Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Reku Campus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
12 Saham Hotel Terbaik yang Jadi Incaran Investor
Saham
Share!

12 Saham Hotel Terbaik yang Jadi Incaran Investor

08 October 2026
5 min read
12 Saham Hotel Terbaik yang Jadi Incaran Investor

Industri perhotelan Amerika Serikat terus bergerak mengikuti tren perjalanan global, mulai dari pemulihan wisata pascapandemi, pergeseran gaya bekerja jarak jauh, hingga permintaan bisnis MICE yang kembali ramai di berbagai kota besar. Kondisi ini membuat 12 saham hotel terbaik di bursa Amerika jadi incaran investor yang ingin ikut menikmati pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan global.

Saham hotel sendiri terbagi dalam dua kelompok besar: perusahaan operator atau franchisor yang mengelola merek hotel, dan Real Estate Investment Trust (REIT) yang memiliki aset properti hotel secara fisik. Masing-masing punya karakteristik risiko dan potensi keuntungan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami profil tiap emiten sebelum memutuskan masuk.

Kenapa Saham Hotel Amerika Layak Dipertimbangkan?

Sektor hotel bersifat siklikal, artinya kinerjanya sangat dipengaruhi oleh okupansi, average daily rate (ADR), revenue per available room (RevPAR), musim liburan, dan suku bunga acuan. Ketika permintaan perjalanan tinggi, pendapatan emiten hotel cenderung melonjak, namun sebaliknya saat resesi atau suku bunga naik tajam, performanya bisa tertekan.

Walau fluktuatif, banyak emiten hotel rutin membagikan dividen dan melakukan buyback saham, sehingga tetap menarik bagi investor yang mencari kombinasi antara potensi capital gain dan pendapatan pasif.

12 Saham Hotel Terbaik untuk Portofolio Investasimu

1. Marriott International (MAR)

Marriott adalah operator hotel terbesar di dunia dengan model bisnis asset-light berbasis fee dan waralaba, bukan pemilik langsung sebagian besar propertinya. Pada 12 Februari 2026, perusahaan mengumumkan dividen kuartalan sebesar $0,67 per saham, dengan yield tahunan di kisaran 0,89% – relatif kecil karena fokus utamanya memang pertumbuhan jaringan merek, bukan imbal hasil dividen.

Tertarik jadi salah satu investornya? Beli saham Hotel Marriott International mulai $1 di Reku↗

2. Hilton Worldwide Holdings (HLT)

Saham Hilton membagikan dividen $0,15 per saham dengan yield tahunan sekitar 0,22%, jadi yield-nya termasuk paling rendah di antara emiten hotel besar. Namun kinerja operasionalnya kuat, tercermin dari EBITDA rekor $3,7 miliar dan pengembalian ke pemegang saham lewat dividen plus buyback senilai $3,3 miliar, meski pasar masih ragu terhadap proyeksi pertumbuhan RevPAR 2026 yang hanya 1-2%.

3. Hyatt Hotels Corporation (H)

Saham Hyatt dikenal lewat portofolio hotel premium dan resort mewahnya di berbagai destinasi wisata dunia. Pada pertengahan September 2026, kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar $15,46 miliar, menempatkannya sebagai salah satu operator hotel besar yang diperdagangkan secara publik di Amerika Serikat, meski ukurannya masih di bawah Marriott dan Hilton.

4. Wyndham Hotels & Resorts (WH)

Wyndham berfokus sebagai franchisor hotel kelas menengah dan ekonomis dengan jaringan waralaba yang luas di Amerika Serikat maupun internasional. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran $5,14 miliar pada September 2026, jauh lebih kecil dari tiga nama di atas, namun model bisnisnya yang ringan aset membuatnya tetap efisien menghasilkan arus kas.

5. Choice Hotels International (CHH)

Choice Hotels mengoperasikan ribuan hotel waralaba di segmen ekonomis hingga menengah, dengan kapitalisasi pasar sekitar $4,43 miliar pada periode yang sama. Strategi perusahaan ini banyak mengandalkan ekspansi merek lewat akuisisi waralaba kecil, menjadikannya pemain penting di segmen hotel non-mewah.

6. InterContinental Hotels Group (IHG)

Berbeda dari emiten lain di daftar ini, IHG berbasis di Inggris dengan kapitalisasi pasar sekitar $23,26 miliar, menaungi merek-merek seperti Holiday Inn, Crowne Plaza, hingga InterContinental. Meski bukan emiten murni Amerika, sahamnya banyak diperhitungkan investor global karena eksposurnya yang luas ke pasar AS dan internasional.

7. Host Hotels & Resorts (HST)

Host Hotels adalah REIT penginapan terbesar dan bagian dari indeks S&P 500, dengan 74 properti di Amerika Serikat dan lima di luar negeri atau sekitar 42.500 kamar secara total. Dividen forward-nya mencapai $0,80 per saham dengan yield sekitar 4,02%, jauh lebih tinggi dibanding emiten operator di atas, meski sebagai REIT performanya lebih sensitif terhadap suku bunga dan siklus perjalanan.

8. Park Hotels & Resorts (PK)

Park Hotels & Resorts merupakan REIT hasil spin-off dari Hilton yang berfokus pada portofolio hotel kelas atas (upscale) di lokasi-lokasi strategis seperti kota besar dan destinasi resort. Karena strukturnya sebagai REIT, perusahaan ini wajib membagikan sebagian besar labanya sebagai dividen kepada pemegang saham.

9. Ryman Hospitality Properties (RHP)

Ryman Hospitality punya ceruk unik: mengelola hotel-hotel konvensi berskala besar di bawah merek Gaylord Hotels yang menyasar segmen MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Fokus niche ini membuat kinerjanya cukup berbeda dari REIT hotel yang mengandalkan wisatawan individu.

10. Apple Hospitality REIT (APLE)

Apple Hospitality REIT memiliki portofolio hotel select-service yang terdiversifikasi di berbagai kota menengah Amerika Serikat, umumnya di bawah merek-merek milik Marriott dan Hilton. Strategi diversifikasi ini membuat eksposur risikonya tersebar di banyak lokasi dan segmen harga.

11. RLJ Lodging Trust (RLJ)

RLJ Lodging Trust berfokus pada hotel premium branded dengan model operasional yang efisien, sering menyasar segmen bisnis di kota-kota urban. Sebagai REIT, perusahaan ini juga rutin mendistribusikan dividen meski besarannya berfluktuasi seiring kinerja okupansi tahunan.

12. DiamondRock Hospitality (DRH)

DiamondRock Hospitality mengelola portofolio hotel urban dan resort di lokasi-lokasi premium, termasuk beberapa destinasi wisata populer di AS. Perusahaan ini sering jadi perbandingan REIT hotel skala menengah bagi investor yang mencari eksposur ke sektor pariwisata domestik Amerika.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham Hotel

Sebelum memutuskan salah satu dari 12 saham hotel terbaik ini, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek lebih dulu:

  • Siklus bisnis – pastikan kamu sadar bahwa sektor ini sensitif terhadap resesi, kenaikan suku bunga, dan tren perjalanan musiman.
  • Model bisnis – bedakan antara operator atau franchisor yang asset-light dengan REIT yang memiliki properti fisik secara langsung.
  • Riwayat dividen – cek konsistensi pembagian dividen, terutama untuk REIT yang secara hukum wajib mendistribusikan sebagian besar laba kena pajaknya.
  • Laporan kuartalan terbaru – data RevPAR, okupansi, dan proyeksi manajemen bisa berubah cepat, jadi jangan hanya mengandalkan data lama.
  • Diversifikasi geografis – perhatikan apakah portofolio properti emiten tersebar di banyak kota atau justru terkonsentrasi di satu wilayah, karena ini memengaruhi tingkat risikonya terhadap kondisi ekonomi lokal.

Membandingkan beberapa emiten sekaligus sebelum membeli juga membantu kamu menentukan kombinasi portofolio yang sesuai, misalnya memadukan operator besar yang stabil seperti Marriott dengan REIT yield tinggi seperti Host Hotels, supaya risikonya lebih tersebar.

Kamu yang tertarik ikut mengoleksi salah satu dari deretan ini bisa mulai investasi saham Amerika melalui Reku, yang memberikan akses ke bursa AS tanpa perlu membuka rekening broker luar negeri secara manual. Sebelum mulai, ada baiknya kamu memahami dulu alasan kenapa saham Amerika layak dilirik serta mengenal indeks pasar saham Amerika seperti S&P 500 dan Nasdaq yang kerap jadi acuan performa sektor ini.

Kalau kamu masih awam dengan mekanisme transaksinya, kamu bisa pelajari lebih dulu cara beli saham luar negeri supaya proses pembelian 12 saham hotel terbaik di atas bisa dilakukan dengan lebih percaya diri.

FAQ

  1. Apakah saham hotel termasuk investasi berisiko tinggi? Saham hotel tergolong siklikal, sehingga risikonya lebih tinggi dibanding saham sektor defensif seperti consumer staples, terutama saat terjadi resesi atau penurunan permintaan perjalanan.
  2. Apa beda REIT hotel dan operator hotel biasa? REIT memiliki aset properti hotel secara fisik dan wajib membagikan sebagian besar laba sebagai dividen, sementara operator seperti Marriott dan Hilton umumnya hanya mengelola merek lewat skema waralaba.
  3. Apakah semua saham hotel membagikan dividen besar? Tidak. Operator seperti Hilton justru punya yield dividen rendah karena lebih fokus pada pertumbuhan dan buyback, sedangkan REIT seperti Host Hotels cenderung punya yield lebih tinggi.
  4. Bagaimana cara memantau kinerja saham hotel secara berkala? Kamu bisa memantau metrik seperti RevPAR, okupansi, dan laporan kuartalan masing-masing emiten lewat platform data keuangan atau aplikasi investasi yang kamu gunakan.
  5. Apakah investor pemula bisa membeli saham hotel Amerika dari Indonesia? Bisa, selama menggunakan platform yang sudah menyediakan akses ke bursa saham Amerika secara legal dan diawasi otoritas terkait.
Nico R. K
AuthorNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Share!
Related Articles
    Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  1. Interested in Disney Stocks? Here’s How to Buy Them from Indonesia
  2. 23 July 2025
    1 min read
    Saham
    18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  3. 18 Best U.S. Stocks for You in 2025
  4. 09 July 2025
    1 min read
    Saham
    Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  5. Latest U.S. Stock Market Opening Hours in Indonesia Time
  6. 15 June 2025
    1 min read
    Saham
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku