Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Fear Of Missing Out (FOMO)

Bagikan!
Bagikan!

Fear Of Missing Out (FOMO) adalah fenomena psikologis yang sering kali mempengaruhi perilaku investor, terutama dalam pasar kripto yang sangat fluktuatif. FOMO merujuk pada perasaan cemas atau takut tertinggal dalam kesempatan besar ketika melihat orang lain meraih keuntungan besar dari investasi. Di dunia kripto, ini dapat mendorong seseorang untuk membeli aset secara impulsif saat harga melonjak, tanpa mempertimbangkan risiko atau strategi investasi yang matang. Namun, keputusan yang didasari oleh FOMO sering kali berakhir dengan kerugian karena tidak mempertimbangkan analisis pasar yang tepat.

Dampak FOMO pada Investasi Kripto

FOMO dapat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan volatilitas harga dalam pasar kripto. Ketika sekelompok besar investor mengalami FOMO, permintaan terhadap aset kripto meningkat secara tiba-tiba, yang pada gilirannya mendorong harga naik. Namun, setelah euforia mereda, harga aset sering kali kembali turun, meninggalkan investor yang terburu-buru membeli di puncak harga.

Salah satu contoh nyata dari FOMO adalah lonjakan harga Bitcoin pada tahun 2017. Banyak investor yang membeli Bitcoin ketika harganya mencapai puncak karena khawatir ketinggalan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar. Namun, setelah harga mencapai puncaknya, Bitcoin mengalami koreksi signifikan, dan banyak investor yang mengalami kerugian besar.

Baca juga: Apa Itu FOMO?

Cara Menghindari FOMO

Mengelola FOMO adalah salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh setiap investor, terutama dalam pasar kripto yang bergerak cepat. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi oleh FOMO:

  1. Lakukan Riset Mendalam

Fear Of Missing Out (FOMO) adalah perasaan yang bisa dihindari jika kamu melakukan riset dan memahami fundamental aset kripto yang ingin kamu beli. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena ada lonjakan harga yang drastis.

  1. Tentukan Strategi Investasi yang Jelas

Membuat rencana investasi yang matang dan menetapkan batasan-batasan seperti kapan harus masuk dan keluar dari pasar bisa membantu mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh FOMO. Dengan strategi yang baik, kamu akan lebih fokus pada tujuan jangka panjang daripada keuntungan instan.

  1. Tetap Tenang dalam Situasi Volatil

Pasar kripto dikenal sangat fluktuatif. Jangan biarkan pergerakan harga jangka pendek memengaruhi emosi atau keputusan investasi kamu. Memahami bahwa volatilitas adalah bagian dari pasar akan membantumu tetap tenang dan rasional.

Fear Of Missing Out (FOMO) adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh investor kripto. FOMO dapat menyebabkan keputusan impulsif yang berisiko dan berujung pada kerugian finansial. Untuk menghindari dampak negatif dari FOMO, penting bagi investor untuk melakukan riset mendalam, memiliki strategi investasi yang jelas, dan tetap tenang dalam situasi volatil. Menghindari FOMO bukan hanya tentang menghindari kerugian, tetapi juga tentang membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan terukur.

 

Bagikan!
Kata Lainnya
Blockchain

Blockchain adalah teknologi yang menyimpan informasi dalam “blok” yang terhubung membentuk “rantai”. Struktur ini berfungsi sebagai buku besar digital yang mencatat transaksi dengan cara yang aman dan transparan. Setiap blok di dalam blockchain berisi beberapa elemen kunci: Data Transaksi: Mencat

ASIC-Resistant

ASIC-Resistant adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan algoritma atau protokol dalam dunia kripto yang dirancang untuk mencegah atau mengurangi keuntungan penggunaan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dalam proses penambangan. Cara Kerja ASIC-Resistant Cara kerja ASIC-resist

Bid Price

Bid price adalah harga yang diinginkan oleh pembeli untuk membeli suatu aset, baik itu saham, kripto, atau aset lainnya. Ini adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli pada saat tertentu di pasar. Secara sederhana, bid price mencerminkan seberapa besar permintaan terhadap suatu ase

Black Swan Event

Black Swan Event adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang berjudul The Black Swan: The Impact of the Highly Improbable. Secara sederhana, Black Swan Event merujuk pada peristiwa yang sangat tidak terduga, memiliki dampak besar, dan seringkali ba

Cryptography

Cryptography adalah ilmu dan teknik untuk mengamankan komunikasi dan data dari akses yang tidak sah. Pada dasarnya, kriptografi bertujuan untuk melindungi informasi agar hanya dapat dibaca oleh pihak yang dituju, serta menjaga integritas data tersebut dari modifikasi oleh pihak lain. Dalam dunia