Apa Itu Maker dalam Trading Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kalau kamu udah mulai aktif trading crypto, mungkin kamu pernah lihat istilah “maker fee” dan “taker fee” di halaman biaya transaksi exchange. Istilah ini sering bikin bingung trader pemula, padahal pemahaman soal maker dan taker ini penting banget buat mengoptimalkan strategi trading dan menekan biaya transaksi kamu.
Di artikel ini, kita bakal bahas lengkap soal apa itu maker dalam trading crypto, cara kerjanya, sampai perbedaannya dengan taker supaya kamu bisa trading dengan lebih efisien.
Apa itu Maker dalam Trading Crypto?
Maker adalah istilah yang digunakan untuk trader yang menambahkan likuiditas ke order book dengan cara memasang order yang belum langsung tereksekusi, biasanya lewat limit order. Ketika kamu memasang order beli atau jual dengan harga tertentu yang berbeda dari harga pasar saat itu, dan order tersebut menunggu di order book sampai ada pihak lain yang mengeksekusinya, itu artinya kamu berperan sebagai maker.
Peran maker penting banget buat kesehatan sebuah exchange, karena merekalah yang “membuat” atau menyediakan likuiditas di pasar. Tanpa maker, order book akan kosong dan trader lain akan kesulitan mencari harga yang sesuai buat bertransaksi.
Cara Kerja Sistem Maker dalam Trading Crypto
Supaya lebih mudah dipahami, berikut cara kerja sistem maker dalam trading crypto di sebuah exchange:
- Trader memasang limit order dengan harga yang ditentukan sendiri, bukan mengikuti harga pasar saat itu.
- Order tersebut masuk ke dalam order book dan menunggu sampai ada pihak lain yang mengeksekusinya di harga yang sama.
- Selama order belum tereksekusi, order tersebut berfungsi menambah likuiditas di order book.
- Begitu ada trader lain yang mengeksekusi order tersebut, transaksi baru terjadi dan trader yang memasang order awal tercatat sebagai maker.
- Sebagai kompensasi atas kontribusinya menambah likuiditas, maker biasanya dikenakan fee yang lebih rendah dibandingkan taker, atau bahkan mendapat rebate di beberapa exchange.
Perbedaan Maker dan Taker dalam Trading Crypto
Selain maker, ada juga istilah taker yang sering muncul berdampingan dalam sistem biaya trading crypto. Supaya kamu nggak bingung, mari kita bahas perbedaan keduanya satu per satu.
Maker
Maker adalah trader yang memasang order dengan harga tertentu dan menunggu order tersebut dieksekusi oleh pihak lain. Karena kontribusinya menambah likuiditas ke pasar, maker biasanya dikenakan biaya transaksi yang lebih rendah.
Taker
Taker adalah trader yang langsung mengeksekusi order yang sudah ada di order book, biasanya lewat market order. Karena taker “mengambil” likuiditas yang sudah tersedia alih-alih menambahkannya, biaya transaksi yang dikenakan biasanya lebih tinggi dibandingkan maker.
Berikut rangkuman perbedaan maker dan taker supaya lebih mudah kamu ingat:
| Aspek | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Jenis order | Limit order yang belum langsung tereksekusi | Market order atau limit order yang langsung tereksekusi |
| Peran di order book | Menambah likuiditas | Mengambil likuiditas |
| Biaya transaksi | Biasanya lebih rendah | Biasanya lebih tinggi |
| Waktu eksekusi | Menunggu sampai ada pihak lain yang mengeksekusi | Langsung tereksekusi saat order dipasang |
Contoh Sederhana Transaksi Maker dan Taker
Supaya lebih jelas, mari kita lihat contoh sederhananya. Misalnya, harga Bitcoin di pasar saat ini berada di angka Rp1 miliar. Kalau kamu memasang order beli di harga Rp995 juta lewat limit order, order tersebut nggak akan langsung tereksekusi karena harganya di bawah harga pasar. Order kamu akan masuk ke order book dan menunggu sampai ada penjual yang bersedia menjual di harga tersebut. Dalam kasus ini, kamu berperan sebagai maker.
Sebaliknya, kalau kamu langsung membeli Bitcoin di harga pasar saat itu juga lewat market order, transaksi kamu akan langsung tereksekusi dengan mengambil order jual yang sudah ada di order book. Dalam skenario ini, kamu berperan sebagai taker, dan biasanya dikenakan fee yang sedikit lebih tinggi dibandingkan maker.
Kenapa Penting Memahami Konsep Maker dan Taker?
Memahami konsep maker dan taker bisa membantu kamu mengoptimalkan strategi trading, terutama kalau kamu termasuk trader aktif yang sering melakukan transaksi dalam volume besar. Berikut beberapa alasan kenapa pemahaman ini penting:
- Membantu kamu menghemat biaya transaksi dengan lebih sering menggunakan limit order sebagai maker.
- Memberi gambaran soal volume trading dan likuiditas sebuah exchange.
- Membantu kamu memilih strategi entry yang lebih sesuai dengan kondisi pasar, apakah butuh eksekusi cepat atau bisa menunggu harga tertentu.
- Berguna buat kamu yang menjalankan strategi trading dengan frekuensi tinggi, di mana selisih fee maker dan taker bisa berdampak signifikan ke profitabilitas jangka panjang.
Baca juga: Volume Trading Adalah, konsep lain yang berkaitan erat dengan likuiditas di sebuah exchange crypto.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Trader Pemula
Meskipun konsepnya cukup sederhana, masih banyak trader pemula yang belum memanfaatkan sistem maker dan taker secara optimal. Berikut beberapa kesalahan umum yang sebaiknya kamu hindari:
- Selalu menggunakan market order tanpa mempertimbangkan selisih biaya dengan limit order, padahal selisihnya bisa cukup signifikan kalau diakumulasikan dalam jangka panjang.
- Memasang limit order dengan harga yang terlalu jauh dari harga pasar, sehingga order tidak kunjung tereksekusi dan malah kehilangan momentum.
- Tidak memperhatikan struktur biaya di masing-masing exchange sebelum memilih platform trading.
- Mengabaikan dampak akumulasi fee, padahal untuk trader dengan frekuensi transaksi tinggi, selisih fee maker dan taker bisa berpengaruh besar terhadap keuntungan bersih.
Tips Memanfaatkan Sistem Maker untuk Trading yang Lebih Efisien
Kalau kamu ingin menekan biaya transaksi lewat sistem maker, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Gunakan limit order alih-alih market order kalau kamu nggak buru-buru mengeksekusi transaksi.
- Pantau order book untuk menentukan harga yang realistis, supaya order kamu tetap punya peluang tereksekusi.
- Cek struktur biaya di masing-masing exchange, karena besaran fee maker dan taker bisa berbeda-beda.
- Pertimbangkan volume trading kamu, karena beberapa exchange menawarkan fee maker yang lebih rendah untuk nasabah dengan volume transaksi tinggi.
Kesimpulan
Maker adalah salah satu peran penting dalam ekosistem trading crypto yang membantu menyediakan likuiditas di order book lewat limit order. Dibandingkan taker yang langsung mengeksekusi order, maker biasanya diuntungkan dengan biaya transaksi yang lebih rendah, sehingga strategi ini cukup menguntungkan buat trader yang nggak terburu-buru dalam mengeksekusi transaksi.
Dengan memahami perbedaan maker dan taker sejak awal, kamu bisa menyusun strategi trading yang lebih efisien dari sisi biaya, sekaligus lebih memahami bagaimana mekanisme order book bekerja di balik layar setiap transaksi yang kamu lakukan.
Kalau kamu ingin mempraktikkan strategi maker ini secara langsung, kamu bisa mencobanya lewat aplikasi crypto seperti Reku, yang menyediakan fitur limit order lengkap dengan transparansi biaya transaksi untuk maker dan taker. Dengan begitu, kamu bisa trading dengan lebih hemat sekaligus lebih terkontrol lewat Reku, tanpa harus mengorbankan kecepatan eksekusi maupun kenyamanan dalam memantau order book setiap saat.


