Rekap Sepekan: Bitcoin Disebut “Emas Baru”, Ethereum Mulai Ditekan
Pekan ini pasar kripto kembali dipengaruhi oleh kombinasi kuat antara narasi Bitcoin sebagai aset safe haven, arah regulasi global, dan tekanan makroekonomi. Bitcoin mendapat sorotan besar setelah Kevin Warsh menyebut BTC sebagai “emas baru”, memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai modern di tengah ketidakpastian global. Di saat yang sama, Donald Trump kembali mendorong regulasi kripto yang lebih jelas untuk industri aset digital AS, sementara Harvard justru melepas seluruh kepemilikan Ethereum mereka. Dari dalam negeri, Indonesia juga mulai memperketat pengawasan terhadap platform berbasis kripto lewat pemblokiran Polymarket. Berikut lima perkembangan kripto paling penting dalam sepekan terakhir.
1. Kevin Warsh Sebut Bitcoin “Emas Baru”, Narasi Safe Haven Makin Kuat
Pernyataan Kevin Warsh yang menyebut Bitcoin sebagai “emas baru” memperkuat posisi BTC sebagai aset lindung nilai modern di tengah ketidakpastian ekonomi global. Karena komentar ini datang dari figur elite kebijakan moneter AS, bukan pelaku industri kripto, dampaknya dinilai lebih besar terhadap legitimasi Bitcoin di mata investor institusional. Narasi Bitcoin sebagai digital gold kini semakin menguat seiring pertumbuhan ETF spot BTC dan meningkatnya adopsi global.
2. Trump Janji Regulasi Kripto “Future-Proof” untuk AS
Donald Trump kembali menunjukkan sikap pro-crypto dengan janji membangun regulasi aset digital yang lebih jelas dan permanen. Fokus utamanya adalah menciptakan market structure yang memberi kepastian hukum bagi exchange, token, hingga aset digital lain melalui dorongan legislasi seperti CLARITY Act. Jika terealisasi, kebijakan ini dapat memperkuat posisi AS sebagai pusat industri kripto sekaligus meningkatkan sentimen positif pasar global.
3. Harvard Jual Seluruh Kepemilikan Ethereum Senilai US$87 Juta
Harvard Management Company dilaporkan melepas seluruh eksposur Ethereum melalui ETF senilai sekitar US$87 juta, sementara tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin. Langkah ini memicu perdebatan karena dianggap mencerminkan perbedaan tingkat keyakinan institusional antara BTC dan ETH. Di tengah tekanan internal Ethereum dan persaingan Layer-1 yang makin ketat, pasar mulai lebih kritis terhadap prospek jangka menengah ETH dibanding Bitcoin.
4. Data Inflasi AS dan Arah Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan Pasar Kripto
Pasar kripto pekan ini sangat dipengaruhi ekspektasi terhadap data inflasi AS dan peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Inflasi yang masih tinggi dapat membuat suku bunga bertahan lebih lama, sehingga menekan likuiditas global dan aset berisiko seperti Bitcoin serta altcoin. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi global masih menjadi penggerak utama sentimen pasar kripto.
5. Pemerintah Indonesia Blokir Polymarket karena Dianggap Judi Online
Pemerintah Indonesia resmi memblokir akses ke Polymarket karena dianggap mengandung unsur perjudian online meski berbasis blockchain dan kripto. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa regulator Indonesia mulai memperketat pengawasan terhadap platform aset digital yang memiliki unsur spekulatif. Langkah tersebut juga mencerminkan tantangan besar industri kripto dalam menghadapi perbedaan regulasi di berbagai negara.
Aplikasi Crypto Indonesia untuk Staking dan Trading
Gabung bersama jutaan pengguna lain di Reku, aplikasi crypto Indonesia yang menawarkan fitur staking crypto dan trading yang aman. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.
