan adalah Rp3.750.000.

Perbedaan Zakat Crypto untuk Investor dan Trader

1. Investor (Hodler)

Jika kripto disimpan jangka panjang seperti emas, maka zakat dihitung dari total nilai aset setelah mencapai haul dan nisab.

2. Trader

Jika kripto digunakan untuk trading aktif, maka perhitungannya mirip zakat perdagangan. Yang dihitung adalah total nilai aset ditambah keuntungan bersih saat jatuh tempo zakat.

Perbedaannya terletak pada niat dan aktivitas kepemilikan aset tersebut.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membayar Zakat Crypto

Beberapa hal penting terkait zakat pada aset crypto adalah sebagai berikut:

  • Gunakan nilai pasar saat jatuh tempo zakat.
  • Pastikan sudah mencapai nisab setara 85 gram emas.
  • Perhatikan apakah ada utang yang bisa mengurangi kewajiban zakat.
  • Konsultasikan ke lembaga amil zakat atau ulama jika ragu.

Karena regulasi dan pandangan fikih bisa berbeda, penting memastikan perhitungan zakat dilakukan dengan hati-hati.

Cara Membayar Zakat Crypto

Zakat bisa dibayarkan dalam bentuk:

  1. Dicairkan ke rupiah lalu disalurkan ke lembaga zakat resmi.
  2. Dikonversi sesuai nilai 2,5% dan diberikan langsung kepada mustahik (penerima zakat).

Pastikan menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya agar distribusinya tepat sasaran. Pada akhirnya, memahami zakat bukan hanya soal perhitungan angka, tetapi juga tentang kesadaran dalam menjaga keberkahan harta. Seiring berkembangnya aset kripto sebagai instrumen investasi, kewajiban zakat tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan mengetahui nisab, haul, serta cara menghitung zakat aset crypto secara tepat, kamu bisa tetap menjalankan kewajiban agama sekaligus mengelola aset digital dengan lebih bertanggung jawab. Jika masih ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan lembaga amil zakat atau ahli fikih agar perhitungan dan penyalurannya sesuai ketentuan syariah.

Jika masih ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan lembaga amil zakat atau ahli fikih agar perhitungan dan penyalurannya sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, aktivitas investasi kripto bisa tetap berjalan sekaligus memberikan ketenangan karena kewajiban zakat sudah ditunaikan dengan benar.

Belajar Crypto untuk Pemula dengan Aplikasi Kripto Reku

Mulai belajar crypto dan trading dengan aplikasi trading crypto Reku yang ramah untuk pemula. Jelajahi berbagai aset kripto dan dapatkan panduan lengkap untuk sukses berinvestasi. Download sekarang dan mulailah!

Kasih Maharani
AuthorKasih Maharani
Share!
Related Articles
    5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  1. 5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  2. 12 December 2025
    1 min read
    Crypto
    Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  3. Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  4. 02 October 2025
    1 min read
    Crypto
    Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  5. Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  6. 25 July 2025
    1 min read
    Crypto
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku