Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Mengenal Order Block dalam Trading, Cara Kerja dan Contohnya di Chart
Trading
Share!

Mengenal Order Block dalam Trading, Cara Kerja dan Contohnya di Chart

08 June 2026
5 min read
Mengenal Order Block dalam Trading, Cara Kerja dan Contohnya di Chart

Order block adalah salah satu konsep penting dalam analisis teknikal yang banyak digunakan trader profesional, terutama di pasar crypto yang volatil. Konsep ini membantu kamu memahami di mana kekuatan supply dan demand berada, sehingga bisa memprediksi arah harga dengan lebih akurat.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu order block, bagaimana cara kerjanya, serta manfaat dan risikonya. Dengan pemahaman yang baik, kamu bisa meningkatkan strategi tradingmu, baik untuk crypto maupun saham Amerika. Mari kita bahas secara lengkap dan mudah dipahami.

Apa Itu Order Block?

Order block adalah area di chart harga di mana institusi atau whale melakukan akumulasi atau distribusi order besar. Area ini sering menjadi zona support atau resistance yang kuat karena melibatkan volume transaksi yang signifikan.

Secara sederhana, order block adalah titik di mana harga pernah berbalik arah secara kuat. Trader retail seperti kamu bisa memanfaatkannya untuk entry atau exit posisi dengan probabilitas yang lebih tinggi. Konsep ini berasal dari Smart Money Concept (SMC) yang melihat pergerakan harga dari perspektif institusi besar, bukan hanya pola candlestick biasa.

Sejarah dan Asal Usul Order Block

Order block pertama kali populer di kalangan trader forex dan kemudian menyebar ke komunitas crypto. Konsep ini dikembangkan dari teori Wyckoff yang menekankan akumulasi dan distribusi oleh smart money. Di era digital saat ini, order block semakin relevan karena pasar crypto beroperasi 24/7 dengan likuiditas tinggi. Banyak trader sukses menggunakan order block untuk trading Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya.

Bagaimana Cara Kerja Order Block?

Cara kerja order block didasarkan pada konsep akumulasi dan distribusi oleh pelaku pasar besar.

Prosesnya biasanya berlangsung sebagai berikut:

  1. Institusi mulai mengumpulkan posisi beli atau jual.
  2. Aktivitas tersebut menciptakan area konsolidasi pada chart.
  3. Setelah likuiditas mencukupi, harga bergerak kuat membentuk tren baru.
  4. Area sebelum pergerakan besar tersebut menjadi order block.
  5. Ketika harga kembali menguji area tersebut, trader mencari peluang entry sesuai arah tren.

Karena banyak trader memperhatikan area yang sama, order block sering menjadi zona yang menarik untuk dianalisis.

Jenis-Jenis Order Block

Ada dua jenis utama order block yang perlu kamu ketahui:

  • Bullish Order Block (Demand Zone): Area di mana institusi membeli dalam jumlah besar. Harga biasanya naik setelah menyentuh zona ini.
  • Bearish Order Block (Supply Zone): Area di mana institusi menjual asetnya. Harga cenderung turun ketika harga mencapai zona ini.

Cara Mengidentifikasi Order Block di Chart

  • Identifikasi tren utama pasar.
  • Cari pergerakan harga yang kuat atau impulsif.
  • Temukan candle terakhir yang berlawanan arah sebelum impuls terjadi.
  • Tandai area body atau keseluruhan candle sebagai zona order block.
  • Tunggu harga kembali menguji area tersebut.
  • Cari konfirmasi tambahan sebelum melakukan entry.

Manfaat Menggunakan Order Block dalam Trading Crypto

  • Membantu menemukan area entry dan exit yang potensial.
  • Memudahkan identifikasi level support dan resistance.
  • Dapat digunakan untuk menentukan stop loss dan target profit.
  • Membantu memahami aktivitas pelaku pasar besar (smart money).
  • Cocok dikombinasikan dengan strategi price action dan Smart Money Concepts (SMC).
  • Dapat digunakan di berbagai timeframe dan aset kripto.

Risiko dan Keterbatasan Order Block

  • Tidak semua order block menghasilkan reaksi harga yang kuat.
  • Berpotensi menghasilkan sinyal palsu (false signal).
  • Membutuhkan pengalaman untuk mengidentifikasi area yang valid.
  • Kurang efektif jika digunakan tanpa konfirmasi tambahan.
  • Kondisi pasar yang sangat volatil dapat membuat order block gagal bekerja.
  • Tetap memiliki risiko kerugian jika manajemen risiko tidak diterapkan dengan baik.
  • Interpretasi order block bisa berbeda antara satu trader dan trader lainnya.

Contoh Order Block di Pasar Crypto

Bayangkan harga Bitcoin turun tajam dari $60.000 ke $50.000, lalu berbalik naik. Area di sekitar $50.000 bisa menjadi bullish order block. Ketika harga kembali ke sana, kemungkinan besar akan memantul naik. Contoh lain adalah saat altcoin mengalami pump and dump. Bearish order block sering terbentuk di puncak harga sebelum crash. Trader yang mengenali ini bisa short atau keluar posisi tepat waktu. Studi kasus di Ethereum menunjukkan bahwa order block di level $2.000 sering menjadi support kuat selama bull run 2021.

Tips Menggunakan Order Block untuk Trader Pemula

  • Pelajari struktur pasar terlebih dahulu sebelum menggunakan order block sebagai acuan entry.
  • Fokus pada timeframe yang lebih tinggi seperti H4 atau Daily untuk menemukan order block yang lebih kuat.
  • Jangan langsung entry saat harga menyentuh order block, tunggu konfirmasi tambahan terlebih dahulu.
  • Kombinasikan dengan analisis lain seperti support-resistance, volume, atau trendline.
  • Gunakan stop loss untuk membatasi risiko jika harga bergerak berlawanan dengan prediksi.
  • Hindari membuka posisi hanya karena melihat order block, tanpa mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan.
  • Mulai dengan akun demo atau modal kecil untuk memahami cara kerja order block tanpa risiko besar.
  • Tetapkan manajemen risiko yang disiplin dan jangan mempertaruhkan terlalu banyak modal dalam satu transaksi.

Order block adalah konsep powerful yang membantu kamu memahami perilaku smart money di pasar crypto dan saham. Dengan mengenali area supply dan demand ini, kamu bisa membuat keputusan trading yang lebih informed dan mengurangi risiko kerugian. Ingat, kesuksesan trading bukan hanya soal tools, tapi juga disiplin dan manajemen risiko yang baik. Terus belajar dan praktikkan konsep order block secara konsisten.

Mulailah perjalanan investasi crypto atau saham Amerika kamu dengan platform terpercaya seperti Reku. Dengan fitur analisis yang lengkap, Reku memudahkan kamu untuk menerapkan strategi trading berbasis order block dan instrumen investasi lainnya.

Aplikasi Crypto Indonesia untuk Staking dan Trading

Gabung bersama jutaan pengguna lain di Reku, aplikasi crypto Indonesia yang menawarkan fitur staking crypto dan trading yang aman. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi!

FAQ

1. Apa perbedaan order block dengan support resistance biasa?

Order block lebih spesifik karena berfokus pada area di mana institusi besar melakukan order, sementara support resistance bisa terbentuk dari banyak faktor. Order block biasanya memiliki kekuatan lebih tinggi.

2. Apakah order block bisa digunakan untuk trading saham Amerika?

Ya, order block berlaku di berbagai pasar termasuk saham Amerika dan ETF. Prinsip supply demand tetap sama, meski timeframe dan volatilitas berbeda.

3. Berapa timeframe terbaik untuk mengidentifikasi order block?

Timeframe daily atau 4-hour sering direkomendasikan untuk pemula karena memberikan sinyal yang lebih jelas dan mengurangi noise pasar.

4. Bagaimana cara menggambar order block yang akurat?

Gambar dari high atau low candle terakhir sebelum impulsive move. Gunakan rectangle tool dan perhatikan area di mana harga bereaksi kuat.

5. Apakah order block cocok untuk trader pemula?

Ya, asal dipelajari secara bertahap. Mulai dengan memahami konsep dasar dan latihan di chart historis sebelum aplikasi live trading.

Kasih Maharani
AuthorKasih Maharani
Share!
Related Articles
    What is Flag Pattern?
  1. What is Flag Pattern?
  2. 10 April 2025
    1 min read
    Trading
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku