Bitcoin tergelincir ke kisaran $77.400 pada Selasa pagi waktu Eropa, turun sekitar 3% dari level tertingginya semalam di $79.530. Dalam sepekan terakhir, harga BTC melemah lebih dari 1%, seiring pasar menanti hasil voting prosedural di Senat Amerika Serikat terkait Clarity Act, rancangan undang-undang yang akan membagi pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC.
Voting ini bukan pengesahan final, melainkan langkah prosedural yang membutuhkan minimal 60 suara agar RUU bisa lanjut ke tahap pembahasan. Dukungan dari partai Republik saja dinilai tidak cukup, sementara kalangan Demokrat dilaporkan masih mempersoalkan sejumlah ketentuan etika dalam draf RUU tersebut. Di platform prediksi Polymarket, peluang RUU ini disahkan sempat menyentuh 30% pada Senin, namun kini turun ke sekitar 18%.
Di tengah pelemahan Bitcoin, beberapa aset lain justru menguat. XRP naik lebih dari 2% ke level $1,41, sementara Zcash melonjak hampir 3% mendekati $1.149. Ether, BNB, TRON, HYPE, dan Dogecoin masing-masing hanya turun tipis di bawah 1%, sedangkan Solana relatif stagnan di kisaran $101.
Sejumlah analis menilai gagalnya voting ini tidak akan menghentikan rencana peluncuran produk kripto institusional, melainkan hanya menundanya hingga 2027 atau 2028.