Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Pasar Saham AS Menguat Sepekan, Investor Mulai Beralih ke Sektor Defensif
Analisa Saham AS
Share!

Pasar Saham AS Menguat Sepekan, Investor Mulai Beralih ke Sektor Defensif

09 January 2026
4 min read
Pasar Saham AS Menguat Sepekan, Investor Mulai Beralih ke Sektor Defensif

Key Takeaways:

  • Saham Pilihan: Wall Street menutup pekan dengan penguatan moderat, ditopang oleh rotasi sektor dan optimisme bahwa The Fed semakin dekat ke fase pelonggaran kebijakan moneter.
  • Update Saham: Dow Jones memimpin kenaikan seiring penguatan saham-saham industri dan defensif, sementara saham teknologi besar tetap menjadi penopang Nasdaq meski dengan laju yang lebih selektif.
  • Berita Sepekan: Fokus pasar tertuju pada data tenaga kerja AS, pergerakan yield obligasi, serta sinyal lanjutan kebijakan suku bunga The Fed di tengah ekonomi yang mulai melambat secara terkendali.

Dalam sepekan terakhir, pasar saham AS bergerak menguat secara bertahap. Sentimen positif didorong oleh ekspektasi soft landing, stabilnya data makro utama, serta keyakinan bahwa suku bunga acuan telah berada di puncaknya. Meski reli tidak agresif, investor terlihat lebih berani mengambil risiko secara selektif, terutama di sektor non-teknologi.

Kinerja Indeks Saham AS Sepekan Terakhir

  • S&P 500: +0,92%
  • Nasdaq Composite: +1,05%
  • Dow Jones Industrial Average (DJIA): +1,83%

Kenaikan DJIA yang lebih besar mencerminkan rotasi ke saham-saham value dan siklis, sementara penguatan Nasdaq menandakan minat investor terhadap teknologi dan AI masih berlanjut meski tidak seagresif bulan-bulan sebelumnya.

 

Sorotan Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar Minggu Ini

Ekspektasi Kebijakan The Fed Mulai Lebih Jelas

Investor semakin yakin bahwa The Fed berada di fase akhir siklus pengetatan. Pernyataan pejabat The Fed yang cenderung data dependent memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga secara bertahap dalam beberapa kuartal ke depan, selama inflasi terus bergerak turun dan pasar tenaga kerja melunak secara terukur.

Data Tenaga Kerja Tetap Solid, Tapi Melambat

Data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi yang masih sehat, namun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Kombinasi ini dipandang positif oleh pasar karena mengurangi risiko resesi tajam tanpa memicu tekanan inflasi baru.

Yield Obligasi Mulai Stabil

Yield US Treasury bergerak lebih stabil dibanding pekan-pekan sebelumnya. Stabilitas ini memberikan ruang bagi saham, terutama sektor industri dan finansial, untuk menguat tanpa tekanan valuasi berlebih seperti yang biasa terjadi saat yield melonjak.

 

Saham & Sektor yang Menjadi Highlight Minggu Ini

Dow Jones Didukung Saham Industri & Defensif

Kenaikan DJIA ditopang oleh saham-saham industri, energi, dan defensif. Sentimen belanja infrastruktur, pertahanan, serta ekspektasi permintaan yang lebih stabil membantu sektor ini outperform dibanding indeks lain.

Teknologi & AI Masih Positif, Tapi Selektif

Saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, dan Alphabet tetap menopang Nasdaq. Namun investor mulai lebih selektif, dengan fokus pada emiten yang memiliki pertumbuhan earnings nyata dan arus kas kuat, bukan sekadar narasi AI.

Rotasi Sektor Makin Terlihat

Selain teknologi, sektor healthcare, industrials, dan consumer staples menunjukkan performa relatif solid. Hal ini mengindikasikan pasar mulai mencari keseimbangan antara growth dan defensif di tengah ketidakpastian makro.

 

Reku Takeaway

  • Tren jangka menengah masih positif. Kenaikan indeks mencerminkan optimisme pasar terhadap skenario soft landing.
  • Rotasi sektor jadi kunci. Penguatan tidak hanya terpusat di Big Tech, menandakan struktur pasar yang lebih sehat.
  • The Fed tetap faktor utama. Data inflasi dan tenaga kerja selanjutnya akan menentukan keberlanjutan reli.
  • Selektivitas makin penting. Saham dengan fundamental kuat dan valuasi rasional berpotensi outperform.
  • Volatilitas masih terbuka. Meski tren positif, pergerakan jangka pendek tetap sensitif terhadap data dan komentar bank sentral.

Secara keseluruhan, Wall Street mengakhiri pekan dengan nada konstruktif. Pasar kini memasuki fase menunggu katalis lanjutan, dengan arah data ekonomi dan kebijakan The Fed sebagai penentu apakah reli dapat berlanjut atau pasar kembali bergerak konsolidatif dalam beberapa pekan ke depan.

 

Investasi Saham AS Sekarang!

Berita Saham dalam Sepekan Terakhir

  • 🌍 Bullish – Alibaba Group Holding Ltd. meluncurkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu restoran menampilkan interior mereka dalam bentuk gambar 3D, sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis lokal dan menyaingi Meituan di sektor kuliner China. Melalui unit peta dan layanan lokalnya, Amap, restoran cukup mengunggah foto atau video untuk menghasilkan visual 3D yang imersif, dengan tujuan menekan biaya pemasaran dan promosi. Teknologi ini ditenagai model visual AI milik Alibaba, Wan, dan akan ditawarkan secara gratis kepada sejumlah mitra usaha dalam periode awal guna mendorong adopsi.

Cek Harga BABA Hari Ini!

  • 🐲 Neutral – Gelombang IPO di Asia diperkirakan berlanjut kuat pada 2026, dengan Baidu Inc. menjadi salah satu sorotan utama melalui rencana pencatatan unit chip AI-nya, Kunlunxin, di Hong Kong. Menurut Bloomberg, Baidu telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia untuk unit tersebut, yang valuasinya diperkirakan mencapai setidaknya US$3 miliar. Rencana ini muncul di tengah kebangkitan pasar ekuitas Asia, di mana total penggalangan dana saham di kawasan Asia Pasifik mencapai US$262,7 miliar pada 2025 — tertinggi dalam empat tahun — didorong oleh rebound Hong Kong dan rekor IPO di India.

Cek Harga BIDU Hari Ini!

  • 🌍 Bearish – Tesla melaporkan 418.227 pengiriman kendaraan pada kuartal IV 2025, turun sekitar 16% secara tahunan dan di bawah ekspektasi Wall Street. Penurunan ini menandai tahun kedua berturut-turut kontraksi pengiriman, dengan total pengiriman 2025 mencapai 1,64 juta unit (-8,6% YoY). Kinerja Tesla tertekan oleh kompetisi global yang semakin ketat dari BYD, Kia, Hyundai, hingga Volkswagen, serta berakhirnya insentif federal EV AS sebesar $7.500 per 30 September yang menarik sebagian permintaan ke kuartal sebelumnya. Meski demikian, bisnis energy storage tetap menunjukkan momentum, dengan deploy 14,2 GWh pada Q4, mendekati rekor.

Cek Harga TSLA Hari Ini!

 

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
AuthorStephanus Renaldi
Share!
Related Articles
    Saham Intel Melonjak Usai Dipuji Trump, Potensi Lanjutkan Rebound
  1. Saham Intel Melonjak Usai Dipuji Trump, Potensi Lanjutkan Rebound
  2. 09 January 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    7 Saham Amerika (AS) yang Terdampak Isu Geopolitik di Venezuela
  3. 7 Saham Amerika (AS) yang Terdampak Isu Geopolitik di Venezuela
  4. 06 January 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku