Ekonomi AS Melemah, Antisipasi Sinyal Dovish The Fed Pekan Depan
Volatilitas pasar keuangan global kembali mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir menyusul dinamika geopolítik AS-Iran yang memicu fluktuasi tajam harga minyak dunia. Harga minyak mentah WTI sempat melonjak hingga hampir $120 per barel sebelum akhirnya mendarat di kisaran $85–$90 setelah adanya sinyal de-eskalasi dari Presiden Trump.
Dinamika tersebut sempat menekan rupiah level Rp16.935 hingga Rp16.970 per dolar AS, mendekati rekor terendah yang pernah tercatat. Kondisi ini diperburuk oleh langkah lembaga pemeringkat Fitch dan Moody’s yang memangkas outlook kredit Indonesia.
Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat juga menunjukkan tanda-tanda keretakan yang mengkhawatirkan. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan hilangnya 92.000 pekerjaan pada Februari 2026, sebuah angka yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Dengan tingkat pengangguran yang naik ke 4,4% dan utang nasional AS yang kini menembus $38,43 triliun, narasi mengenai stagflasi yaitu kondisi ekonomi yang stagnan namun inflasi tinggi, kembali menghantui Wall Street.
Bitcoin menunjukkan ketangguhan yang menarik di tengah badai ini. Meskipun diperdagangkan di kisaran $67.000–$69.000—sekitar 46% di bawah rekor tertingginya—infrastruktur institusional justru semakin menguat. Langkah Morgan Stanley yang menunjuk BNY Mellon sebagai kustodian serta investasi besar dari pemilik NYSE di bursa kripto menandakan transisi Bitcoin dari sekadar instrumen spekulasi menjadi infrastruktur keuangan global. Walaupun saat ini Bitcoin masih berkorelasi erat dengan Nasdaq sebesar 85,4%, kondisi Extreme Fear di pasar sering kali menjadi zona akumulasi strategis bagi investor jangka panjang sebelum pemulihan terjadi.
Catatan Analis:
Ketika Fear & Greed Index menyentuh level Extreme Fear, sejarah mencatat bahwa ini adalah zona akumulasi bagi mereka yang memiliki nafas panjang, bukan waktu untuk melakukan panic selling. Strategi menjaga kekuatan likuiditas untuk dapat setiap saat memanfaatkan momentum koreksi untuk masuk secara bertahap (Dollar Cost Averaging) pada aset yang memiliki fundamental kuat namun terdiskon akibat kepanikan makro, menjadi sangat menarik saat ini. Manajemen risiko yang baik guna melindungi nilai aset yang dimiliki menjadi kunci utama.
Dengan data pengangguran AS yang memburuk (-92.000 pekerjaan) dan tingkat pengangguran naik ke 4,4%, ada peluang besar bahwa The Fed akan memberikan sinyal dovish pada pertemuan FOMC 17–18 Maret mendatang, meskipun suku bunga kemungkinan besar masih akan ditahan. Namun, data inflasi masih akan menjadi kunci penentu saat ini.
Cek Harga Bitcoin Saat Ini di Reku

