Senat AS Gelar Rapat Darurat Jelang Voting Krusial RUU Kripto CLARITY Act
RUU struktur pasar kripto raksasa Amerika Serikat, CLARITY Act, yang mencapai sekitar 630 halaman, kembali jadi sorotan setelah versi revisinya dirilis Kamis lalu. Voting prosedural untuk membawa RUU ini ke pembahasan penuh Senat dijadwalkan Selasa, 17 September 2026, dan membutuhkan minimal 60 suara — artinya wajib ada dukungan lintas partai agar bisa lolos.
Menjelang voting tersebut, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menggelar rapat kaukus darurat pada Minggu malam untuk menuntaskan sejumlah perbedaan besar yang masih mengganjal RUU ini. Sekitar selusin senator Demokrat terlibat dalam pembahasan, termasuk Kirsten Gillibrand, Mark Warner, Ruben Gallego, Lisa Blunt Rochester, Andy Kim, dan Angela Alsobrooks.
Ganjalan utama yang belum tuntas adalah tuntutan sebagian anggota Demokrat untuk memperketat aturan soal konflik kepentingan dalam RUU tersebut. Dengan asumsi seluruh senator Republik kompak mendukung, tetap dibutuhkan sejumlah suara tambahan dari kubu Demokrat agar mosi prosedural ini bisa lolos.
RUU ini sebelumnya sudah lolos di level Komite Perbankan Senat dengan skor 15-9 pada Mei lalu. Senator Cynthia Lummis memperingatkan bahwa jika voting kali ini gagal, pembahasan regulasi kripto yang komprehensif di AS berisiko tertunda bertahun-tahun. Hasil voting Selasa mendatang masih belum bisa dipastikan.