10 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan untuk Masa Depan
Mencari investasi yang aman dan menguntungkan tidak selalu berarti harus memilih aset dengan potensi keuntungan paling tinggi. Justru, investasi yang baik adalah investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu, serta kemampuan kamu dalam menghadapi risiko. Dengan memahami karakteristik setiap instrumen, kamu bisa menentukan pilihan secara lebih rasional dan tidak mudah terpengaruh tren.
Saat ini, pilihan investasi juga semakin beragam. Selain emas, deposito, dan saham Indonesia, kamu bisa mempertimbangkan saham Amerika, ETF, hingga aset kripto. Masing-masing memiliki peluang dan risiko yang berbeda. Karena itu, sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami cara kerja aset tersebut dan menyesuaikannya dengan strategi keuangan kamu.
Cara Memilih Investasi yang Aman dan Menguntungkan
Setelah mengetahui berbagai jenis investasi, jangan langsung memilih hanya berdasarkan aset dengan potensi keuntungan terbesar. Pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Tentukan tujuan investasi
Tentukan apakah dana digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, membeli rumah, dana pendidikan, pensiun, atau membangun kekayaan dalam jangka panjang. - Kenali profil risiko
Pahami seberapa besar penurunan nilai yang masih dapat kamu toleransi tanpa mengganggu kondisi keuangan. - Sesuaikan dengan jangka waktu
Investasi untuk kebutuhan satu tahun tentu membutuhkan strategi yang berbeda dari tujuan finansial 10 tahun ke depan. - Diversifikasi aset
Menggabungkan beberapa jenis aset dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu instrumen. - Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi
Pastikan kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah terpenuhi sebelum menempatkan dana pada aset berisiko. - Evaluasi secara berkala
Tinjau kembali portofolio dan pastikan komposisinya masih sesuai dengan tujuan serta kondisi finansial kamu.
10 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan
Supaya kamu lebih terarah, berikut daftar investasi aman dan menguntungkan untuk pemula yang bisa kamu pilih.
1. Emas
Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu aset untuk menyimpan dan menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Pergerakan harga emas memang dapat mengalami naik turun, tetapi emas sering digunakan sebagai salah satu aset diversifikasi karena karakteristiknya berbeda dari aset seperti saham. Emas dapat dipertimbangkan untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Namun, jika tujuanmu adalah mendapatkan pendapatan rutin, emas mungkin bukan pilihan utama karena keuntungan umumnya berasal dari kenaikan harga.
Kamu bisa memilih emas fisik maupun emas digital sesuai kebutuhan. Ada alternatif digital yang memberikan eksposur langsung terhadap harga emas, salah satunya tokenized gold seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT). Secara sederhana, tokenized gold mengubah kepemilikan emas fisik menjadi token digital. PAXG maupun XAUT memiliki mekanisme 1:1 terhadap emas fisik. Dengan demikian, pergerakan nilainya mengikuti harga emas, bukan seperti aset kripto yang tidak memiliki aset fisik sebagai dasar nilainya.
Jika ingin mendapatkan eksposur emas melalui pasar saham Amerika, ada juga ETF emas seperti SPDR Gold Shares (GLD). GLD memegang emas batangan fisik dan dirancang untuk mengikuti harga emas bullion setelah memperhitungkan biaya pengelolaan. Berbeda dari PAXG dan XAUT, satu unit GLD tidak berarti satu troy ounce emas secara 1:1; GLD merupakan kepemilikan fraksional atas aset emas dalam trust.
2. Saham Indonesia
Saham Indonesia dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan potensi pertumbuhan aset dalam jangka panjang sekaligus memiliki bagian dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Keuntungan saham dapat berasal dari kenaikan harga dan dividen apabila perusahaan membagikannya. Namun, harga saham bisa mengalami fluktuasi sehingga kamu perlu memahami perusahaan yang dibeli, bukan sekadar mengikuti saham yang sedang populer.
Sebelum membeli, kamu bisa melihat kinerja keuangan, prospek industri, model bisnis, utang, hingga valuasi perusahaan. Untuk tujuan jangka panjang, pendekatan berdasarkan fundamental umumnya lebih relevan dibandingkan hanya memperhatikan pergerakan harga dalam waktu singkat.
3. Saham Amerika
Saham Amerika dapat menjadi pilihan menarik jika kamu ingin melakukan diversifikasi ke pasar global. Pasar saham Amerika menjadi rumah bagi banyak perusahaan besar dengan bisnis yang digunakan oleh masyarakat di berbagai negara.
Beberapa contoh perusahaan yang cukup dikenal antara lain Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Google, Meta, Tesla, Ferrri, Nike, Starbucks, Manchester United dan Visa.
Keunggulan lainnya adalah kamu dapat memiliki saham secara fraksional di sejumlah platform, sehingga tidak harus membeli satu lembar saham secara utuh. Di aplikasi Reku investasi saham Amerika dapat dimulai dari US$1 dan tersedia berbagai saham serta ETF global.
4. ETF
ETF atau Exchange Traded Fund adalah pilihan menarik untuk pemula karena konsepnya relatif mudah. Bayangkan kamu ingin membeli saham 500 perusahaan sekaligus. Jika dilakukan satu per satu, prosesnya akan rumit dan membutuhkan modal besar. ETF membuat proses tersebut lebih praktis karena satu produk dapat berisi banyak aset sekaligus.
Contohnya adalah ETF yang mengikuti indeks S&P 500. Dengan membeli ETF jenis ini, kamu mendapatkan eksposur terhadap perusahaan-perusahaan besar yang menjadi bagian dari indeks tersebut, sehingga tidak bergantung pada kinerja satu perusahaan saja. Ada juga QQQ yang memberikan eksposur terhadap perusahaan-perusahaan besar di Nasdaq-100, sehingga banyak digunakan oleh investor yang ingin mendapatkan eksposur lebih besar ke sektor teknologi dan perusahaan growth.
Hal penting yang perlu dipahami adalah ETF tidak otomatis aman hanya karena berisi banyak aset. Risiko tetap bergantung pada isi ETF tersebut. ETF saham dapat mengalami penurunan ketika pasar saham turun, sedangkan ETF emas akan dipengaruhi pergerakan harga emas.
5. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan bagi kamu yang menginginkan instrumen dengan fluktuasi relatif rendah. Dana dalam produk ini umumnya ditempatkan pada instrumen pasar uang dan surat utang dengan jangka waktu pendek.
Karakteristik tersebut membuat reksa dana pasar uang sering dipertimbangkan untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah. Namun, tetap penting untuk memahami bahwa reksa dana pasar uang bukan berarti bebas risiko dan hasil investasi tidak selalu tetap.
6. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana pendapatan tetap umumnya berinvestasi pada instrumen surat utang. Dibandingkan reksa dana pasar uang, instrumen ini memiliki potensi imbal hasil yang berbeda dan dapat mengalami fluktuasi yang lebih terasa.
Reksa dana pendapatan tetap dapat dipertimbangkan untuk tujuan jangka menengah. Sebelum membeli, perhatikan komposisi portofolio, kinerja historis, biaya, serta profil risiko produk.
7. Properti
Properti seperti rumah, apartemen, atau tanah dapat menjadi investasi jangka panjang. Selain berpotensi mengalami kenaikan nilai, properti yang disewakan juga dapat memberikan pemasukan secara berkala.
Namun, investasi properti membutuhkan modal yang relatif besar. Likuiditasnya juga lebih rendah dibandingkan saham atau ETF karena menjual properti membutuhkan waktu.
Karena itu, lokasi menjadi salah satu faktor penting. Kamu juga perlu memperhitungkan biaya perawatan, pajak, biaya transaksi, serta potensi pendapatan sewa sebelum membeli properti sebagai investasi.
8. Deposito
Deposito dapat menjadi pilihan bagi kamu yang mengutamakan stabilitas. Dana ditempatkan dalam jangka waktu tertentu dan mendapatkan bunga sesuai ketentuan bank.
Dibandingkan saham atau aset kripto, pergerakan nilai deposito cenderung lebih mudah diprediksi. Namun, potensi imbal hasilnya juga biasanya lebih terbatas. Sebelum memilih deposito, perhatikan tingkat bunga, tenor, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, serta aspek penjaminan dana yang berlaku.
9. Surat Berharga Negara
Surat Berharga Negara atau SBN merupakan instrumen yang diterbitkan oleh pemerintah dan dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakteristik pendapatan tetap.
SBN ritel juga memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan nominal yang lebih terjangkau dibandingkan banyak instrumen lainnya. Selain berpotensi memberikan imbal hasil berkala, SBN dapat digunakan sebagai salah satu komponen diversifikasi portofolio.
Tetap pahami tenor, kupon atau imbal hasil, mekanisme pencairan, serta karakteristik produk SBN yang kamu pilih sebelum membeli.
10. Aset Crypto
Aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dapat menjadi bagian dari portofolio bagi kamu yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi. Berbeda dari emas tokenized seperti PAXG dan XAUT, sebagian besar aset kripto tidak memiliki emas atau aset fisik tertentu sebagai underlying.
Potensi pertumbuhannya memang menarik, tetapi volatilitasnya juga tinggi. Harga dapat berubah signifikan dalam waktu singkat karena dipengaruhi sentimen pasar, permintaan dan penawaran, perkembangan industri, hingga kondisi makroekonomi. Karena itu, kripto sebaiknya dialokasikan secara terukur dan menggunakan dana dingin.
Investasi Aman dan Menguntungkan di Aplikasi Apa?
Saat ini, investasi dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui aplikasi. Namun, kemudahan tersebut sebaiknya tetap diimbangi dengan memastikan platform yang digunakan memiliki legalitas dan layanan yang jelas.
Jika kamu ingin mengakses investasi saham Amerika dan aset kripto dalam satu platform, Reku dapat menjadi pilihan yang tepat. Melalui Reku, kamu dapat berinvestasi pada saham Amerika dan ETF dengan modal $1, sekaligus mengakses berbagai aset kripto yang bisa dibeli dengan modal 5 ribu.
Reku juga menyediakan berbagai informasi pasar yang dapat membantu kamu mengenali aset sebelum mengambil keputusan investasi.
Tunggu apalagi, download aplikasinya sekarang dan jadi investor aset global!

