Emas Tarik Dana $500 Miliar di Tengah Yield Naik, Sinyal Ancaman bagi Dominasi Bitcoin?
Pasar logam mulia sedang mencuri perhatian. Sekitar $500 miliar dana mengalir ke emas dan perak dalam kuartal berjalan, dengan harga emas naik sekitar 8% dan perak lebih dari 10% pada periode yang sama. Sebagai perbandingan, Bitcoin sebenarnya masih mencatat kenaikan lebih tinggi, sekitar 30% secara kuartalan, namun derasnya arus dana ke emas memunculkan pertanyaan apakah tren ini bisa mengikis dominasi Bitcoin sebagai aset alternatif utama.
Yang menarik, pola hubungan terbalik yang biasa terjadi antara harga emas dan yield obligasi pemerintah AS tampak “terbalik” pada kuartal ini. Yield obligasi tenor 10 tahun melonjak hampir 20% sejak akhir Juni, namun emas justru tetap menguat sekitar 15% pada periode yang sama. Permintaan dari bank sentral disebut menjadi penopang utama di balik anomali ini, bukan lagi sensitivitas terhadap suku bunga seperti biasanya.
Data turut menunjukkan ETF emas di China menambah 11 ton kepemilikan pada Agustus, membawa total kepemilikan ETF emas negara itu menjadi 293 ton, level tertinggi sejak April dan tertinggi ketiga sepanjang sejarah pencatatan. Sepanjang tahun berjalan, ETF emas di China sudah mengumpulkan 45 ton. Sementara itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto tercatat di angka 58,45%, dengan total kapitalisasi pasar kripto mencapai $2,601 triliun. Sejumlah analis menilai pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal rotasi modal dari aset berisiko seperti kripto menuju logam mulia, terutama menjelang pertemuan FOMC.