Custody adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan dan investasi untuk menggambarkan layanan penyimpanan dan perlindungan aset, seperti saham, obligasi, atau kripto, oleh lembaga keuangan profesional. Dalam konteks ini, custody berarti menjaga dan mengelola aset atas nama investor, dengan tujuan memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Baca juga: Self Custody: Sebuah Cara Mengelola Aset Kripto dengan Mandiri dan Aman
Ada beberapa jenis layanan custody yang umum digunakan:
Layanan custody memiliki beberapa fungsi dan manfaat penting:
Meskipun custody menawarkan banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
Memilih penyedia layanan custody yang tepat penting untuk memastikan bahwa aset kamu dikelola dengan baik. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi:
APR atau Annual Percentage Rate adalah persentase yang menunjukkan biaya total dari suatu pinjaman atau investasi dalam jangka waktu satu tahun. Angka ini mencakup tidak hanya suku bunga dasar, tetapi juga berbagai biaya tambahan yang terkait dengan produk keuangan tersebut. APR memberikan gambar
Application-Specific Integrated Circuit (ASIC) adalah jenis chip yang dirancang khusus untuk menjalankan tugas tertentu dalam sebuah sistem elektronik. Tidak seperti prosesor umum seperti CPU yang dapat menjalankan berbagai jenis program, ASIC dirancang untuk satu tujuan spesifik, misalnya mengol
51% attack adalah penyerangan sistem blockchain yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan berhasil menguasai lebih dari 50% dari keseluruhan hashing power sebuah jaringan.
Double Spending adalah salah satu masalah utama yang dihadapi dalam dunia digital, khususnya dalam transaksi kripto. Ini merujuk pada risiko di mana seseorang dapat menggunakan unit mata uang digital yang sama lebih dari satu kali. Karena uang digital hanya berupa data, bukan benda fisik seperti
Gross Profit Margin (GPM) adalah salah satu metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. Metrik ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatan yang dihasilkan setelah dikurangi biaya barang yang terjual (COGS). Dengan ka