Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu Restaking? Ini Arti, Cara Kerja, dan Contohnya
Crypto
Share!

Apa itu Restaking? Ini Arti, Cara Kerja, dan Contohnya

05 September 2026
4 min read
Apa itu Restaking? Ini Arti, Cara Kerja, dan Contohnya

Setelah staking menjadi salah satu cara populer untuk mendapatkan passive income dari aset crypto, muncul konsep baru yang disebut restaking. Istilah ini belakangan cukup ramai dibicarakan di komunitas crypto, terutama di ekosistem Ethereum, karena menawarkan cara baru untuk memaksimalkan aset yang sudah di-stake. Artikel ini akan membahas apa itu restaking, cara kerjanya, manfaat dan risikonya, sampai perbedaannya dengan staking biasa.

Apa itu Restaking?

Restaking adalah proses menggunakan kembali aset crypto yang sudah di-stake pada satu jaringan untuk turut mengamankan jaringan atau protokol lain secara bersamaan, tanpa perlu menarik aset tersebut dari staking awal. Konsep ini memungkinkan satu aset yang sama memberikan kontribusi keamanan (security) ke lebih dari satu sistem sekaligus, sehingga pemiliknya berpotensi mendapatkan lapisan tambahan reward dari berbagai protokol yang didukung.

Restaking pertama kali populer melalui protokol seperti EigenLayer di ekosistem Ethereum, yang memungkinkan validator meminjamkan kembali keamanan dari ETH yang sudah mereka stake untuk mengamankan aplikasi, oracle, atau jaringan lain yang membutuhkan lapisan keamanan tambahan tanpa harus membangun jaringan validator sendiri dari nol.

Cara Kerja Restaking

Secara umum, mekanisme restaking berjalan melalui beberapa tahapan berikut:

  • Pengguna melakukan staking awal pada jaringan utama, misalnya staking ETH di jaringan Ethereum untuk menjadi validator.
  • Pengguna mendaftarkan aset yang sudah di-stake ke protokol restaking, seperti EigenLayer, melalui smart contract khusus.
  • Protokol restaking meneruskan keamanan tersebut ke berbagai layanan tambahan (Actively Validated Services) yang membutuhkan validator, seperti jaringan oracle atau layer tambahan lainnya.
  • Validator menjalankan tugas ganda, yaitu tetap memvalidasi jaringan utama sekaligus mengamankan layanan tambahan yang didaftarkan.
  • Reward dikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari staking awal maupun dari layanan tambahan yang diamankan melalui restaking.
  • Risiko slashing turut meningkat, karena kesalahan validasi pada layanan tambahan berpotensi memengaruhi aset yang sama yang digunakan dalam restaking.

Manfaat dan Risiko Restaking

Seperti inovasi finansial lainnya, restaking menawarkan manfaat sekaligus risiko yang perlu dipahami sebelum ikut berpartisipasi.

Manfaat:

  • Potensi reward tambahan dari beberapa protokol sekaligus tanpa perlu menambah modal baru
  • Efisiensi penggunaan aset yang sudah di-stake
  • Mendukung pertumbuhan ekosistem protokol baru yang membutuhkan keamanan.

Risiko :

  • Risiko slashing berlapis, karena kesalahan pada satu layanan bisa berdampak pada aset yang sama di beberapa protokol sekaligus
  • Kompleksitas teknis yang lebih tinggi dibandingkan staking biasa
  • Risiko smart contract dari protokol restaking itu sendiri.

Contoh Restaking dalam Dunia Crypto

Sebagai gambaran, misalnya kamu sudah melakukan staking ETH sebagai validator di jaringan Ethereum. Melalui protokol restaking, kamu bisa mendaftarkan ETH yang sama tersebut untuk turut mengamankan jaringan oracle terdesentralisasi yang membutuhkan validator tambahan. Dengan begitu, kamu berpotensi mendapatkan reward dari staking ETH di jaringan utama, ditambah reward tambahan dari layanan oracle yang kamu amankan melalui mekanisme restaking, tanpa perlu menyetor aset baru.

Perbedaan Staking dan Restaking

Meski namanya mirip, staking dan restaking memiliki mekanisme dan tingkat risiko yang berbeda. Berikut penjelasan masing-masing sebelum masuk ke ringkasan perbandingannya.

Staking

Staking adalah proses mengunci aset crypto pada satu jaringan untuk membantu mengamankan jaringan tersebut dan mendapatkan reward sebagai imbalannya. Kamu bisa membaca lebih lengkap soal apakah staking crypto menguntungkan untuk memahami potensi keuntungan dan risikonya secara umum.

Restaking

Restaking adalah pengembangan dari konsep staking, di mana aset yang sudah di-stake digunakan kembali untuk mengamankan protokol atau layanan tambahan, sehingga satu aset bisa menghasilkan lapisan reward yang lebih kompleks namun juga membawa risiko tambahan.

Kalau kamu masih baru dengan konsep staking secara umum, ada baiknya mempelajari dulu perbandingan antara staking vs trading crypto sebagai fondasi sebelum mencoba strategi yang lebih kompleks seperti restaking.

Protokol dan Ekosistem Restaking yang Perlu Diketahui

Selain EigenLayer sebagai pelopor konsep restaking di ekosistem Ethereum, kini bermunculan berbagai protokol serupa yang menawarkan mekanisme restaking untuk aset lain, termasuk beberapa jaringan proof-of-stake alternatif. Ekosistem ini terus berkembang seiring makin banyaknya proyek yang membutuhkan lapisan keamanan tambahan tanpa harus membangun jaringan validator sendiri dari awal, sehingga permintaan terhadap layanan restaking pun ikut meningkat dari waktu ke waktu seiring makin banyaknya proyek baru yang bermunculan di ekosistem crypto.

Selain restaking di jaringan Ethereum, konsep serupa juga mulai diterapkan pada beberapa jaringan lain dengan mekanisme staking yang berbeda-beda. Kamu bisa mempelajari salah satu contohnya melalui staking DASH untuk melihat bagaimana mekanisme staking bekerja pada jaringan yang berbeda dari Ethereum, sebagai perbandingan sebelum kamu mendalami konsep restaking yang lebih kompleks.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Ikut Restaking

Sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam restaking, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu evaluasi terlebih dahulu, di antaranya:

  • Reputasi dan riwayat keamanan protokol restaking yang akan kamu gunakan, termasuk apakah sudah melalui audit keamanan oleh pihak independen.
  • Jumlah dan jenis layanan tambahan yang diamankan melalui protokol tersebut, karena semakin banyak layanan, semakin kompleks pula risiko yang menyertainya.
  • Skema pembagian reward antara jaringan utama dan layanan tambahan, supaya kamu tahu potensi keuntungan secara realistis.
  • Ketentuan penarikan atau unstaking, karena beberapa protokol restaking memiliki periode penguncian yang lebih panjang dibandingkan staking biasa.

Apakah Restaking Cocok untuk Pemula?

Karena melibatkan lapisan risiko tambahan dan kompleksitas teknis yang lebih tinggi, restaking umumnya lebih cocok untuk investor atau validator yang sudah memahami dasar-dasar staking dengan baik, bukan untuk pemula yang baru pertama kali mengenal dunia crypto. Sebelum mencoba restaking, pastikan kamu benar-benar memahami risiko slashing berlapis dan reputasi protokol restaking yang kamu gunakan, karena kegagalan pada satu layanan bisa berdampak pada keseluruhan aset yang kamu pertaruhkan. Sebaiknya alokasikan hanya sebagian kecil dari portofolio crypto kamu untuk mencoba restaking, sambil terus mengikuti perkembangan audit keamanan dan reputasi protokol yang kamu gunakan dari waktu ke waktu.

Kalau kamu tertarik memulai perjalanan di dunia aset digital, mulai dari staking dasar hingga eksplorasi konsep yang lebih lanjut seperti restaking, Reku menyediakan platform crypto yang bisa membantumu memahami dan mengelola aset digital dengan lebih mudah, lengkap dengan informasi edukatif untuk mendukung keputusan investasimu. Mulailah dari langkah kecil, pahami setiap risikonya, dan tingkatkan pengetahuanmu secara bertahap sebelum benar-benar terjun ke strategi yang lebih kompleks seperti restaking.

Nico R. K
AuthorNico R. K
Share!
Related Articles
    5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  1. 5 Best Crypto Apps in Indonesia for Safe and Easy Trading
  2. 12 December 2025
    1 min read
    Crypto
    Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  3. Crypto Regulation in Indonesia: What You Need to Know
  4. 02 October 2025
    1 min read
    Crypto
    Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  5. Staking vs. Mining, Which is Better for Growing Crypto Assets?
  6. 25 July 2025
    1 min read
    Crypto
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku