Bitcoin Difficulty Cetak Rekor, Harga BTC Siap Naik?

Bitcoin Difficulty melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di 114,17 triliun setelah mengalami kenaikan 5,6%, menurut data CoinWarz. Kenaikan ini bertepatan dengan sinyal Hash Ribbon yang menunjukkan kapitulasi miner, yaitu kondisi di mana biaya penambangan BTC lebih tinggi dari keuntungan melakukan penjualan BTC yang didapat. Situasi tersebut sering kali menjadi indikator titik bottom harga BTC.
Baca juga: Bitcoin Bullish Jelang Rilis Data CPI Februari Imbas Kenaikan Difficulty
Sumber: CoinWarz
Data dari Glassnode mengonfirmasi bahwa kapitulasi miner dimulai sejak awal Februari, dengan harga Bitcoin yang turun lebih dari 4% bulan ini. Jika pola historis ini berulang, harga BTC bisa mencapai titik bottom di sekitar $91.000 sebelum mengalami rebound. Hal ini mirip dengan sinyal kapitulasi terakhir pada Oktober 2024, yang kemudian diikuti oleh lonjakan harga sekitar 50%.
Reku’s takeaway: Meningkatnya hash rate Bitcoin, yang mencapai rekor tertinggi pada 4 Februari, membuat persaingan mining semakin ketat. Jika tekanan ini berlanjut, miner yang kurang efisien bisa menghentikan operasional mining farm mereka yang dapat berimbas pada kembali meningkatnya profitabilitas miner yang masih beroperasi. Kondisi tersebut seringkali mengiringi terjadinya situasi rebound terhadap harga BTC di pasar.
Disclaimer: Pergerakan harga aset crypto sangat fluktuatif, harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Pergerakan harga aset crypto dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus Anda gali informasinya. Investasi aset Anda di aset crypto merupakan investasi beresiko tinggi. Semua keputusan jual beli aset crypto Anda merupakan keputusan Anda sendiri dan tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Artikel ini hanya bersifat informasional dan bukan merupakan saran atau rekomendasi investasi.