Kalshi Bantah Wash Trading di Balik Transaksi Perpetual Ether Senilai $5 Miliar
Operator prediction market Kalshi menegaskan belum pernah dihubungi oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) terkait lonjakan aktivitas perdagangan kontrak perpetual Ether senilai hampir $5 miliar di platformnya. Pernyataan ini muncul setelah laporan media di Amerika Serikat menyebut regulator tengah menyoroti pola transaksi yang dianggap tidak biasa.
Sorotan tersebut berawal dari banyaknya transaksi dengan ukuran yang nyaris seragam, sebagian besar di kisaran $5.500 per transaksi, yang terjadi secara cepat dalam sebulan terakhir. Pola ini memicu tudingan adanya wash trading, yaitu praktik jual-beli semu untuk menggelembungkan volume.
Kepala komunikasi Kalshi, Elisabeth Diana, menyatakan pihaknya tidak meyakini adanya pemeriksaan formal dan menyebut isu tersebut sebagai rumor yang disebarkan kompetitor. Menurutnya, keseragaman ukuran transaksi merupakan efek dari program insentif likuiditas serta aktivitas market maker di platform.
Kalshi juga membantah tudingan wash trading dengan menjelaskan bahwa ratusan trader berbeda terlibat sebagai pihak taker. Bahkan, menurut perusahaan, market maker justru cenderung berada di sisi yang kalah, sementara para taker lebih sering meraih keuntungan.
Kalshi meluncurkan produk perpetual futures Ether pada Mei 2026, yang memungkinkan trader berspekulasi atas harga ETH tanpa harus memiliki asetnya. Sepekan setelah peluncuran, volume perdagangannya dilaporkan sudah menembus lebih dari $1 miliar.