ZRO Menguat di Tengah Market Lesu, Tapi Bayang-Bayang Unlock dan Persaingan Chainlink Masih Mengintai
Token LayerZero (ZRO) bergerak melawan arus market. Saat kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun tipis 0,71% ke sekitar $2,85 triliun, ZRO justru naik 8,77% dalam 24 jam ke kisaran $1,79 dan masuk jajaran top gainer hari ini.
Kenaikan ini ditopang aktivitas di pasar derivatif. Volume derivatif ZRO dilaporkan melonjak lebih dari 150% ke sekitar $264 juta, sementara open interest naik hampir 29% ke $164 juta. Pembelian spot dari whale juga disebut ikut mendorong harga menembus area resistance di kisaran $1,50.
Dari sisi fundamental, LayerZero baru saja meraih sertifikasi keamanan SOC 2 Type 1 dan Type 2. Sepanjang tahun ini, protokol cross-chain tersebut juga merombak sistem keamanannya setelah insiden eksploitasi bridge KelpDAO senilai $292 juta, antara lain dengan mewajibkan lima verifier secara default dan menaikkan ambang multisig menjadi 7-dari-10.
Meski begitu, tekanan kompetisi belum reda. Chainlink baru meluncurkan CCIP 2.0, dan lebih dari $15 miliar aset dilaporkan telah bermigrasi ke jaringannya pasca insiden KelpDAO. Investor juga perlu mencermati jadwal unlock 25,71 juta ZRO (sekitar $40,6 juta atau 2,57% suplai) pada 20 Oktober 2026, yang berpotensi menambah tekanan jual.
Di sisi lain, pasar masih menanti peluncuran mainnet Zero, blockchain Layer 1 milik LayerZero yang menargetkan kapasitas hingga 2 juta transaksi per detik dan didukung nama besar seperti Citadel Securities, DTCC, dan Google Cloud. Mainnet tersebut ditargetkan meluncur pada musim gugur 2026.