Difficulty Bomb adalah istilah yang merujuk pada mekanisme dalam jaringan blockchain, khususnya Ethereum, yang bertujuan untuk meningkatkan kesulitan penambangan secara bertahap. Mekanisme ini dirancang untuk memperlambat waktu produksi blok, membuat proses penambangan menjadi lebih sulit seiring waktu. Hal ini dipersiapkan sebagai bagian dari transisi Ethereum dari sistem konsensus Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS) melalui upgrade Ethereum 2.0.
Fungsi utama dari Difficulty Bomb adalah mendorong para penambang dan komunitas Ethereum untuk melakukan upgrade ke versi baru jaringan, yang menggunakan sistem konsensus PoS. Sistem ini dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan karena tidak membutuhkan energi besar untuk melakukan proses penambangan, berbeda dengan PoW yang bergantung pada kekuatan komputasi.
Seiring berjalannya waktu, Difficulty Bomb adalah alat yang akan membuat blockchain Ethereum secara bertahap menjadi “tidak dapat ditambang” atau terlalu sulit untuk ditambang dengan cara tradisional. Dengan begitu, para penambang akan terpaksa menghentikan penambangan di jaringan lama dan beralih ke versi Ethereum yang baru menggunakan PoS.
Baca juga: Apa Itu Ethereum?
Dengan meningkatnya tingkat kesulitan akibat Difficulty Bomb, blok akan semakin sulit ditambang, sehingga waktu antar blok bertambah dan prosesnya menjadi lebih lambat. Hal ini juga akan mengurangi reward yang diperoleh penambang, yang akhirnya akan memengaruhi keuntungan dari aktivitas penambangan. Sebagai hasilnya, semakin sedikit penambang yang akan tertarik untuk terus menambang pada jaringan PoW, memaksa mereka untuk beralih ke sistem baru.
Bagi penambang, ini adalah tantangan besar karena mereka tidak hanya harus mengupgrade perangkat lunak mereka, tetapi juga mungkin harus menyesuaikan peralatan atau meninggalkan proses penambangan sepenuhnya. Transisi ini memerlukan biaya dan sumber daya, tetapi dalam jangka panjang diharapkan dapat membuat jaringan Ethereum lebih aman dan berkelanjutan.
Dalam konteks Ethereum, Difficulty Bomb adalah mekanisme yang penting dalam mendorong peralihan dari sistem PoW ke PoS. Meskipun memiliki dampak signifikan pada aktivitas penambangan, langkah ini dipandang sebagai jalan menuju masa depan Ethereum yang lebih efisien dan berkelanjutan, yang diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi serta meningkatkan keamanan dan skalabilitas jaringan.
ERC-721 adalah standar token di blockchain Ethereum yang memungkinkan penciptaan non-fungible tokens (NFT), atau aset digital yang unik dan tidak dapat dipertukarkan. Berbeda dengan token ERC-20 yang fungible (dapat ditukar satu sama lain dengan nilai yang sama), setiap token ERC-721 mewakili ite
Fill Or Kill Order (FOK) adalah jenis order yang menginstruksikan broker untuk segera mengeksekusi seluruh order dengan volume yang diinginkan, atau tidak sama sekali. Jika kondisi pasar tidak memungkinkan untuk memenuhi seluruh order dengan segera, maka order tersebut akan langsung dibatalkan. I
ASIC-Resistant adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan algoritma atau protokol dalam dunia kripto yang dirancang untuk mencegah atau mengurangi keuntungan penggunaan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dalam proses penambangan. Cara Kerja ASIC-Resistant Cara kerja ASIC-resist
Custody adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan dan investasi untuk menggambarkan layanan penyimpanan dan perlindungan aset, seperti saham, obligasi, atau kripto, oleh lembaga keuangan profesional. Dalam konteks ini, custody berarti menjaga dan mengelola aset atas nama investor,
Ask Price adalah bagian integral dari penawaran dan permintaan dalam pasar keuangan. Ketika kamu ingin membeli aset seperti saham, obligasi, atau mata uang kripto, Ask Price menunjukkan harga yang harus kamu bayar untuk memperoleh aset tersebut. Harga ini biasanya lebih tinggi daripada Bid Price,