Investasi
Trade Kripto
Futures
Jelajah
Wallet
Learning Hub
Keamanan & Regulasi
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Forced Liquidation

Bagikan!
Bagikan!

Forced liquidation adalah proses di mana aset atau posisi yang dimiliki oleh seorang investor atau trader dijual paksa oleh platform perdagangan atau lembaga keuangan untuk menutupi kerugian atau memenuhi persyaratan margin. Proses ini terjadi ketika nilai aset turun di bawah tingkat margin minimum yang diperlukan oleh platform atau lembaga, sehingga mengharuskan penjualan otomatis untuk mengurangi risiko lebih lanjut.

 

Baca juga: Apa itu Instrumen Investasi? Keuntungan dan Jenis-jenisnya

 

Proses Terjadinya Forced Liquidation

Forced liquidation umumnya terjadi dalam konteks perdagangan margin atau perdagangan berjangka. Ketika seorang trader membuka posisi dengan menggunakan leverage, mereka hanya perlu menyetor sebagian kecil dari nilai total posisi sebagai margin. Namun, jika nilai pasar dari aset yang diperdagangkan bergerak melawan posisi trader dan mencapai tingkat di mana margin tidak mencukupi untuk menutupi kerugian, platform perdagangan dapat melakukan forced liquidation untuk melindungi diri dari risiko.

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Forced Liquidation

  • Leverage: Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar risiko forced liquidation. Leverage memungkinkan trader untuk mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil, tetapi juga meningkatkan potensi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi mereka.
  • Margin Call: Margin call terjadi ketika nilai akun trader jatuh di bawah batas margin yang ditetapkan. Ini adalah peringatan bahwa trader perlu menambah margin mereka untuk menjaga posisi tetap terbuka. Jika trader gagal untuk memenuhi margin call, posisi mereka mungkin akan dilikuidasi secara paksa.
  • Volatilitas Pasar: Pergerakan harga yang cepat dan besar dapat memicu forced liquidation. Ketika pasar sangat volatil, nilai aset dapat berubah dengan cepat, sehingga meningkatkan kemungkinan margin call dan forced liquidation.

 

Konsekuensi dari Forced Liquidation

  • Kerugian Finansial: Trader dapat mengalami kerugian finansial yang signifikan karena posisi mereka dijual pada harga yang tidak menguntungkan. Ini bisa menyebabkan kerugian lebih besar daripada investasi awal jika pasar bergerak melawan posisi mereka dengan cepat.
  • Biaya dan Komisi: Selain kerugian dari penjualan paksa, trader mungkin juga dikenakan biaya tambahan atau komisi untuk proses forced liquidation. Biaya ini dapat mengurangi nilai sisa dari akun mereka.
  • Kehilangan Posisi: Setelah forced liquidation, trader kehilangan posisi mereka di pasar. Ini bisa berarti kehilangan potensi keuntungan jika pasar berbalik atau meningkat setelah posisi mereka dijual.

 

Strategi untuk Menghindari Forced Liquidation

  • Manajemen Risiko: Mengelola risiko dengan baik sangat penting untuk menghindari forced liquidation. Ini termasuk menggunakan leverage secara bijaksana, mengatur stop-loss order, dan memantau posisi secara aktif.
  • Diversifikasi: Menghindari penempatan seluruh modal pada satu aset atau posisi dapat membantu mengurangi risiko keseluruhan dan meminimalkan dampak dari forced liquidation.
  • Pemantauan Margin: Selalu memantau margin dan memastikan bahwa ada cukup dana untuk memenuhi persyaratan margin dapat membantu menghindari margin call dan forced liquidation.
  • Menetapkan Stop-Loss: Menggunakan stop-loss order untuk membatasi kerugian dapat membantu melindungi dari pergerakan pasar yang merugikan dan mengurangi kemungkinan forced liquidation.

 

Contoh Kasus Forced Liquidation

Misalkan seorang trader membuka posisi beli Ethereum dengan leverage 20x. Jika harga Ethereum tiba-tiba turun 10%, nilai posisi trader akan turun 200% dari margin yang mereka setorkan, menyebabkan margin mereka menjadi negatif. Platform perdagangan akan melakukan forced liquidation untuk menjual posisi Ethereum mereka pada harga pasar saat itu untuk menutupi kerugian. Trader kehilangan margin awal dan mungkin menghadapi kerugian tambahan jika nilai pasar bergerak lebih jauh melawan posisi mereka.

Bagikan!
Kata Lainnya
Decentralized Autonomous Organization (DAO)

Decentralized Autonomous Organization (DAO) adalah sebuah organisasi yang dijalankan secara otomatis oleh perangkat lunak atau protokol blockchain tanpa campur tangan pihak ketiga atau otoritas pusat. DAO beroperasi berdasarkan kode yang ditulis dalam smart contract, di mana semua keputusan organ

Crypto Winter

Crypto Winter adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode penurunan signifikan dalam pasar kripto, di mana harga aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya jatuh secara drastis dan bertahan pada level rendah dalam jangka waktu yang cukup lama. Seperti musim dingin,

Decentralized Finance

Decentralized Finance, atau lebih dikenal sebagai DeFi, adalah sistem keuangan yang beroperasi tanpa perantara tradisional seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. DeFi menggunakan teknologi blockchain dan kontrak pintar (smart contracts) untuk memungkinkan transaksi keuangan yang aman, cepat,

All-Time High

All-Time High (ATH) adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan untuk menggambarkan harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu aset, seperti saham, mata uang kripto, atau komoditas. Contohnya, jika harga Bitcoin mencapai nilai tertinggi yang belum pernah dicapai sebelumnya, nila

Consumer Price Index (CPI)

Consumer Price Index (CPI) adalah indikator ekonomi utama yang digunakan untuk mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. CPI memberikan gambaran tentang inflasi dan perubahan daya beli konsumen dari waktu ke waktu, dan merupakan alat penting bagi pembuat kebijaka