Jaringan blockchain Avalanche resmi terintegrasi dengan UAE PASS, sistem identitas digital nasional yang menjadi pintu masuk warga Uni Emirat Arab untuk mengakses berbagai layanan pemerintah. Integrasi ini menyasar UAE PASS Digital Vault, fitur penyimpanan dokumen resmi yang kini memanfaatkan lapisan verifikasi berbasis blockchain.
Dalam skema ini, Avalanche tidak menyimpan data pribadi pengguna. Data tetap berada off-chain, sementara jaringan hanya mencatat hash kriptografis dari setiap dokumen yang telah diverifikasi. Jika ada dokumen yang diubah atau dipalsukan, hash tersebut tidak akan cocok dengan versi aslinya, sehingga ketidaksesuaian bisa langsung terdeteksi. UAE PASS sendiri tetap mengelola izin akses dan tanda tangan digital penggunanya.
Dengan lebih dari 12 juta orang telah terdaftar di UAE PASS, kerja sama ini berpotensi memperkenalkan teknologi blockchain ke jutaan pengguna harian tanpa mengharuskan mereka memiliki atau memahami aset kripto sama sekali. Avalanche sebelumnya juga telah menjalin kemitraan institusional lain, termasuk dengan Progmat, perusahaan tokenisasi asal Jepang.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pengumuman kerja sama semacam ini belum tentu menjamin adopsi jangka panjang. Dampak nyatanya baru akan terlihat dari seberapa luas penggunaannya diperluas ke layanan pemerintah dan institusi teregulasi lain, bukan sekadar dari nilai simbolis kerja samanya.