Gas merujuk pada unit biaya yang diperlukan untuk menjalankan transaksi atau kontrak pintar (smart contract) di jaringan blockchain, terutama pada jaringan Ethereum. Dalam konteks ini, gas tidak hanya merepresentasikan biaya, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme untuk mengukur dan mendorong penggunaan sumber daya jaringan. Setiap kali pengguna melakukan transaksi atau berinteraksi dengan smart contract, mereka perlu membayar sejumlah gas untuk menutupi biaya komputasi yang diperlukan untuk memproses permintaan tersebut.
Baca juga: Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis: Panduan untuk Para Pejuang Cuan
Setiap transaksi di jaringan blockchain membutuhkan komputasi dan penyimpanan data, yang berarti bahwa sumber daya jaringan harus digunakan. Gas adalah ukuran yang digunakan untuk menilai jumlah komputasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi. Biaya gas biasanya dinyatakan dalam Gwei, yang merupakan sub-unit dari Ether (ETH), mata uang asli Ethereum. Sebagai contoh, jika biaya gas untuk transaksi ditetapkan sebesar 20 Gwei dan pengguna ingin mentransfer sejumlah Ether, biaya total akan dihitung berdasarkan jumlah gas yang diperlukan untuk transaksi tersebut.
Setiap jenis transaksi memiliki biaya gas yang berbeda. Misalnya, mentransfer ETH dari satu alamat ke alamat lain akan membutuhkan lebih sedikit gas dibandingkan dengan menjalankan smart contract yang kompleks. Pengguna dapat mengatur jumlah gas yang mereka bersedia bayar, dan jika mereka menawarkan biaya gas yang lebih tinggi, transaksi mereka akan diprioritaskan oleh miner, yang berfungsi untuk memproses transaksi di jaringan.
Gas memiliki beberapa fungsi penting dalam ekosistem blockchain. Pertama, gas membantu mencegah spam di jaringan. Dengan adanya biaya yang harus dibayar untuk setiap transaksi, pengguna tidak akan dengan sembarangan mengirimkan transaksi yang tidak perlu. Ini membantu menjaga keandalan dan efisiensi jaringan.
Kedua, gas juga berfungsi sebagai insentif bagi para miner. Miner adalah individu atau entitas yang bertugas untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain. Biaya gas yang dibayarkan oleh pengguna menjadi imbalan bagi miner atas usaha mereka dalam memproses transaksi dan menjaga keamanan jaringan. Dengan demikian, gas berperan penting dalam memastikan keberlanjutan dan keamanan jaringan blockchain.
Biaya gas di jaringan Ethereum dapat berfluktuasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat permintaan untuk transaksi dan kompleksitas transaksi yang diajukan. Saat ada lonjakan aktivitas di jaringan, biaya gas dapat meningkat secara signifikan, menyebabkan pengguna harus membayar lebih untuk memastikan transaksi mereka diproses dengan cepat. Oleh karena itu, pengguna sering kali memantau biaya gas sebelum melakukan transaksi untuk menghindari biaya yang tidak perlu.
Ada juga berbagai alat dan layanan yang tersedia untuk membantu pengguna memantau dan memperkirakan biaya gas yang diperlukan untuk transaksi tertentu. Dengan memahami dan mengelola biaya gas, pengguna dapat mengoptimalkan biaya transaksi mereka dan memastikan pengalaman pengguna yang lebih baik dalam ekosistem blockchain.
Immutability merujuk pada sifat suatu sistem atau data yang tidak dapat diubah setelah dibuat atau dicatat. Dalam konteks teknologi blockchain, immutability adalah fitur utama yang memastikan bahwa setelah transaksi atau blok data ditambahkan ke blockchain, data tersebut tidak dapat diubah atau d
All-Time Low (ATL) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan harga terendah yang pernah dicapai oleh suatu aset sepanjang sejarah perdagangan aset tersebut. ATL sering digunakan dalam konteks saham, kripto, komoditas, dan instrumen keuangan lainnya. Ketika sebuah aset mencapai ATL, ini be
Margin trading adalah metode trading di mana investor meminjam dana dari platform atau broker untuk memperbesar daya beli aset yang ingin ditransaksikan.
Hash rate adalah ukuran seberapa cepat suatu perangkat atau jaringan blockchain dapat melakukan komputasi untuk menyelesaikan algoritma hash. Dalam konteks penambangan mata uang kripto seperti Bitcoin, hash rate mengukur jumlah kalkulasi yang dapat dilakukan penambang untuk menemukan solusi dari
Forced liquidation adalah proses di mana aset atau posisi yang dimiliki oleh seorang investor atau trader dijual paksa oleh platform perdagangan atau lembaga keuangan untuk menutupi kerugian atau memenuhi persyaratan margin. Proses ini terjadi ketika nilai aset turun di bawah tingkat margin minim