8 Perbedaan Sekuritas dengan Bank yang Perlu Kamu Pahami
Bank dan sekuritas sama-sama termasuk lembaga jasa keuangan yang diawasi resmi di Indonesia, tapi keduanya punya peran yang sangat berbeda. Banyak orang masih menyamakan fungsi keduanya, padahal memahami perbedaan sekuritas dengan bank penting sebelum kamu memutuskan mau menyimpan dana atau mulai berinvestasi. Artikel ini akan membahas perbedaannya secara lengkap, mulai dari fungsi, produk, regulator, hingga risiko yang perlu kamu ketahui.
Apa Itu Bank dan Sekuritas?
Sebelum masuk ke perbedaannya, ada baiknya kamu memahami dulu definisi dasar dari dua lembaga ini.
Pengertian Bank
Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, lalu menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pinjaman. Aktivitas utama bank berputar di sekitar tabungan, deposito, giro, dan berbagai layanan kredit seperti KPR atau kredit usaha. Selain itu, bank juga umumnya menyediakan layanan pendukung lain seperti transfer dana, pembayaran tagihan, hingga penerbitan kartu debit dan kartu kredit yang memudahkan transaksi harian nasabahnya.
Karena posisinya sebagai lembaga intermediasi keuangan, bank punya peran besar dalam menjaga perputaran uang di masyarakat. Dana yang disimpan nasabah tidak hanya “diam” di bank, tapi diputar kembali untuk membiayai kebutuhan masyarakat atau pelaku usaha lain yang mengajukan pinjaman.
Pengertian Sekuritas
Sekuritas adalah lembaga yang memfasilitasi transaksi jual beli instrumen investasi di pasar modal, seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Sekuritas tidak menghimpun simpanan maupun menyalurkan kredit seperti bank. Perannya lebih ke arah menjadi perantara antara investor dengan pasar modal.
Untuk bisa bertransaksi di pasar modal, kamu memang perlu membuka rekening efek melalui perusahaan sekuritas yang sudah berizin resmi. Dari rekening itulah kamu bisa memantau pergerakan harga, melakukan order beli atau jual, sampai melihat riwayat transaksi investasimu.
Perbedaan Sekuritas dengan Bank dari Berbagai Aspek
Meski sama-sama diawasi ketat, sekuritas dan bank punya karakteristik yang cukup jauh berbeda. Berikut ringkasannya dalam bentuk tabel, sebelum kamu masuk ke penjelasan lebih rinci per aspek.
| Aspek | Bank | Sekuritas |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya sebagai kredit | Menjadi perantara jual beli instrumen investasi di pasar modal |
| Produk | Tabungan, deposito, giro, kartu kredit, pinjaman | Saham, reksa dana, obligasi, produk derivatif |
| Regulator | Diawasi OJK bidang perbankan | Diawasi OJK bidang pasar modal |
| Jaminan dana | Dijamin LPS hingga plafon tertentu | Tidak dijamin LPS |
| Sumber keuntungan nasabah | Bunga simpanan, jumlahnya relatif tetap | Capital gain dan dividen, jumlahnya tidak pasti |
| Tingkat risiko | Relatif rendah karena ada jaminan LPS | Lebih tinggi karena nilai investasi mengikuti pasar |
| Tujuan penggunaan | Kebutuhan likuiditas dan pembiayaan jangka pendek | Pengembangan dana jangka menengah hingga panjang |
Fungsi Utama
Perbedaan paling mendasar ada pada fungsi intinya.
- Bank berfungsi menghimpun dana masyarakat lewat produk simpanan, lalu menyalurkannya kembali sebagai kredit ke masyarakat atau pelaku usaha.
- Sekuritas berfungsi menjadi perantara transaksi di pasar modal, membantu investor membeli atau menjual saham, reksa dana, obligasi, dan instrumen investasi lainnya.
Karena fungsinya berbeda, cara kerja keduanya pun tidak bisa disamakan begitu saja.
Produk yang Ditawarkan
Produk yang ditawarkan bank dan sekuritas juga jelas berbeda arahnya.
- Produk bank umumnya berupa tabungan, deposito, giro, kartu kredit, serta berbagai jenis pinjaman.
- Produk sekuritas berupa akses jual beli saham, reksa dana, obligasi, hingga produk derivatif di pasar modal.
Singkatnya, bank lebih fokus pada penyimpanan dan pembiayaan, sementara sekuritas fokus pada investasi.
Regulator dan Pengawasan
Bank dan sekuritas sama-sama berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi keduanya diawasi oleh bidang yang berbeda.
- Bank diawasi oleh bidang pengawasan perbankan di OJK.
- Sekuritas diawasi oleh bidang pengawasan pasar modal di OJK.
Jadi meski regulatornya sama, aturan main dan standar operasional yang berlaku untuk keduanya tetap berbeda karena karakter bisnisnya juga berbeda.
Jaminan atas Dana
Ini salah satu perbedaan yang paling penting untuk kamu pahami sebelum menempatkan dana.
- Simpanan di bank, seperti tabungan dan deposito, dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga plafon tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
- Dana yang sudah kamu konversi menjadi instrumen investasi lewat sekuritas, seperti saham atau reksa dana, tidak dijamin oleh LPS. Nilai investasi bisa naik atau turun mengikuti pergerakan pasar, dan risiko itu sepenuhnya ditanggung investor.
Perbedaan ini yang membuat karakter risiko keduanya jauh berbeda. Menabung di bank relatif lebih aman dari sisi jaminan dana, sedangkan berinvestasi lewat sekuritas punya potensi imbal hasil lebih tinggi tapi juga membawa risiko fluktuasi nilai.
Sumber Keuntungan
Cara bank dan sekuritas menghasilkan keuntungan bagi nasabahnya juga berbeda.
- Nasabah bank mendapat keuntungan dari bunga simpanan, yang jumlahnya relatif tetap dan sudah ditentukan di awal.
- Investor di sekuritas mendapat potensi keuntungan dari kenaikan harga instrumen investasi (capital gain) atau dari pembagian dividen, yang jumlahnya tidak pasti dan bergantung pada kondisi pasar serta kinerja perusahaan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Sebelum memilih salah satu atau bahkan menggunakan keduanya, ada beberapa risiko yang sebaiknya kamu pahami lebih dulu:
- Risiko fluktuasi nilai investasi. Harga saham, reksa dana, atau instrumen lain di pasar modal bisa naik turun mengikuti kondisi pasar, sehingga nilai investasi berpotensi berada di bawah harga beli awal.
- Risiko memilih sekuritas tanpa izin resmi. Menggunakan platform investasi yang tidak berizin OJK berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan dana karena minim perlindungan hukum.
- Risiko kurang memahami produk. Berinvestasi pada instrumen yang belum sepenuhnya kamu pahami, misalnya produk dengan volatilitas tinggi, bisa memperbesar potensi kerugian.
- Risiko likuiditas. Beberapa instrumen investasi mungkin tidak bisa dicairkan secepat simpanan bank, tergantung kondisi pasar saat itu.
Kapan Kamu Butuh Bank, Kapan Butuh Sekuritas?
Bank dan sekuritas sebenarnya bukan dua pilihan yang saling menggantikan, melainkan dua alat keuangan dengan tujuan berbeda.
- Gunakan bank kalau kamu butuh tempat menyimpan dana darurat, mengatur arus kas harian, atau mengajukan pembiayaan seperti kredit rumah dan kendaraan.
- Gunakan sekuritas kalau kamu ingin mengembangkan dana dalam jangka menengah hingga panjang lewat instrumen pasar modal, dengan catatan kamu sudah memahami risikonya.
Banyak orang pada akhirnya memakai keduanya secara bersamaan, bank untuk kebutuhan likuiditas harian, dan sekuritas untuk membangun portofolio investasi jangka panjang. Keduanya justru saling melengkapi dalam rencana keuangan yang sehat, bukan saling menggantikan satu sama lain.
Sebagai gambaran, kamu bisa mengalokasikan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek di bank karena sifatnya likuid dan relatif aman. Sementara untuk dana yang memang ditujukan untuk tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun atau pendidikan anak beberapa tahun ke depan, instrumen investasi lewat sekuritas bisa jadi pilihan yang lebih relevan karena potensi pertumbuhannya cenderung lebih tinggi dibanding bunga simpanan bank.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Sekuritas
Kalau kamu sudah siap melangkah dari sekadar menabung ke berinvestasi, memilih sekuritas yang tepat jadi langkah penting. Beberapa hal yang perlu kamu cek:
- Pastikan sekuritas tersebut sudah berizin dan diawasi resmi oleh OJK.
- Perhatikan kelengkapan instrumen investasi yang ditawarkan, apakah cukup untuk kebutuhanmu ke depan.
- Cek kemudahan platform, mulai dari proses pembukaan akun sampai kemudahan transaksi sehari-hari.
- Perhatikan biaya transaksi dan struktur fee yang dikenakan.
Kalau kamu tertarik mulai merambah investasi yang lebih luas, bukan cuma saham lokal, kamu bisa mempertimbangkan platform yang juga menyediakan akses untuk trading crypto maupun saham Amerika Serikat dalam satu aplikasi. Reku misalnya, memungkinkan kamu trading kripto sekaligus berinvestasi di saham-saham AS dengan proses yang relatif mudah diakses langsung dari ponsel. Ini bisa jadi opsi tambahan buat kamu yang ingin diversifikasi portofolio di luar produk konvensional perbankan.
Perbedaan sekuritas dengan bank terletak pada fungsi, produk, jaminan dana, hingga cara menghasilkan keuntungan. Bank berperan sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan dana dengan jaminan LPS, sementara sekuritas berperan sebagai perantara investasi di pasar modal tanpa jaminan LPS, tapi dengan potensi imbal hasil yang lebih besar. Memahami perbedaan ini akan membantu kamu menentukan strategi keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan profil risikomu.


