Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Trump Gunakan Section 122: Risiko Baru untuk Pasar Saham AS?
Analisa Saham AS
Share!

Trump Gunakan Section 122: Risiko Baru untuk Pasar Saham AS?

24 February 2026
3 min read
Trump Gunakan Section 122: Risiko Baru untuk Pasar Saham AS?

Keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump lewat skema IEEPA langsung memicu babak baru perang dagang. Alih-alih mundur, Trump justru mengaktifkan Section 122 dari Trade Act of 1974, menetapkan tarif flat 10% (dan berencana menaikkannya ke 15%) terhadap impor. Langkah ini membuka dua front risiko sekaligus: ketidakpastian hukum dan tekanan ekonomi jangka pendek.

Di sisi lain, Mahkamah Agung juga menyerahkan keputusan soal refund tarif lama ke US Court of International Trade, menciptakan potensi “multi-year legal mess” yang bisa berdampak besar pada arus kas perusahaan importir.

 

Apa Itu Section 122 dan Kenapa Penting?

Section 122 memberi presiden kewenangan memberlakukan tarif maksimal 15% selama 150 hari tanpa investigasi awal, jika AS menghadapi masalah serius pada neraca pembayaran (balance of payments) atau ancaman depresiasi dolar.

Masalahnya:

  • Banyak ekonom menilai AS tidak dalam krisis neraca pembayaran.
  • Legal reasoning Trump dinilai kontradiktif dengan argumen sebelumnya di Mahkamah Agung.
  • Potensi gugatan hukum baru sangat besar.
  • WTO dan IMF bisa terseret jika negara lain menggugat secara internasional.

Artinya: pasar menghadapi ketidakpastian kebijakan dagang jilid dua.

 

Dampak ke Sektor Saham

🔴 Sektor yang Berisiko

Retail & Consumer Goods Import-Heavy

  • Walmart (WMT)
  • Target (TGT)
  • Nike (NKE)

Margin bisa tertekan jika tarif 10–15% sulit diteruskan ke konsumen.

Industrial & Manufacturing Global Supply Chain

  • Caterpillar (CAT)
  • Boeing (BA)

Kenaikan biaya input + risiko retaliasi dari mitra dagang.

Automotive

  • Tesla (TSLA)
  • Ford (F)
  • GM (GM)

Tarif impor komponen dapat menekan cost structure.

 

🟡 Sektor yang Bisa Diuntungkan

Domestic Manufacturing / Onshoring Theme

  • Nucor (NUE)
  • US Steel (X)

Proteksionisme biasanya mendukung produsen domestik.

Defense & National Security

  • Lockheed Martin (LMT)
  • RTX Corp (RTX)

Jika tensi global meningkat, belanja pertahanan cenderung naik.

 

Isu Refund Tarif: Cash Flow Windfall?

Jika US Customs and Border Protection diwajibkan mengembalikan tarif lama, beberapa perusahaan bisa menerima refund besar.

Namun:

  • Tidak otomatis.
  • Bisa butuh litigasi.
  • Bisa berlangsung bertahun-tahun.

Ini menciptakan event-driven opportunity untuk perusahaan yang sebelumnya sudah menggugat tarif.

 

Implikasi Makro & Pasar

Trump membenarkan tarif karena:

  • Defisit perdagangan besar
  • Net International Investment Position AS negatif $26 triliun

Namun pasar obligasi dan dolar belum menunjukkan tanda krisis kepercayaan. Jika investor mulai melihat tarif ini sebagai kebijakan yang agresif dan tidak stabil secara hukum, volatilitas bisa meningkat.

Skenario pasar:

Bullish Scenario

  • Tarif hanya 150 hari
  • Tidak diperpanjang Kongres
  • Negosiasi dagang tercapai
  • Refund diproses cepat

→ Relief rally di sektor consumer & industrial.

Bearish Scenario

  • Gugatan hukum berlarut
  • Tarif diperpanjang
  • Retaliasi global
  • Tekanan margin perusahaan

→ Rotasi ke defensive & safe haven.

 

Apa Artinya untuk Investor?

  1. Ini bukan sekadar isu perdagangan, tapi isu legal uncertainty premium.
  2. Volatilitas jangka pendek kemungkinan meningkat.
  3. Rotasi sektor bisa tajam.
  4. Cash-rich, domestic-oriented companies lebih resilient.
  5. Tema “America First” bisa kembali jadi narrative investasi 2026.

 

Reku Takeaway

Penggunaan Section 122 adalah langkah agresif dan belum pernah dipakai sebelumnya. Secara hukum masih rentan, secara ekonomi dampaknya belum tentu signifikan, tetapi secara pasar ini menciptakan headline risk tinggi.

Untuk investor saham AS:

  • Hindari perusahaan dengan margin tipis dan eksposur impor tinggi.
  • Perhatikan potensi refund windfall.
  • Siapkan strategi rotasi sektor.
  • Waspadai potensi litigasi 3–5 tahun ke depan.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Stephanus Renaldi
AuthorStephanus Renaldi
Share!
Related Articles
    Saham Teknologi HP Inc. (HPQ) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga 55%
  1. Saham Teknologi HP Inc. (HPQ) Menarik untuk Swing Trade, Upside hingga 55%
  2. 23 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
    Walmart [WMT]: Earnings Kuartal Kuat, Saham Makin Berpotensi?
  3. Walmart [WMT]: Earnings Kuartal Kuat, Saham Makin Berpotensi?
  4. 20 February 2026
    1 min read
    Analisa Saham AS
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku