
Uma
•UMA / IDRQuote
Sell Price
Rp22.931
Buy Price
Rp24.072
Reku users are
Key Stats
Reku’s Takeaway
Uma is a smart contract infrastructure like Chainlink but with fewer and more focused features. Uma’s competitiveness is mainly due to its ability to protect smart contracts from external data feed tampering. As the decentralized application landscape is more developed, demand for more variety of smart contract infrastructure services could increase, which would benefit UMA as a unique solution in this sector.






























Hart Lambur dan Allison Lu adalah dua sosok penting yang ada dibalik UMA. Keudanya bertemu pada saat Goldman Sachs dan meluncurkan UMA pada akhir 2018. Lambur merupakan seorang lulusan Colombia University pada tahun 2005 dengan gelar ilmu komputer.
UMA dikenal sebagai tipe protokol DeFi dengan tujuan utama menciptakan aset sintetis. Sesuai namanya, Universal Market Access, UMA memberikan akses universal ke berbagai jenis pasar keuangan. UMA bertujuan untuk membuat pasar keuangan lebih inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja di seluruh dunia, dengan menggunakan teknologi blockchain.
Banyak yang belum memahami bahwa UMA menggunakan oracle untuk membuat berbagai jenis produk dan protokol. Cara kerja dari UMA oracle ini terbagi menjadi 4 alur utama yaitu Asserter, Disputer, DVM, dan Voter. Fungsi dari oracle adalah memungkinkan kontrak meminta dan menerima informasi data dengan cepat.
Optimistic Oracle berfungsi sebagai eskalasi umum antara kontrak yang memulai permintaan harga dan sistem penyelesaian sengketa UMA yang dikenal sebagai Data Verification Mechanism (DVM). Aapabila harga yang diajukan oleh Optimistic Oracle ada perbedaan dengan permintaan yang dikirim ke DVM, maka penyelesaian yang dilakukan adalah melakukan voting untuk pemegang token UMA agar memberikan suara mengenai hasil yang seharusnya.
Kelebihan UMA yang utama adalah Optimistic Oracle (OO). OO UMA dapat memverifikasi hampir semua pernyataan atau data dunia nyata, termasuk data dari jaringan lain. Ini menciptakan banyak aplikasi potensial, mulai dari validasi peristiwa asuransi hingga memungkinkan pesan lintas rantai.
UMA memungkinkan pembuatan aset sintetis yang mereplikasi nilai dari aset dunia nyata. Ini memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap berbagai aset tanpa harus benar-benar memilikinya. Optimistic Oracle (OO) yang terdesentralisasi untuk menyediakan data yang andal dan tahan sensor, memastikan bahwa semua transaksi dan kontrak dijalankan dengan data yang akurat.
UMA hadir dengan dua pilihan konsep yaitu Voter dan Builder. Bagi pengguna yang berpartisipasi sebagai voter, ada tiga tahapan utama yang harus dilalui untuk bisa mendapatkan keuntungan dari aset kripto ini, yakni staking, vote, dan earn.
Konsep kedua UMA sebagai Builder dapat membantu para developer dalam membangun produk yang berkaitan dengan beberapa sektor seperti Governance, Predict, Insurance, Bridge, atau RWA (Real World Assets).
UMA (Universal Market Access) adalah sebuah protokol dengan sistem blockchain Ethereum yang membantu pengguna untuk membuat kontrak derivatif sintetis maupun aset-aset digital lainnya. Hadirnya UMA tentu sangat membantu para pengguna dalam mengakses instrumen derivatif yang sebelumnya sangat terbatas di institusi keuangan besar.
Sejak diluncurkan pada 2018 lalu, UMA memiliki beberapa fungsi seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return. UMA juga memiliki token kripto bernama uma Coin yang bisa membantu para pemiliknya dalam memilih perubahan parameter protokol melalui peningkatan sistemnya.
Sebelumnya, token UMA pernah digadang-gadang menjadi sebuah inovasi MEV (Maximal Extractable Value) di 2024 karena adanya kenaikan harga mencapai 90% yang mampu mengguncang industri kripto dunia. Kenaikan tajam ini tentu menjadi babak baru bagi UMA, karena puncak kenaikan terakhir mereka tahun 2022.
Inovasi yang dimiliki UMA seperti adanya aset sintetis dan juga Optimistic Oracle (OO) membuka pintu inovasi untuk para developer dalam membuat berbagai produk derivatif, ETF (Exchange-Traded Funds) sintetis, dan lain-lain, yang dapat diperdagangkan secara terbuka di blockchain.
Tak hanya itu, UMA juga membantu dalam tata kelola terdesentralisasi melalui DAO (Decentralized Autonomous Organization), di mana anggota komunitas memiliki suara dalam pengambilan keputusan dan pengembangan proyek.
