Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Saham PayPal (PYPL) Potensi Rebound dengan Upside +41%! Valuasi Termurah dalam Sejarah Mulai Menarik Perhatian Investor
Analisa Saham AS
Share!

Saham PayPal (PYPL) Potensi Rebound dengan Upside +41%! Valuasi Termurah dalam Sejarah Mulai Menarik Perhatian Investor

25 June 2026
6 min read
Saham PayPal (PYPL) Potensi Rebound dengan Upside +41%! Valuasi Termurah dalam Sejarah Mulai Menarik Perhatian Investor

PayPal Holdings Inc (NASDAQ: PYPL) saat ini berada pada salah satu titik paling menarik dalam sejarah perusahaan sebagai emiten publik. Setelah sempat menjadi salah satu saham favorit investor pada era pandemi dengan kapitalisasi pasar yang pernah melampaui US$350 miliar, PayPal kini diperdagangkan di sekitar US$42 per saham dengan valuasi yang jauh lebih murah dibandingkan rata-rata historisnya.

Penurunan harga saham yang mencapai lebih dari 80% dari puncaknya pada tahun 2021 membuat banyak investor mulai mempertanyakan apakah PayPal masih memiliki masa depan yang cerah atau justru telah menjadi perusahaan yang kehilangan relevansi di tengah persaingan industri pembayaran digital yang semakin ketat.

Meski demikian, di balik sentimen pasar yang masih relatif negatif, PayPal tetap merupakan salah satu platform pembayaran digital terbesar di dunia dengan ratusan juta akun aktif, jaringan merchant global yang luas, profitabilitas tinggi, serta kemampuan menghasilkan free cash flow miliaran dolar setiap tahunnya.

Perusahaan juga sedang menjalankan fase transformasi bisnis melalui peningkatan monetisasi Venmo, optimalisasi branded checkout, pemanfaatan artificial intelligence untuk meningkatkan pengalaman pengguna, serta restrukturisasi organisasi yang bertujuan memperbaiki efisiensi dan profitabilitas.

Dengan harga saham yang saat ini berada di area support penting secara teknikal dan valuasi yang mendekati level terendah dalam sejarah perusahaan, pertanyaan terbesar investor adalah apakah PYPL berpotensi mengalami rebound signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Sentimen Pasar: Turnaround Menjadi Fokus Utama Investor

Narasi investasi PayPal pada tahun 2026 berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Jika pada periode 2018–2021 investor fokus pada pertumbuhan pengguna dan transaksi digital yang sangat tinggi, maka saat ini perhatian pasar lebih tertuju pada kemampuan manajemen melakukan turnaround terhadap bisnis inti PayPal yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

Pada laporan keuangan terbaru, PayPal membukukan pendapatan kuartalan sebesar US$8,68 miliar dengan adjusted EPS sebesar US$1,23. Meskipun masih menghasilkan laba yang besar, angka tersebut berada sedikit di bawah ekspektasi pasar sehingga memicu tekanan terhadap harga saham.

Selain itu, guidance manajemen untuk tahun 2026 dinilai konservatif sehingga memperkuat kekhawatiran investor mengenai perlambatan pertumbuhan bisnis.

Namun di sisi lain, terdapat beberapa perkembangan positif yang mulai menarik perhatian pasar.

Pertama, PayPal melakukan pemisahan Venmo menjadi unit bisnis yang lebih independen guna meningkatkan monetisasi platform tersebut. Langkah ini dinilai dapat membuka nilai tersembunyi yang selama ini belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.

Kedua, perusahaan terus melakukan pembelian kembali saham dalam jumlah besar. Dalam 12 bulan terakhir, jumlah saham beredar turun sekitar 7%, memberikan peningkatan kepemilikan bagi pemegang saham yang ada.

Ketiga, valuasi PayPal saat ini termasuk yang paling murah di sektor fintech dan digital payments.

Sentimen pasar terhadap PayPal saat ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

Bullish:

  • Valuasi berada di level terendah dalam sejarah perusahaan.
  • Free cash flow tetap sangat kuat.
  • Buyback saham agresif mencapai sekitar 7% per tahun.
  • Venmo memiliki potensi monetisasi yang masih besar.
  • Profitabilitas dan return on capital tetap tinggi.

Bearish:

  • Pertumbuhan revenue melambat.
  • Kompetisi dari Apple Pay, Stripe, dan fintech lainnya semakin ketat.
  • Braintree memiliki margin yang lebih rendah dibanding bisnis inti PayPal.
  • Turnaround yang dijalankan manajemen belum sepenuhnya terbukti berhasil.

Fundamental Perusahaan

Meskipun harga saham mengalami tekanan besar dalam beberapa tahun terakhir, fundamental PayPal sebenarnya masih tergolong kuat.

Saat ini perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$37,5 miliar dengan enterprise value sekitar US$39,8 miliar.

PayPal juga mencatat:

  • Return on Equity (ROE): 25,1%
  • Return on Invested Capital (ROIC): 22,9%
  • Interest Coverage Ratio: 13,7x
  • Debt to Equity Ratio: 0,58x

Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis PayPal masih mampu menghasilkan tingkat pengembalian modal yang sangat tinggi dibandingkan sebagian besar perusahaan pembayaran digital lainnya.

Salah satu kekuatan terbesar PayPal adalah kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten.

Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menghasilkan free cash flow miliaran dolar dan diperdagangkan pada Price to Free Cash Flow sekitar 6,8x, level yang biasanya ditemukan pada perusahaan yang sedang mengalami tekanan bisnis berat.

Selain itu, manajemen terus melakukan buyback saham secara agresif.

Jumlah saham beredar saat ini sekitar 882 juta lembar, turun sekitar 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memberikan pertumbuhan EPS tambahan meskipun pertumbuhan pendapatan perusahaan relatif moderat.

Valuasi Saham

Dari perspektif valuasi, PayPal saat ini merupakan salah satu saham large-cap paling murah di pasar Amerika Serikat.

Berdasarkan estimasi laba saat ini, PYPL diperdagangkan pada:

  • Trailing P/E: 7,9x
  • Forward P/E: 7,8x
  • EV/EBITDA: sekitar 5–6x
  • Price to Free Cash Flow: sekitar 6,8x

Sebagai perbandingan:

  • Visa diperdagangkan sekitar 25–30x earnings.
  • Mastercard diperdagangkan sekitar 30x earnings.
  • Sebagian besar perusahaan fintech berkualitas diperdagangkan pada 15–25x earnings.

Valuasi saat ini mengindikasikan bahwa pasar memperkirakan PayPal akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah dalam jangka panjang.

Namun apabila perusahaan hanya mampu mempertahankan profitabilitas saat ini dan menghasilkan pertumbuhan EPS satu digit rendah, terdapat potensi rerating valuasi yang cukup signifikan.

Konsensus analis saat ini menempatkan target harga rata-rata di kisaran US$52–56 per saham, memberikan potensi upside sekitar 20–35% dari harga saat ini.

Trading Plan: Potensi Rebound Hingga +41%

Dari sisi teknikal, PYPL saat ini sedang berada pada area support penting yang telah beberapa kali berhasil menahan tekanan jual.

Harga saat ini berada di sekitar US$42 dan sedang menguji demand zone kuat di area US$41–43.

Entry Area

  • Buy Area: US$42 – US$43
  • Accumulate Area: US$41 – US$42

Stop Loss

  • Close di bawah US$40

Target Profit

Target 1: US$50

Potensi upside sekitar +18%.

Area ini merupakan resistance pertama sekaligus area supply yang pernah menjadi titik pembalikan harga sebelumnya.

Target 2: US$56

Potensi upside sekitar +32%.

Merupakan area resistance menengah yang berasal dari breakdown besar pada awal 2026.

Target 3: US$60

Potensi upside sekitar +41%.

Merupakan resistance mayor sekaligus target swing jangka menengah apabila turnaround perusahaan mulai mendapatkan kepercayaan pasar.

Risk Reward

  • TP1: Risk Reward sekitar 2,6x
  • TP2: Risk Reward sekitar 4,5x
  • TP3: Risk Reward sekitar 6,0x

Secara teknikal, setup ini cukup menarik karena risiko berada relatif dekat sementara potensi upside mencapai lebih dari 40%.

Prospek dan Outlook

Dalam 3–5 tahun ke depan terdapat empat faktor utama yang akan menentukan arah bisnis PayPal.

Pertama adalah monetisasi Venmo.

Venmo merupakan salah satu platform pembayaran peer-to-peer terbesar di Amerika Serikat namun kontribusi monetisasinya masih relatif rendah dibanding potensinya. Jika monetisasi meningkat, pertumbuhan pendapatan dapat kembali dipercepat.

Kedua adalah optimalisasi branded checkout.

Manajemen sedang berupaya meningkatkan konversi merchant dan pengguna untuk mempertahankan posisi kompetitif terhadap Apple Pay dan berbagai solusi pembayaran digital lainnya.

Ketiga adalah efisiensi operasional.

Restrukturisasi organisasi yang sedang berjalan berpotensi meningkatkan margin dan pertumbuhan laba meskipun pertumbuhan pendapatan tidak terlalu tinggi.

Keempat adalah artificial intelligence.

PayPal mulai mengintegrasikan AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna, personalisasi transaksi, serta efektivitas iklan dan pemasaran digital.

Jika strategi tersebut berhasil dieksekusi, perusahaan berpotensi kembali menghasilkan pertumbuhan EPS yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan revenue.

Risiko Investasi

Meskipun valuasinya menarik, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko utama.

Pertama, kompetisi pembayaran digital terus meningkat terutama dari Apple Pay, Stripe, dan berbagai fintech baru.

Kedua, pertumbuhan branded checkout dapat terus melambat sehingga membatasi ekspansi pendapatan.

Ketiga, pertumbuhan Braintree yang cepat dapat menekan margin karena bisnis tersebut memiliki profitabilitas lebih rendah dibanding layanan inti PayPal.

Keempat, turnaround yang dijalankan manajemen membutuhkan waktu dan belum ada jaminan keberhasilan.

Reku Takeaway

PayPal saat ini merupakan salah satu contoh klasik saham berkualitas yang sedang mengalami fase turnaround.

Di satu sisi, pertumbuhan bisnis memang melambat dan persaingan semakin ketat. Namun di sisi lain, perusahaan masih memiliki fundamental yang kuat dengan ROE 25%, ROIC 23%, free cash flow yang besar, serta program buyback saham yang sangat agresif.

Valuasi yang hanya sekitar 8x earnings dan 6–7x free cash flow menunjukkan bahwa pasar saat ini memiliki ekspektasi yang sangat rendah terhadap masa depan perusahaan.

Jika manajemen berhasil menstabilkan pertumbuhan bisnis, meningkatkan monetisasi Venmo, serta mempertahankan profitabilitas yang tinggi, PYPL berpotensi mengalami rerating valuasi yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Dari perspektif teknikal maupun fundamental, area harga saat ini menawarkan risk-reward yang menarik dengan target jangka menengah di kisaran US$50–60 per saham atau upside sekitar 18–41% dari level saat ini.

Bagi investor yang mencari peluang turnaround dengan valuasi murah dan fundamental yang masih solid, PayPal merupakan salah satu kandidat yang layak untuk dipertimbangkan dalam portofolio jangka menengah hingga panjang.

Stephanus Renaldi
AuthorStephanus Renaldi
Share!
Related Articles
    Microchip Technology (MCHP) : Booking Terbesar 4 Tahun, Siklus Chip Baru Dimulai
  1. Microchip Technology (MCHP) : Booking Terbesar 4 Tahun, Siklus Chip Baru Dimulai
  2. 23 June 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    Saham Tesla (TSLA) Potensi Rebound dengan Upside +24%! Transformasi dari EV Company Menjadi AI & Robotaxi Platform Mulai Terlihat
  3. Saham Tesla (TSLA) Potensi Rebound dengan Upside +24%! Transformasi dari EV Company Menjadi AI & Robotaxi Platform Mulai Terlihat
  4. 23 June 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku