Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Berapa Harga Bitcoin Tertinggi? Ini Jawabannya dan Tips Untukmu!
Crypto
Bagikan!

Berapa Harga Bitcoin Tertinggi? Ini Jawabannya dan Tips Untukmu!

29 July 2026
3 menit membaca
Berapa Harga Bitcoin Tertinggi? Ini Jawabannya dan Tips Untukmu!

Bitcoin dikenal sebagai aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2009, pergerakan harganya telah mengalami berbagai fase, mulai dari lonjakan ekstrem hingga koreksi yang tajam. Salah satu momen yang selalu menjadi perhatian investor adalah ketika Bitcoin mencetak all-time high (ATH) atau harga tertinggi sepanjang masa.

Lalu, berapa harga Bitcoin tertinggi yang pernah tercatat? Apakah Bitcoin masih mampu mencetak rekor baru setelahnya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu All-Time High (ATH)?

All-Time High (ATH) adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan harga tertinggi yang pernah dicapai suatu aset sejak pertama kali diperdagangkan. Dalam dunia kripto, ATH sering dijadikan acuan untuk:

  • Mengukur performa jangka panjang suatu aset.
  • Melihat seberapa besar potensi kenaikan maupun koreksi harga.
  • Menjadi indikator psikologis pasar ketika investor mulai mengalami euforia.

Namun, ATH bukan berarti harga tersebut akan menjadi batas maksimal selamanya. Bitcoin sendiri telah berkali-kali memecahkan rekor ATH baru sejak pertama kali diperdagangkan.

Berapa harga Bitcoin tertinggi?

Hingga tahun 2026, harga Bitcoin tertinggi yang pernah tercatat berada di kisaran US$126.200 per BTC, yang dicapai pada 6 Oktober 2025. Rekor tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Bitcoin karena berhasil melampaui ATH sebelumnya yang sempat bertahan selama beberapa tahun. Setelah mencapai level tersebut, Bitcoin mengalami fase koreksi dan sepanjang 2026 belum berhasil mencetak rekor harga baru. Saat artikel ini diperbarui, harga Bitcoin masih bergerak jauh di bawah level ATH tersebut.

Meski demikian, koreksi setelah ATH bukanlah hal baru bagi Bitcoin. Dalam beberapa siklus sebelumnya, aset ini juga sempat mengalami penurunan puluhan persen sebelum kembali membentuk tren kenaikan pada periode berikutnya.

Riwayat harga Bitcoin tertinggi dari tahun ke tahun

Perjalanan Bitcoin menunjukkan bagaimana aset digital ini berkembang dari proyek eksperimental menjadi salah satu instrumen investasi global.

Berikut gambaran beberapa tonggak pentingnya:

  1. 2013 – Bitcoin pertama kali menembus US$1.000.
  2. 2017 – Harga mendekati US$20.000 seiring meningkatnya minat investor ritel.
  3. 2021 – Bitcoin mencetak ATH baru di kisaran US$69.000 berkat adopsi institusi dan peluncuran berbagai produk investasi kripto.
  4. 2025 – Bitcoin kembali mencatat rekor baru di sekitar US$126.200, menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah hingga pembaruan tahun 2026.

Setiap ATH baru umumnya terjadi setelah periode akumulasi yang cukup panjang, diikuti peningkatan permintaan dan sentimen positif terhadap pasar kripto.

Faktor yang membuat Bitcoin Mencapai Harga Tertinggi

Tidak ada satu faktor tunggal yang menyebabkan Bitcoin mencetak ATH. Biasanya, kenaikan harga dipengaruhi kombinasi beberapa faktor berikut.

  1. Permintaan institusional meningkat
    Masuknya perusahaan besar, manajer aset, hingga institusi keuangan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Ketika institusi melakukan akumulasi dalam jumlah besar, suplai Bitcoin yang tersedia di pasar menjadi lebih terbatas sehingga tekanan beli meningkat.
  2. Efek halving
    Bitcoin memiliki mekanisme halving, yaitu pengurangan reward penambangan setiap sekitar empat tahun sekali. Karena jumlah Bitcoin baru yang beredar menjadi lebih sedikit, kelangkaan aset meningkat. Jika permintaan tetap tinggi, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga dalam jangka panjang.
  3. Kondisi ekonomi global
    Saat inflasi meningkat atau kebijakan moneter berubah, sebagian investor mencari alternatif aset selain uang tunai maupun obligasi. Bitcoin sering dianggap sebagai salah satu aset alternatif yang menarik, meskipun karakteristik risikonya masih tergolong tinggi dibandingkan instrumen investasi tradisional.
  4. Sentimen pasar
    Berita positif, perkembangan regulasi, hingga meningkatnya adopsi blockchain dapat meningkatkan optimisme investor. Sebaliknya, sentimen negatif juga dapat memicu koreksi harga dalam waktu singkat.

Apakah Bitcoin masih bisa mencetak ATH baru?

Tidak ada pihak yang dapat memastikan arah harga Bitcoin di masa depan. Namun, banyak analis tetap memperhatikan beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga, seperti:

  • perkembangan regulasi aset kripto;
  • arus investasi dari institusi;
  • kondisi ekonomi global;
  • adopsi teknologi blockchain;
  • likuiditas pasar.

Jika faktor-faktor tersebut kembali mendukung, peluang Bitcoin mencetak ATH baru tetap terbuka. Di sisi lain, investor juga perlu memahami bahwa volatilitas Bitcoin masih sangat tinggi sehingga potensi kenaikan selalu disertai risiko penurunan harga yang signifikan.

Apakah membeli Bitcoin saat harga tinggi masih menarik?

Banyak investor ragu membeli Bitcoin ketika harganya sudah naik jauh. Padahal, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada posisi harga saat ini, tetapi juga mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan.

Beberapa pendekatan yang sering diterapkan antara lain:

  • Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli Bitcoin secara berkala dengan nominal tetap.
  • Investasi jangka panjang berdasarkan keyakinan terhadap perkembangan teknologi blockchain.
  • Trading jangka pendek dengan memanfaatkan volatilitas harga.

Setiap strategi memiliki kelebihan dan risiko masing-masing sehingga penting untuk melakukan riset sebelum mengambil keputusan.

Diversifikasi juga penting

Meski Bitcoin menjadi aset kripto terbesar, bukan berarti seluruh portofolio sebaiknya hanya berisi satu aset. Diversifikasi tetap menjadi salah satu prinsip penting dalam investasi karena dapat membantu mengurangi risiko.

Selain aset kripto, sebagian investor juga mulai melirik saham Amerika dari perusahaan-perusahaan global yang bergerak di sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kesehatan, maupun energi.

Melalui satu aplikasi, kamu kini dapat mengakses berbagai pilihan instrumen investasi sehingga proses membangun portofolio menjadi lebih praktis. Di Reku, misalnya, kamu bisa berinvestasi maupun trading aset kripto sekaligus membeli saham Amerika sesuai kebutuhan dan strategi investasimu.

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    10 Aplikasi Bitcoin di Indonesia Terbaik untuk Pemula
  1. 10 Aplikasi Bitcoin di Indonesia Terbaik untuk Pemula
  2. 19 July 2026
    1 menit membaca
    Crypto
    Perbedaan Altcoin dan Memecoin, Mana yang Cocok untuk Kamu?
  3. Perbedaan Altcoin dan Memecoin, Mana yang Cocok untuk Kamu?
  4. 17 July 2026
    1 menit membaca
    Crypto
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku