Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
5 Merk Mainan Anak Terkenal dan Sahamnya yang Melantai di Bursa Amerika
Saham
Share!

5 Merk Mainan Anak Terkenal dan Sahamnya yang Melantai di Bursa Amerika

22 October 2026
6 min read
5 Merk Mainan Anak Terkenal dan Sahamnya yang Melantai di Bursa Amerika

Mainan masa kecil yang kamu mainkan dulu ternyata bukan sekadar nostalgia. Sejumlah merk mainan anak terkenal dan sahamnya kini diperdagangkan terbuka di bursa Amerika Serikat, lengkap dengan kode ticker, laporan keuangan kuartalan, dan pergerakan harga yang bisa kamu pantau setiap hari. Barbie, Hot Wheels, Monopoly, hingga Funko Pop bukan cuma nama yang menghiasi rak toko, melainkan juga unit bisnis dari perusahaan publik yang sahamnya bisa kamu beli.

Pola bisnis seperti ini sebenarnya cukup familier kalau kamu pernah membaca daftar 12 luxury brand dan sahamnya yang menunjukkan brand fesyen mewah juga tercatat di bursa. Bedanya, saham produsen mainan punya karakter musiman yang kuat karena penjualan biasanya memuncak di kuartal keempat jelang liburan akhir tahun, sehingga performanya perlu dibaca lebih hati-hati dibanding sekadar melihat nama brand yang populer. Laporan keuangan kuartal ketiga dan keempat biasanya jadi acuan paling penting, karena di periode itulah terlihat apakah strategi promosi dan lini produk baru benar-benar laku di pasar ritel global.

Daftar Merk Mainan Anak Terkenal dan Sahamnya yang Melantai di Bursa Amerika

Lima perusahaan berikut dipilih karena memegang lisensi atau memproduksi brand mainan yang paling dikenal anak-anak maupun kolektor dewasa, sekaligus aktif diperdagangkan di Nasdaq atau NYSE. Masing-masing punya model bisnis yang berbeda, mulai dari manufaktur mainan fisik, penerbitan game kartu dan konten digital, produksi figur koleksi, hingga ritel pengalaman langsung di gerai fisik. Perbedaan model bisnis inilah yang membuat setiap saham di daftar ini punya profil risiko dan sumber pendapatan yang tidak sama persis satu sama lain.

1. Mattel (MAT)

Mattel adalah rumah bagi Barbie, Hot Wheels, Fisher-Price, dan Polly Pocket, dengan saham tercatat di Nasdaq lewat ticker MAT. Sepanjang 2025, penjualan bersih Mattel tercatat sekitar US$5,35 miliar, turun 1% dibanding tahun sebelumnya, dengan margin kotor yang tergerus 200 basis poin ke level 49% akibat diskon dan biaya yang naik.

Kinerja dua lini utama Mattel berjalan berlawanan arah. Hot Wheels mencetak rekor penjualan selama delapan tahun berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit, sementara penjualan boneka turun 7% karena Barbie dan Polly Pocket melambat. Divergensi semacam ini jadi gambaran kenapa investor saham mainan perlu melihat detail per lini produk, bukan cuma angka total pendapatan.

Di pasar saham, MAT sempat diperdagangkan di kisaran US$14,36 dengan rentang 52 minggu antara US$13,95 hingga US$22,48. Rata-rata rekomendasi dari belasan analis yang memantau saham ini berada di level “beli”, dengan target harga 12 bulan sekitar US$20,9. Mattel juga semakin agresif menggarap lini film dan konten berbasis karakter lewat Mattel Films, strategi yang dipicu kesuksesan film Barbie beberapa tahun sebelumnya.

2. Hasbro (HAS)

Hasbro memegang portofolio Monopoly, Nerf, Play-Doh, Transformers, dan Magic: The Gathering lewat anak usahanya Wizards of the Coast, dengan ticker HAS di Nasdaq. Segmen Wizards and Digital Gaming jadi mesin pertumbuhan utama pada 2025, naik 45% sepanjang tahun, sedangkan penjualan Magic: The Gathering melonjak hampir 60%.

Di sisi lain, segmen Consumer Products yang menaungi Monopoly dan Play-Doh justru turun 4% untuk keseluruhan tahun, meski kuartal keempat sudah kembali tumbuh 7% ditopang Monopoly, Peppa Pig, dan lini Marvel. Hasbro juga memberi guidance pertumbuhan pendapatan 3-5% untuk 2026 serta otorisasi buyback senilai US$1 miliar. Karakter pembagian dividen rutin seperti ini membuat Hasbro sering disandingkan dengan nama-nama di daftar saham Amerika dengan dividen terbesar.

Pendapatan kuartal keempat 2025 Hasbro tercatat sekitar US$1,45 miliar, naik sekitar 31% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba per saham disesuaikan US$1,51. Pergeseran strategi Hasbro dari produsen mainan fisik murni menjadi perusahaan permainan dan hiburan berbasis lisensi membuat performa sahamnya kini lebih dipengaruhi siklus rilis game kartu dan konten digital, bukan cuma musim belanja mainan di akhir tahun.

3. Funko (FNKO)

Funko adalah produsen figur koleksi Funko Pop yang mengadaptasi karakter film, game, dan budaya pop ke bentuk vinyl bermata besar, diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker FNKO. Pendapatan FNKO sepanjang 2025 tercatat sekitar US$908 juta, turun 13,5% dari tahun sebelumnya, dengan kerugian bersih membengkak jadi sekitar US$67 juta.

Guidance EBITDA Funko untuk 2026 dipatok sekitar US$75 juta di titik tengah, lebih rendah dari ekspektasi analis. Dibanding Mattel atau Hasbro, kapitalisasi pasar Funko jauh lebih kecil sehingga volatilitas harganya cenderung lebih tajam, baik saat sentimen positif maupun ketika hasil kuartalan meleset dari ekspektasi pasar.

Harga saham FNKO pernah bergerak di rentang 52 minggu antara US$2,22 hingga US$6,58, cerminan dari betapa fluktuatifnya saham ini dibanding dua nama sebelumnya. Model bisnis Funko sangat bergantung pada perjanjian lisensi dengan studio film, game, dan merek budaya pop, sehingga performa penjualannya erat kaitannya dengan jadwal rilis judul-judul populer di bioskop maupun platform streaming.

4. JAKKS Pacific (JAKK)

JAKKS Pacific memproduksi mainan di bawah brand sendiri seperti Disguise, Fly Wheels, dan Perfectly Cute, sekaligus memegang lisensi Disney, Star Wars, dan Nintendo untuk sejumlah lini produknya. Saham JAKK tercatat di Nasdaq dengan segmen bisnis yang terbagi menjadi Toys/Consumer Products dan Costumes, kategori yang jarang dimiliki kompetitor sekelasnya.

Sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil, JAKK cenderung lebih sensitif terhadap perubahan tren musiman dan pergeseran lisensi karakter. Investor yang tertarik pada emiten seperti ini biasanya menempatkannya sebagai pelengkap, bukan inti portofolio, mengingat likuiditas sahamnya lebih tipis dibanding Mattel maupun Hasbro.

Kapitalisasi pasar JAKKS Pacific pernah tercatat di kisaran US$274 juta dengan harga saham sekitar US$24,55, jauh lebih kecil dibanding Mattel maupun Hasbro. Perusahaan ini juga mulai merambah segmen lifestyle lewat kerja sama dengan Authentic Brands untuk lini skateboard dan sepatu roda bermerek Quiksilver, Roxy, serta Juicy Couture, langkah diversifikasi di luar mainan konvensional.

5. Build-A-Bear Workshop (BBW)

Build-A-Bear Workshop menjual pengalaman merakit boneka plush secara langsung di gerai ritelnya yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, hingga lewat skema waralaba internasional. Sahamnya tercatat di NYSE dengan ticker BBW dan terbagi dalam tiga segmen bisnis, yaitu Direct-to-Consumer, Commercial, dan International Franchising.

Model bisnis Build-A-Bear lebih berbasis ritel dan pengalaman ketimbang manufaktur mainan massal seperti Mattel atau Hasbro, sehingga kinerjanya lebih terikat pada traffic mal dan daya beli konsumen ritel. Bagi investor di Indonesia yang baru mengenal emiten-emiten konsumer semacam ini, penting dipahami bahwa WNI tetap bisa membeli saham luar negeri seperti BBW selama bertransaksi lewat platform yang berizin dan diawasi otoritas terkait.

Harga saham BBW pernah bergerak di rentang 52 minggu antara US$29,35 hingga US$75,85, dengan dividen tunai sekitar US$0,8 per tahun atau setara imbal hasil dividen mendekati 1,88%. Dibanding empat nama sebelumnya, Build-A-Bear jadi contoh bagaimana brand mainan anak bisa bertransformasi jadi bisnis ritel pengalaman yang sahamnya tetap ikut terpengaruh kondisi konsumsi masyarakat secara umum.

FAQ

  1. Apakah saham produsen mainan termasuk saham defensif atau siklikal? Saham ini lebih mendekati siklikal konsumer, karena penjualannya sensitif terhadap daya beli rumah tangga dan anggaran belanja hiburan keluarga, bukan kebutuhan pokok yang permintaannya stabil sepanjang waktu.
  2. Apakah semua merk mainan anak terkenal dan sahamnya bisa dibeli investor ritel di Indonesia? Sebagian besar bisa, karena saham-saham ini diperdagangkan di bursa AS yang terbuka untuk investor ritel global lewat platform yang menyediakan akses saham Amerika.
  3. Apakah performa saham produsen mainan selalu sejalan dengan ramainya mainan tersebut di toko fisik? Tidak selalu, karena sejumlah perusahaan seperti Hasbro kini menggantungkan sebagian besar pertumbuhannya pada lini digital dan game, bukan cuma penjualan mainan fisik di rak toko.
  4. Apakah ada risiko mata uang yang perlu diperhatikan saat membeli saham-saham ini? Ada, karena laporan keuangan perusahaan-perusahaan ini dalam dolar AS, sehingga fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar ikut memengaruhi nilai investasi saat dikonversi kembali.
  5. Apakah saham mainan cocok untuk investor pemula? Bisa, asalkan dialokasikan sebagai bagian kecil dari portofolio yang lebih luas dan tidak dijadikan satu-satunya pegangan, karena sektor ini tetap punya volatilitas musiman.

Melihat bagaimana brand mainan favoritmu sewaktu kecil ternyata berubah jadi saham yang bisa diperdagangkan setiap hari adalah pengingat bahwa peluang investasi sering muncul dari hal-hal yang sudah dekat denganmu. Catatan kinerja tiap brand di atas juga menunjukkan bahwa nama besar saja tidak menjamin pertumbuhan, karena Hot Wheels dan Wizards of the Coast tumbuh pesat sementara lini boneka dan figur koleksi justru melambat pada periode yang sama. Supaya eksposur ke saham-saham ini tidak terlalu terkonsentrasi di satu sektor, kamu bisa menerapkan cara diversifikasi saham untuk pemula sebelum menambah posisi baru.

Kalau kamu ingin mulai membeli saham Amerika seperti Mattel, Hasbro, atau Funko, kamu bisa memulainya lewat aplikasi saham Amerika di Reku yang diawasi OJK, dan kalau tertarik memperluas portofolio ke aset digital, Reku juga menyediakan akses ke aplikasi crypto terpercaya dalam satu platform yang sama. Dengan begitu, riset soal deretan merk mainan anak terkenal dan sahamnya ini bisa langsung ditindaklanjuti lewat Reku tanpa harus pindah-pindah aplikasi.

Nico R. K
AuthorNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Share!
Related Articles
    Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  1. Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  2. 23 July 2025
    1 min read
    Saham
    18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  3. 18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  4. 09 July 2025
    1 min read
    Saham
    Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  5. Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  6. 15 June 2025
    1 min read
    Saham
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku