Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apakah Reksadana Halal atau Haram? Ini Panduan Lengkapnya
Investasi
Share!

Apakah Reksadana Halal atau Haram? Ini Panduan Lengkapnya

03 August 2026
5 min read
Apakah Reksadana Halal atau Haram? Ini Panduan Lengkapnya

Ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi, salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah investasi tersebut sesuai dengan prinsip syariah. Khususnya bagi kamu yang menganut agama Islam, memilih instrumen investasi yang halal bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang ketenangan hati dan kesesuaian dengan nilai-nilai spiritual. Reksadana, sebagai salah satu instrumen investasi populer di Indonesia, juga memiliki kategori halal dan haram yang perlu kamu pahami dengan baik.

Apa itu Reksadana?

Sebelum membahas halal atau haram, kamu perlu memahami apa itu reksadana terlebih dahulu. Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat (investor) untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek, bisa berupa saham, obligasi, atau instrumen pasar uang, oleh manajer investasi profesional.

Cara kerja reksadana cukup sederhana, yaitu kamu sebagai investor menyetorkan dana, kemudian manajer investasi mengelola dana tersebut dengan membeli berbagai instrumen investasi sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Keuntungan atau kerugian dari investasi tersebut akan dibagikan kepada semua investor secara proporsional berdasarkan jumlah unit penyertaan yang mereka miliki.

Apakah Reksadana Halal atau Haram?

Secara umum, reksadana syariah diperbolehkan atau halal selama memenuhi prinsip-prinsip syariah yang berlaku. Sementara itu, reksadana konvensional tidak otomatis dapat disebut halal karena portofolio dan mekanisme investasinya perlu dilihat terlebih dahulu.

Reksadana sendiri merupakan wadah yang menghimpun dana dari investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek. Dalam reksadana syariah, pengelolaan tersebut harus mengikuti ketentuan syariah, termasuk mengenai jenis aset dan transaksi yang diperbolehkan.

Jadi, jika kamu ingin berinvestasi dengan mempertimbangkan prinsip syariah, pilihan yang lebih jelas adalah reksadana syariah.

Reksadana Syariah

Reksadana halal atau reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Ini berarti bahwa portofolio investasi dalam reksadana halal hanya terdiri dari saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor-sektor yang tidak bertentangan dengan hukum Islam, serta tidak melibatkan transaksi yang mengandung unsur riba, maysir (perjudian), atau gharar (ketidakjelasan).

Untuk memastikan kehalalan, reksadana halal biasanya memiliki dewan pengawas syariah yang terdiri dari ulama dan ahli hukum Islam. Dewan ini bertugas melakukan review berkala terhadap portofolio investasi untuk memastikan setiap saham atau instrumen yang dimiliki tetap sesuai dengan kriteria syariah.

Apa yang Membuat Reksadana Syariah Halal?

Salah satu prinsip penting dalam investasi syariah adalah menghindari aktivitas atau transaksi yang bertentangan dengan ketentuan syariah.

Fatwa DSN-MUI menjelaskan bahwa pada dasarnya aktivitas muamalah diperbolehkan selama tidak terdapat dalil yang mengharamkannya. Dalam konteks reksadana syariah, dana investor kemudian dikelola sesuai ketentuan dan batasan yang telah ditetapkan.

Secara sederhana, kamu bisa melihat beberapa aspek berikut:

  1. Perusahaan tidak bergerak di industri yang haram seperti minuman beralkohol, perjudian, industri pornografi, atau penyedia jasa keuangan konvensional yang berbasis riba
  2. Pendapatan perusahaan tidak berasal dari sumber-sumber haram atau yang mengandung riba
  3. Pengelolaan dan transaksi investasi harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam regulasi pasar modal syariah.
  4. Dalam pasar modal syariah, terdapat beberapa akad yang dapat digunakan, seperti mudharabah, musyarakah, ijarah, dan wakalah, sesuai karakteristik transaksi.
  5. Pasar modal syariah di Indonesia memiliki kerangka regulasi yang mengacu pada fatwa DSN-MUI dan aturan OJK.
  6. Perusahaan tidak memiliki utang yang melebihi 30% dari total aset (standar ini bisa berbeda tergantung dewan pengawas syariah)
  7. Perusahaan memiliki praktik bisnis yang etis dan transparan
  8. Perusahaan tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat atau lingkungan

Apakah Semua Reksadana Itu Halal?

Tidak. Tidak semua reksadana dapat langsung dianggap halal.

Perbedaan utama terletak pada aset dan mekanisme pengelolaannya. Reksadana konvensional dapat memiliki portofolio yang tidak memenuhi kriteria syariah, sedangkan reksadana syariah memiliki ketentuan khusus mengenai investasi yang diperbolehkan.

Karena itu, jangan hanya melihat reksadana sebagai satu kategori besar. Jika aspek kepatuhan syariah menjadi pertimbangan utama, kamu perlu mengecek apakah produk tersebut memang merupakan reksadana syariah dan memahami portofolionya.

Reksadana Konvensional Apakah Selalu Haram?

Tidak semua reksadana konvensional (yang tidak berlabel syariah) otomatis haram. Namun, reksadana konvensional tidak dijamin mematuhi prinsip syariah. Mereka bisa berinvestasi di perusahaan atau instrumen apa saja tanpa batasan kehalalan.

Jadi, risiko reksadana konvensional mengandung aset haram lebih tinggi. Jika kamu ingin memastikan investasi kamu sesuai dengan nilai Islam, lebih aman memilih reksadana yang sudah tersertifikasi halal.

 

Perbedaan Utama antara Reksadana Halal dan Haram

Beberapa perbedaan utama antara reksadana syariah dan reksadana konvensional adalah sebagai berikut:

  • Prinsip pengelolaan
    Reksadana syariah mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam setiap proses investasinya, sedangkan reksadana konvensional mengikuti ketentuan investasi pada umumnya tanpa batasan syariah khusus.
  • Pemilihan aset
    Reksadana syariah hanya menempatkan dana pada aset yang memenuhi kriteria syariah, sementara reksadana konvensional tidak memiliki batasan tersebut secara spesifik.
  • Acuan regulasi dan syariah
    Reksadana syariah mengacu pada fatwa DSN-MUI serta regulasi pasar modal syariah, sedangkan reksadana konvensional mengacu pada regulasi pasar modal secara umum.
  • Kesesuaian bagi investor
    Reksadana syariah cocok untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, sedangkan reksadana konvensional lebih fleksibel bagi investor tanpa pertimbangan syariah tertentu.
AspekReksadana SyariahReksadana Konvensional
Prinsip pengelolaanMengikuti prinsip syariahMengikuti ketentuan investasi umum
Pemilihan asetMenggunakan aset yang memenuhi kriteria syariahTidak secara khusus dibatasi oleh kriteria syariah
Acuan syariahFatwa DSN-MUI dan regulasi terkaitRegulasi pasar modal umum
Pilihan investorCocok bagi investor yang mempertimbangkan kepatuhan syariahCocok bagi investor tanpa batasan syariah tertentu

Bagaimana Cara Memilih Reksadana Syariah?

Jika kamu baru mulai investasi dan ingin tetap mempertimbangkan prinsip syariah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Pastikan produk memiliki label syariah. Jangan berasumsi semua reksadana otomatis memenuhi prinsip syariah.
  • Pelajari prospektus produk. Perhatikan tujuan investasi, aset yang menjadi portofolio, risiko, biaya, dan ketentuan lainnya.
  • Kenali jenis reksadana. Reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham memiliki karakteristik risiko yang berbeda.
  • Sesuaikan dengan tujuan investasi. Jangan memilih produk hanya karena potensi keuntungannya.
  • Pertimbangkan risikonya. Status syariah tidak berarti investasi tersebut bebas dari risiko penurunan nilai.

Poin terakhir penting. Halal dan menguntungkan adalah dua hal yang berbeda. Sebuah produk dapat memenuhi prinsip syariah, tetapi nilainya tetap bisa naik atau turun mengikuti kondisi pasar.

Bagaimana dengan Investasi Selain Reksadana?

Memahami prinsip syariah juga penting ketika kamu mulai melihat instrumen investasi lain. Saham, misalnya, memiliki karakteristik berbeda dengan reksadana karena investor membeli kepemilikan pada perusahaan secara langsung.

Jika kamu ingin melakukan diversifikasi ke aset global, salah satu pilihan yang tersedia saat ini adalah saham Amerika. Melalui Reku, kamu bisa mengakses investasi saham AS seperti saham Apple, Microsoft, Tesla, dan berbagai saham lainnya. Reku juga menyediakan akses ke ETF dan berbagai aset kripto. Jika kepatuhan syariah menjadi prioritas, kamu tetap perlu melakukan pengecekan terhadap aset dan aktivitas bisnisnya sesuai acuan syariah yang kamu gunakan.

Nico R. K
AuthorNico R. K
Share!
Related Articles
    How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  1. How to Invest in the S&P 500: A Complete Guide for Beginners
  2. 18 September 2025
    1 min read
    Investasi
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku