Selain Pertamina, kini ada beberapa spbu swasta di indonesia yang ikut meramaikan penjualan bahan bakar, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kehadiran mereka memberi kamu pilihan lebih banyak, apalagi beberapa di antaranya menawarkan produk BBM dengan RON setara atau lebih tinggi dari Pertamax.
Menariknya, sebagian dari brand SPBU swasta ini merupakan anak usaha perusahaan energi global yang sahamnya diperdagangkan di bursa internasional, seperti saham shell dan saham exxon mobil. Jadi, selain jadi konsumen BBM mereka, kamu sebenarnya juga punya opsi untuk ikut memiliki sebagian bisnisnya lewat pasar modal.
Sejarah Masuknya SPBU Swasta ke Indonesia
Kehadiran mereka enggak lepas dari kebijakan deregulasi sektor hilir minyak dan gas lewat UU Migas Nomor 22 Tahun 2001, yang membuka ruang bagi perusahaan asing dan swasta nasional untuk berpartisipasi dalam distribusi dan ritel BBM. Sebelumnya, Pertamina sempat memegang hak monopoli penuh atas penjualan bahan bakar di dalam negeri.
Shell jadi salah satu pemain pertama yang masuk pasca-deregulasi tersebut, disusul kemudian oleh Petronas, Total, hingga BP-AKR dan Vivo di tahun-tahun berikutnya. Sebagian pemain lama memang sudah keluar dari pasar, tapi empat nama besar yang masih aktif beroperasi sampai sekarang adalah Shell, BP-AKR, Vivo, dan ExxonMobil.
Daftar SPBU Swasta di Indonesia
Berikut ini empat brand spbu swasta di indonesia yang paling banyak beroperasi dan mudah kamu temui di jalan raya.
1. Shell
Shell jadi salah satu pemain SPBU swasta tertua di Indonesia, dengan sekitar 186 unit SPBU per kuartal pertama 2025 yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, hingga sebagian Sumatera Utara. Produk andalannya meliputi Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Diesel.
Di tingkat global, Shell plc tercatat sebagai salah satu perusahaan energi terbesar dengan operasi dari hulu minyak dan gas sampai ritel bahan bakar di puluhan negara.
2. BP-AKR
BP-AKR merupakan hasil kerja sama antara BP asal Inggris dan AKR Corporindo dari Indonesia. Per Februari 2025, jaringan mereka tercatat sekitar 63 unit SPBU yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Barat, dengan rencana penambahan lebih dari 10 unit baru dalam setahun.
Produk BBM yang dijual meliputi BP 90, BP 92, dan BP Diesel, dengan harga yang biasanya mengikuti tren harga minyak dunia.
3. Vivo
Vivo mengoperasikan 43 SPBU yang tersebar di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Produk utamanya adalah Revvo 90, Revvo 92, dan Revvo Diesel, yang kerap jadi alternatif harga lebih bersaing dibanding kompetitornya.
Meski jaringannya belum seluas Shell atau BP-AKR, Vivo cukup agresif membuka lokasi baru di area padat kendaraan seperti jalur utama Jabodetabek.
4. ExxonMobil
Berbeda dari tiga nama sebelumnya, ExxonMobil masuk ke pasar ritel BBM Indonesia lewat skema microsite sejak 2019, bekerja sama dengan anak usaha Salim Group yaitu PT Indomobil Prima Energi. Saat ini sudah lebih dari 1.000 titik microsite ExxonMobil tersebar di berbagai daerah.
Produk yang dijual meliputi bensin RON 92 dan solar, dengan target pasar utama pengendara motor meski sebagian lokasi juga melayani kendaraan roda empat.
Harga BBM dari Masing-Masing SPBU Swasta
Per 1 Oktober 2026, harga Pertamax RON 92 dari Pertamina berada di Rp15.950 per liter untuk wilayah DKI Jakarta. Sebagai perbandingan, BP 92 dan Revvo 92 dari Vivo sama-sama dibanderol Rp16.130 per liter, atau selisih Rp180 lebih mahal dibanding Pertamax.
Selisih harga ini umumnya dipengaruhi oleh ketiadaan subsidi silang dari pemerintah untuk SPBU swasta, berbeda dengan Pertamina yang sebagian produknya masih mendapat dukungan kebijakan harga. Faktor lain yang memengaruhi adalah biaya impor dan logistik, karena sebagian besar BBM swasta memang didatangkan langsung dari kilang luar negeri.
| Brand | Produk RON 92 | Jumlah SPBU (perkiraan) |
|---|---|---|
| Pertamina | Pertamax | Ribuan unit di seluruh Indonesia |
| BP-AKR | BP 92 | 63 unit |
| Vivo | Revvo 92 | 43 unit |
| Shell | Shell Super | 186 unit |
Model Bisnis di Balik SPBU Swasta
Berbeda dari persepsi umum yang menganggap bisnis energi cuma soal jualan BBM di pinggir jalan, Shell dan ExxonMobil sebenarnya punya rantai bisnis terintegrasi mulai dari eksplorasi minyak mentah (upstream), pengilangan (midstream), sampai distribusi dan ritel (downstream). SPBU yang kamu lihat sehari-hari cuma ujung paling kecil dari keseluruhan operasi global mereka.
Segmen upstream biasanya menyumbang margin lebih besar dibanding ritel BBM, terutama saat harga minyak mentah dunia sedang tinggi. Itu sebabnya performa saham shell dan saham exxon mobil enggak cuma dipengaruhi oleh seberapa ramai SPBU mereka di Indonesia, melainkan lebih banyak oleh pergerakan harga minyak mentah di pasar global seperti Brent dan WTI.
Pemahaman ini penting supaya kamu enggak salah ekspektasi saat memutuskan membeli sahamnya. Naik turunnya jumlah SPBU di Indonesia relatif minim dampaknya terhadap laporan keuangan global kedua perusahaan, karena kontribusi pasar Indonesia masih jauh lebih kecil dibanding operasi mereka di kawasan Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah.
Peluang Investasi di Balik Bisnis SPBU Swasta
Dari empat nama di atas, saham shell dan saham exxon mobil adalah dua yang paling mudah diakses investor ritel Indonesia karena keduanya tercatat di bursa saham global. Shell plc (SHEL) memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$274,17 miliar dengan dividen tahunan US$3,12 per saham atau yield 3,44%.
Sementara itu, ExxonMobil (XOM) punya kapitalisasi pasar jauh lebih besar, sekitar US$673,6 miliar, dengan dividen yield 2,54% per akhir September 2026. Dua raksasa energi ini jadi incaran klasik investor yang mencari dividen stabil dari sektor minyak dan gas, selain dari potensi kenaikan harga sahamnya seiring fluktuasi harga komoditas energi.
- Skala bisnis – baik Shell maupun ExxonMobil punya operasi terintegrasi dari eksplorasi, pengilangan, sampai ritel BBM di puluhan negara, sehingga apa itu saham minyak dan bagaimana cara kerjanya penting dipahami sebelum membeli.
- Diversifikasi sektor – memasukkan saham energi ke portofolio bisa jadi pelengkap saham energi lain yang mungkin sudah kamu miliki, termasuk dari sektor energi terbarukan.
- Dividen stabil – kedua perusahaan ini punya rekam jejak panjang membagikan dividen secara konsisten, bahkan di periode harga minyak sedang tertekan sekalipun.
Cara Beli Saham Shell dan ExxonMobil dari Indonesia
Kamu enggak perlu jadi warga negara Amerika Serikat atau Inggris untuk memiliki saham shell maupun saham exxon mobil. Lewat aplikasi saham amerika seperti Reku, kamu bisa membuka akun secara online dan membeli saham ExxonMobil yang tercatat di bursa Amerika Serikat hanya bermodal KTP.
Untuk panduan lebih detail soal mekanisme pembelian, kamu bisa pelajari cara beli saham Shell dari Indonesia yang mencakup proses transfer dana, konversi mata uang, sampai biaya transaksi yang perlu kamu perhitungkan. Dengan skema pembelian fraksional, modal kecil pun sudah cukup untuk mulai memiliki sebagian saham perusahaan energi kelas dunia ini.
Keberagaman spbu swasta di indonesia menunjukkan betapa kompetitifnya industri energi, dan itu juga membuka peluang buat kamu yang mau investasi di sektor ini. Lewat Reku, kamu bisa mulai eksplorasi saham amerika dari sektor energi seperti Shell dan ExxonMobil, sekaligus memantau pergerakan harganya secara real-time dari genggaman tanpa perlu membuka rekening di luar negeri terlebih dahulu.
FAQ
- Apakah semua SPBU swasta menjual BBM dengan kualitas sama? Secara standar RON memang setara, tapi tiap brand punya formula aditif berbeda yang diklaim memengaruhi performa mesin.
- Kenapa harga BBM swasta kadang lebih mahal dari Pertamina? SPBU swasta enggak menerima subsidi pemerintah, jadi harganya lebih mengikuti mekanisme pasar dan harga minyak dunia.
- Apakah BP-AKR dan Vivo juga punya saham yang bisa dibeli investor ritel? AKR Corporindo sebagai mitra lokal BP tercatat di Bursa Efek Indonesia, sementara Vivo Energy statusnya privat setelah proses akuisisi.
- Apakah investasi di saham energi berisiko tinggi? Risikonya cukup dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia, jadi penting memantau sentimen geopolitik yang bisa mengubah harga komoditas.
- Apakah dividen dari saham Shell dan ExxonMobil dibayarkan dalam dolar? Betul, pembayarannya dalam dolar Amerika Serikat lalu bisa dicairkan atau dikonversi sesuai kebijakan platform yang kamu gunakan.


