Bitcoin Tembus $85.000, Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Bulan Terakhir
Harga Bitcoin melonjak tajam dan berhasil menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, mencapai $85.134 pada perdagangan Senin (21/9). Dari posisi pembukaan di $81.162, BTC melesat lebih dari 5% hanya dalam beberapa jam, melanjutkan tren penguatan yang tercatat naik 5,6% dalam sepekan dan 11,1% dalam sebulan terakhir.
Reli ini didorong oleh setidaknya tiga faktor utama, penurunan harga minyak dunia setelah Brent crude mencatat pelemahan empat hari beruntun, terpanjang dalam tiga bulan terakhir, penutupan mingguan Bitcoin yang kuat, serta lonjakan aktivitas short seller yang justru memicu short squeeze. Likuidasi posisi short bahkan tercatat mencapai lebih dari $262 juta hanya dalam satu jam perdagangan.
Yang menarik, penguatan ini terjadi di tengah sejumlah sentimen yang sebenarnya kurang mendukung, mulai dari kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September lalu saat BTC masih berada di kisaran $76.000, kenaikan suku bunga Bank of Japan ke level tertinggi dalam 31 tahun, hingga penolakan Senat AS terhadap Clarity Act. Meski begitu, harga Bitcoin tetap bertahan solid tanpa terkoreksi tajam di bawah $75.000.
Ethereum turut terangkat dalam momentum yang sama, sempat menyentuh $2.713 pada pagi hari perdagangan, naik 6,8% dalam sepekan dan 13,7% dalam sebulan terakhir. Meski demikian, perlu diingat bahwa harga Bitcoin saat ini masih berada sekitar 29,9% di bawah level tertinggi sepanjang masa di $126.198 yang tercatat pada Oktober tahun lalu, sebuah pengingat bahwa aset kripto tetap tergolong instrumen berisiko tinggi dengan volatilitas yang bisa berubah cepat tanpa peringatan.