Investing
Market
Learning Hub
Security
Fees
Other
Download Reku Apps
google-icon

Analysis

Analisa Saham AS
Update Kripto
Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Rekap Sepekan: Dominasi Stablecoin, Kekuatan Bitcoin, dan Arus Institusional ke Altcoin
Update Kripto
Share!

Rekap Sepekan: Dominasi Stablecoin, Kekuatan Bitcoin, dan Arus Institusional ke Altcoin

16 April 2026
3 min read
Rekap Sepekan: Dominasi Stablecoin, Kekuatan Bitcoin, dan Arus Institusional ke Altcoin

Minggu ini pasar crypto dipenuhi perkembangan penting di sisi likuiditas, adopsi, dan pergeseran narasi aset. Dari dominasi Korea Selatan dalam volume trading global, lonjakan transaksi stablecoin yang melampaui sistem pembayaran tradisional, hingga Bitcoin yang mulai menunjukkan karakter sebagai macro hedge, semuanya menandakan perubahan struktur pasar yang semakin matang. Di saat yang sama, aktivitas DeFi Ethereum dan meningkatnya minat institusi terhadap altcoin menunjukkan bahwa ekosistem crypto terus berkembang ke fase adopsi yang lebih luas.

1. Korea Selatan Kuasai 30% Volume Trading Crypto Global

Korea Selatan kini menyumbang hampir 30% dari total volume trading crypto dunia, dengan sekitar 85% aktivitas berasal dari altcoin dan hanya 15% dari Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dominasi ini menunjukkan pergeseran kekuatan likuiditas ke Asia, di mana pasar Korea sering menjadi penggerak utama hype altcoin global. Bagi aset seperti ETH, SOL, dan altcoin lainnya, kondisi ini penting karena pergerakan harga di Korea sering berdampak ke market Asia termasuk Indonesia. Artinya, sentimen dan likuiditas regional kini punya pengaruh besar terhadap volatilitas dan tren altcoin global.

2. Stablecoin Tembus $28 Triliun, Lampaui Visa & Mastercard

Volume transaksi stablecoin seperti USDT dan USDC mencapai $28 triliun pada 2025, melampaui gabungan Visa dan Mastercard yang sekitar $19,7 triliun. Ini menegaskan bahwa stablecoin sudah menjadi infrastruktur pembayaran nyata di ekosistem crypto, bukan lagi sekadar aset trading. Dominasi USDT ($184B+) dan USDC ($78B+) menunjukkan kuatnya peran stablecoin dalam transfer, trading, dan remitansi global. Bagi ekosistem crypto, ini menjadi “liquidity backbone” yang mendukung aset seperti BTC, ETH, dan SOL untuk adopsi lebih luas.

3. Bitcoin Mulai Lepas dari Saham Tech, Jadi Macro Hedge

Bitcoin (BTC) berhasil menembus $72K dan mulai menunjukkan korelasi yang melemah terhadap saham teknologi (ETF IGV -12%). Dalam sebulan terakhir BTC naik ~9%, sementara saham tech justru melemah, menandakan perubahan karakter BTC dari risk asset menjadi macro hedge seperti “emas digital”. Selain itu, BTC juga outperform altcoin seperti ETH, SOL, dan XRP yang hanya naik tipis. Ini menunjukkan rotasi dana ke Bitcoin sebagai aset utama di tengah ketidakpastian geopolitik, memperkuat posisinya sebagai diversifikasi portofolio global.

4. Ethereum DeFi Menguat, WETH Tembus Lonjakan Aktivitas

Wrapped Ether (WETH) mencatat lonjakan aktivitas besar di 2026 dengan lebih dari 32.000 wallet baru dalam sehari dan aktivitas aktif naik lebih dari 3x. WETH menjadi tulang punggung aktivitas DeFi di ekosistem Ethereum (ETH), mulai dari DEX, lending, hingga NFT. Lonjakan ini menunjukkan bahwa meskipun harga ETH masih volatil, penggunaan jaringan justru terus meningkat. Secara fundamental, ini memperkuat ekosistem Ethereum dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang dari sisi utilitas dan likuiditas.

5. ETF Hyperliquid & Chainlink Tunjukkan Arus Institusional Altcoin

Chainlink (LINK) semakin kuat sebagai infrastruktur oracle yang digunakan institusi besar seperti US Department of Commerce, ICE, hingga S&P Global. Ini mempertegas posisinya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain. Di sisi lain, Hyperliquid (HYPE) semakin dekat ke peluncuran ETF melalui Bitwise, dengan struktur biaya dan staking yield yang sudah diumumkan. Jika ETF ini disetujui, potensi inflow institusional bisa meningkat, membuka fase baru adopsi altcoin di pasar tradisional.

Aplikasi Crypto Indonesia untuk Staking dan Trading

Gabung bersama jutaan pengguna lain di Reku, aplikasi crypto Indonesia yang menawarkan fitur staking crypto dan trading yang aman. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

Kasih Maharani
AuthorKasih Maharani
Share!
Related Articles
    Rekap Sepekan: Bitcoin Menguat, Iran Terima BTC, dan Stablecoin Bisa Meledak ke $719 Triliun (9/4)
  1. Rekap Sepekan: Bitcoin Menguat, Iran Terima BTC, dan Stablecoin Bisa Meledak ke $719 Triliun (9/4)
  2. 09 April 2026
    1 min read
    Update Kripto
    Rekap Sepekan: Crypto Dihantam “Perfect Storm”, Tapi Sinyal Akumulasi Mulai Terlihat (2/4)
  3. Rekap Sepekan: Crypto Dihantam “Perfect Storm”, Tapi Sinyal Akumulasi Mulai Terlihat (2/4)
  4. 02 April 2026
    1 min read
    Update Kripto
Analysis
In-depth market analysis
Blog
Learn more about crypto
FAQ
Find out the latest Crypto and Stock news
Market
Start exploring and investing in Crypto assets and US Stocks on Reku