Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Bitcoin Dominance

Bagikan!
Bagikan!

Bitcoin Dominance adalah metrik yang menunjukkan persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh crypto. Secara sederhana, Bitcoin Dominance menggambarkan seberapa besar pengaruh Bitcoin di pasar kripto secara keseluruhan. Metrik ini penting karena dapat memberikan gambaran tentang sentimen pasar: ketika Bitcoin Dominance tinggi, artinya Bitcoin lebih diminati dibandingkan altcoin, dan sebaliknya.

Mengapa Bitcoin Dominance begitu penting? Karena angka ini dapat membantu investor dan trader memahami dinamika pasar kripto. Ketika Bitcoin Dominance naik, biasanya hal ini menunjukkan bahwa investor lebih cenderung memilih Bitcoin sebagai aset yang lebih “aman” di tengah ketidakpastian. Sebaliknya, jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa jadi pertanda bahwa minat terhadap altcoin sedang meningkat, yang sering kali terjadi pada saat pasar sedang dalam fase bullish.

Sejarah dan Perkembangan Bitcoin Dominance

Sejak awal kemunculannya, Bitcoin Dominance telah mengalami berbagai perubahan signifikan. Di tahun-tahun pertama Bitcoin, dominasi ini sangat tinggi, bahkan mendekati 100%, karena Bitcoin adalah satu-satunya crypto yang dikenal luas. Namun, seiring waktu, kemunculan altcoin seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin mulai mengurangi dominasi Bitcoin.

Saat bull market di tahun 2017, dominasi Bitcoin mengalami penurunan drastis hingga mencapai titik terendah di bawah 40%. Hal ini dipicu oleh lonjakan minat terhadap altcoin, khususnya dengan kemunculan proyek-proyek ICO (Initial Coin Offering). Di sisi lain, saat bear market, investor cenderung kembali ke Bitcoin sebagai aset yang dianggap lebih stabil, yang menyebabkan Bitcoin Dominance meningkat.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin Dominance seringkali terpengaruh oleh tren besar di industri kripto, seperti munculnya DeFi (Decentralized Finance) dan NFT (Non-Fungible Tokens). Kedua tren ini menciptakan gelombang minat baru terhadap altcoin, yang lagi-lagi menantang posisi Bitcoin di pasar. Dengan dinamika seperti ini, fluktuasi Bitcoin Dominance menjadi indikator penting bagi investor dalam mengantisipasi pergerakan pasar.

Baca Juga: Bitcoin Indonesia: Tren Terbaru, Cara Beli, dan Keuntungannya

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bitcoin Dominance

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi Bitcoin Dominance meliputi:

  • Pergerakan Harga Bitcoin: Ketika harga Bitcoin naik lebih cepat dibandingkan altcoin, dominasi Bitcoin biasanya ikut naik. Sebaliknya, jika altcoin mengalami kenaikan yang lebih tinggi, Bitcoin Dominance cenderung menurun.
  • Performa Altcoin: Altcoin dengan inovasi baru atau use case yang menarik dapat menggeser dominasi Bitcoin. Misalnya, popularitas Ethereum dengan ekosistem smart contract-nya, atau altcoin lainnya yang menawarkan fitur unik.
  • Kondisi Pasar Global: Sentimen pasar global juga berpengaruh, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi. Saat pasar sedang risk-off, investor cenderung memilih Bitcoin sebagai aset yang lebih “aman,” sehingga meningkatkan Bitcoin Dominance.
  • Adopsi dan Regulasi: Tingkat adopsi dan perubahan regulasi terhadap Bitcoin dan altcoin dapat mempengaruhi dominasi. Misalnya, jika ada regulasi ketat terhadap altcoin, dominasi Bitcoin bisa meningkat karena dianggap lebih stabil.

Dampak Bitcoin Dominance terhadap Pasar Kripto

Bitcoin Dominance memiliki dampak besar terhadap sentimen dan perilaku pasar kripto. Ketika Bitcoin Dominance tinggi, ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar sedang dalam mode konservatif, dengan investor lebih memilih Bitcoin daripada mengambil risiko pada altcoin. Hal ini sering terjadi di saat-saat ketidakpastian atau volatilitas tinggi.

Sebaliknya, ketika Bitcoin Dominance menurun, ini bisa menandakan bahwa minat terhadap altcoin sedang meningkat. Investor merasa lebih percaya diri untuk menempatkan dana mereka di altcoin, yang biasanya terjadi di pasar yang lebih bullish. Ini bisa mendorong kenaikan harga altcoin lebih cepat dibandingkan Bitcoin, menciptakan apa yang dikenal sebagai “altcoin season.”

Namun, penting untuk diingat bahwa perubahan dalam Bitcoin Dominance juga dapat memengaruhi biaya trading dan likuiditas di pasar kripto. Dominasi yang tinggi biasanya dikaitkan dengan likuiditas yang lebih baik di Bitcoin, sementara dominasi yang rendah dapat menyebabkan spread yang lebih besar dan biaya trading yang lebih tinggi di altcoin.

Baca Juga: Cara Beli Bitcoin Tanpa Ribet! Langsung Mulai Investasi Hari Ini

Cara Menggunakan Bitcoin Dominance dalam Trading

Berikut beberapa strategi untuk memanfaatkan Bitcoin Dominance dalam trading:

  1. Mengidentifikasi Musim Altcoin: Ketika Bitcoin Dominance turun signifikan, ini bisa menjadi sinyal bahwa altcoin sedang menguat. Trader bisa memanfaatkan momen ini untuk beralih ke altcoin yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar.
  2. Mengatur Portofolio Investasi: Gunakan Bitcoin Dominance untuk menentukan proporsi investasi antara Bitcoin dan altcoin. Dominasi yang tinggi bisa menjadi indikasi untuk memperkuat alokasi di Bitcoin, sedangkan dominasi yang menurun bisa mendorong diversifikasi ke altcoin.
  3. Memilih Momen Masuk dan Keluar: Dengan memahami pergerakan Bitcoin Dominance, trader dapat memilih momen yang tepat untuk masuk atau keluar dari posisi. Saat dominasi meningkat, ini bisa menjadi sinyal untuk masuk ke Bitcoin, dan sebaliknya untuk altcoin.

Masa Depan Bitcoin Dominance

Ke depan, Bitcoin Dominance mungkin akan terus mengalami fluktuasi seiring perkembangan teknologi blockchain dan munculnya aset kripto baru. Dengan inovasi seperti layer-2 solutions, cross-chain interoperability, dan peningkatan adopsi altcoin, dominasi Bitcoin bisa semakin tergerus. Namun, Bitcoin tetap memiliki posisi kuat sebagai “emas digital” dan aset kripto yang paling dikenal di dunia. Seberapa besar Bitcoin Dominance di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin dan ekosistemnya untuk terus beradaptasi dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan pasar yang cepat.

Bagikan!
Kata Lainnya
Interoperability

Interoperability adalah kemampuan berbagai sistem, perangkat lunak, atau teknologi yang berbeda untuk bekerja sama, bertukar informasi, dan menggunakan data secara efisien meskipun mereka dibangun dengan kerangka atau standar yang berbeda. Dalam dunia teknologi, terutama dalam konteks blockchain

Cryptography

Cryptography adalah ilmu dan teknik untuk mengamankan komunikasi dan data dari akses yang tidak sah. Pada dasarnya, kriptografi bertujuan untuk melindungi informasi agar hanya dapat dibaca oleh pihak yang dituju, serta menjaga integritas data tersebut dari modifikasi oleh pihak lain. Dalam dunia

Cold Storage

Cold Storage adalah metode penyimpanan aset kripto yang dilakukan secara offline, biasanya untuk tujuan keamanan. Dalam dunia kripto, keamanan menjadi prioritas utama karena risiko peretasan dan pencurian yang cukup tinggi. Cold Storage adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi aset digital

Application-Specific Integrated Circuit (ASIC)

Application-Specific Integrated Circuit (ASIC) adalah jenis chip yang dirancang khusus untuk menjalankan tugas tertentu dalam sebuah sistem elektronik. Tidak seperti prosesor umum seperti CPU yang dapat menjalankan berbagai jenis program, ASIC dirancang untuk satu tujuan spesifik, misalnya mengol

Hash Rate

Hash rate adalah ukuran seberapa cepat suatu perangkat atau jaringan blockchain dapat melakukan komputasi untuk menyelesaikan algoritma hash. Dalam konteks penambangan mata uang kripto seperti Bitcoin, hash rate mengukur jumlah kalkulasi yang dapat dilakukan penambang untuk menemukan solusi dari