Apa itu New York Stock Exchange (NYSE) dan Bagaimana Cara Kerjanya
NYSE adalah salah satu bursa saham terbesar di dunia yang menjadi tempat perdagangan saham berbagai perusahaan publik di Amerika Serikat. Bursa ini memiliki peran penting dalam pasar modal global karena mempertemukan perusahaan yang membutuhkan pendanaan dengan investor yang ingin mengembangkan aset melalui investasi saham.
Bagi kamu yang tertarik berinvestasi di pasar saham Amerika, memahami NYSE bisa menjadi langkah awal yang penting. Dengan mengenal bursa ini, kamu dapat mengetahui bagaimana saham diperdagangkan, perusahaan apa saja yang terdaftar, serta faktor yang memengaruhi pergerakan harga saham.
Artikel ini membahas pengertian NYSE, fungsi, cara kerja, jam perdagangan, contoh perusahaan yang terdaftar, perbedaannya dengan Nasdaq, hingga cara membeli saham Amerika dengan modal terjangkau.
Apa Itu NYSE?
NYSE adalah singkatan dari New York Stock Exchange, yaitu bursa efek yang berlokasi di New York, Amerika Serikat. Bursa ini menjadi tempat perusahaan mencatatkan sahamnya agar dapat diperdagangkan oleh investor melalui perantara perdagangan yang berwenang.
NYSE memiliki sejarah sejak 1792 dan dikenal sebagai salah satu pusat utama pasar modal dunia. Di bursa ini, harga saham terbentuk berdasarkan permintaan dan penawaran, serta dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan sentimen pasar.
Sejarah Singkat NYSE
NYSE bermula pada 17 Mei 1792 melalui Buttonwood Agreement, sebuah kesepakatan yang dibuat oleh sekelompok pialang di New York untuk mengatur aktivitas perdagangan sekuritas.
Seiring berkembangnya perekonomian Amerika Serikat, NYSE tumbuh menjadi pusat perdagangan saham internasional. Aktivitas yang awalnya mengandalkan pertemuan langsung di lantai bursa kini juga didukung oleh sistem perdagangan elektronik yang memungkinkan transaksi berlangsung lebih efisien.
Fungsi NYSE dalam Pasar Keuangan
NYSE memiliki beberapa fungsi penting yang mendukung aktivitas pasar modal dan perekonomian.
1. Memfasilitasi perdagangan saham
NYSE menyediakan mekanisme perdagangan yang memungkinkan investor membeli dan menjual saham perusahaan tercatat. Transaksi ini membantu membentuk harga pasar berdasarkan interaksi antara pembeli dan penjual.
2. Membantu perusahaan memperoleh pendanaan
Perusahaan dapat menawarkan saham kepada publik melalui Initial Public Offering (IPO). Melalui proses tersebut, perusahaan berpeluang mendapatkan modal untuk mengembangkan bisnis, memperluas operasional, atau mendanai berbagai kebutuhan perusahaan.
3. Mendukung transparansi pasar
Perusahaan yang tercatat di NYSE harus memenuhi persyaratan pencatatan dan kewajiban pelaporan tertentu. Ketentuan ini membantu investor memperoleh informasi yang relevan untuk menilai kondisi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
4. Menyediakan likuiditas bagi investor
Keberadaan pembeli dan penjual memungkinkan saham diperdagangkan di pasar. Likuiditas yang baik dapat mempermudah transaksi, meskipun tingkat likuiditas setiap saham berbeda-beda.
Bagaimana Cara Kerja NYSE?
Cara kerja NYSE mengikuti mekanisme pasar yang mempertemukan permintaan beli dan penawaran jual. Investor biasanya menggunakan broker atau platform investasi untuk mengakses saham yang diperdagangkan di bursa.
Secara umum, proses perdagangan saham di NYSE berlangsung melalui tahapan berikut:
- Memilih saham: Investor menentukan perusahaan yang ingin dibeli atau dijual berdasarkan tujuan dan hasil analisis.
- Memasukkan pesanan: Investor menentukan jumlah saham dan jenis pesanan melalui broker atau platform investasi.
- Pemrosesan pesanan: Pesanan diproses dan dicocokkan sesuai ketentuan perdagangan, harga, serta kondisi pasar.
- Eksekusi transaksi: Transaksi terjadi ketika pesanan berhasil dicocokkan.
- Penyelesaian transaksi: Dana dan saham diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
NYSE juga melibatkan Designated Market Makers (DMM), yaitu pihak yang memiliki peran dalam mendukung keteraturan perdagangan dan pembentukan harga pada saham tertentu.
Jam Perdagangan NYSE
NYSE mengikuti waktu Eastern Time (ET) di Amerika Serikat. Jadwal perdagangan regulernya adalah Senin sampai Jumat, pukul 09.30–16.00 ET, kecuali pada hari libur bursa.
Bagi investor di Indonesia, jadwal tersebut perlu disesuaikan dengan perbedaan waktu dan penerapan daylight saving time di Amerika Serikat.
- Saat daylight saving time berlaku: sekitar pukul 20.30–03.00 WIB.
- Saat daylight saving time tidak berlaku: sekitar pukul 21.30–04.00 WIB.
Jadwal tersebut berlaku untuk sesi perdagangan reguler. Beberapa platform juga menyediakan akses ke sesi perdagangan tambahan dengan ketentuan tersendiri.
Memahami jam perdagangan saham Amerika penting agar kamu dapat mengatur waktu transaksi dan memantau pasar, terutama ketika ada pengumuman suku bunga, laporan keuangan perusahaan, atau data ekonomi Amerika Serikat.
Perusahaan Apa Saja yang Terdaftar di NYSE?
NYSE menjadi tempat pencatatan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, energi, hingga barang konsumsi. Keberagaman ini memberi investor banyak pilihan untuk mempelajari bisnis dengan karakteristik berbeda.
Berikut 20 contoh perusahaan yang sahamnya tercatat di NYSE beserta kode sahamnya:
- Coca-Cola (KO): perusahaan minuman global yang dikenal melalui berbagai merek minuman.
- McDonald’s (MCD): perusahaan restoran cepat saji dengan jaringan internasional.
- Exxon Mobil (XOM): perusahaan energi yang bergerak di industri minyak dan gas.
- JPMorgan Chase (JPM): salah satu perusahaan jasa keuangan dan perbankan terbesar di Amerika Serikat.
- Visa (V): perusahaan teknologi pembayaran yang menghubungkan konsumen, bisnis, dan lembaga keuangan.
- Mastercard (MA): perusahaan jaringan pembayaran global.
- Johnson & Johnson (JNJ): perusahaan di sektor kesehatan dan farmasi.
- Eli Lilly (LLY): perusahaan farmasi yang mengembangkan berbagai produk pengobatan.
- Berkshire Hathaway (BRK.B): perusahaan konglomerasi dan investasi dengan kepemilikan di berbagai bisnis.
- The Walt Disney Company (DIS): perusahaan hiburan yang memiliki bisnis film, televisi, dan taman rekreasi.
- Caterpillar (CAT): produsen alat berat untuk sektor konstruksi dan pertambangan.
- Boeing (BA): perusahaan yang bergerak di industri penerbangan dan kedirgantaraan.
- The Home Depot (HD): peritel perlengkapan rumah dan kebutuhan renovasi.
- IBM (IBM): perusahaan teknologi yang menyediakan layanan perangkat lunak, infrastruktur, dan konsultasi.
- Goldman Sachs (GS): perusahaan jasa keuangan yang melayani berbagai kebutuhan perbankan investasi.
- Chevron (CVX): perusahaan energi yang bergerak di sektor minyak dan gas.
- Nike (NKE): perusahaan pakaian, sepatu, dan perlengkapan olahraga.
- Salesforce (CRM): perusahaan perangkat lunak yang menyediakan layanan pengelolaan hubungan pelanggan berbasis cloud.
- Oracle (ORCL): perusahaan teknologi yang menyediakan perangkat lunak bisnis, basis data, dan layanan cloud.
- Uber Technologies (UBER): perusahaan teknologi yang menyediakan layanan mobilitas dan pengantaran.
Daftar ini menunjukkan bahwa NYSE tidak hanya berisi perusahaan dari satu industri. Investor dapat mempelajari berbagai sektor sesuai dengan tujuan investasi dan tingkat risiko yang dapat diterima. Namun, status pencatatan perusahaan dapat berubah, sehingga informasi bursa dan kode saham sebaiknya diperiksa kembali sebelum bertransaksi.
Contoh di atas juga bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Setiap perusahaan memiliki kondisi keuangan, valuasi, prospek pertumbuhan, dan risiko yang berbeda.
Perbedaan NYSE dan Nasdaq
NYSE dan Nasdaq merupakan dua bursa saham utama di Amerika Serikat. Keduanya memfasilitasi perdagangan saham perusahaan publik, tetapi memiliki sejarah dan karakteristik operasional yang berbeda.
Beberapa perbedaan utama NYSE dan Nasdaq adalah:
- Sejarah: NYSE berdiri pada 1792, sedangkan Nasdaq mulai beroperasi pada 1971.
- Sistem perdagangan: NYSE menggabungkan sistem elektronik dengan dukungan lantai perdagangan fisik. Nasdaq dikenal sebagai bursa yang sejak awal mengandalkan jaringan perdagangan elektronik.
- Karakteristik perusahaan: NYSE sering dikaitkan dengan perusahaan besar dan mapan dari berbagai sektor, sedangkan Nasdaq dikenal memiliki banyak perusahaan teknologi dan pertumbuhan.
- Mekanisme pasar: NYSE memiliki Designated Market Makers untuk saham tertentu, sementara Nasdaq menggunakan jaringan pelaku pasar dan mekanisme perdagangan elektronik.
- Pilihan investasi: Keduanya menawarkan saham dari beragam industri sehingga investor perlu menilai setiap perusahaan secara individual.
Berikut ringkasan perbandingannya:
| Aspek | NYSE | Nasdaq |
|---|---|---|
| Nama lengkap | New York Stock Exchange | Nasdaq Stock Market |
| Tahun berdiri | 1792 | 1971 |
| Sistem perdagangan | Elektronik dan lantai perdagangan fisik | Berbasis jaringan elektronik |
| Karakteristik emiten | Beragam, termasuk banyak perusahaan mapan | Dikenal memiliki banyak perusahaan teknologi |
| Jam perdagangan reguler | 09.30–16.00 ET | 09.30–16.00 ET |
Perbedaan tersebut bukan berarti NYSE hanya berisi perusahaan konvensional atau Nasdaq hanya berisi perusahaan teknologi. Keduanya memiliki perusahaan dari berbagai sektor. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada fundamental, valuasi, prospek bisnis, dan risiko, bukan hanya bursa tempat saham tercatat.
Perbedaan NYSE dengan Indeks Saham
NYSE merupakan bursa tempat saham diperdagangkan, sedangkan indeks saham adalah ukuran yang menggambarkan kinerja sekelompok saham berdasarkan metode perhitungan tertentu.
Beberapa indeks yang sering diperhatikan investor adalah:
- Dow Jones Industrial Average (DJIA): melacak 30 perusahaan besar Amerika Serikat yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
- S&P 500: mencakup sekitar 500 perusahaan besar Amerika Serikat dan menjadi salah satu acuan utama pasar saham.
- NYSE Composite Index: mengukur kinerja saham-saham yang tercatat di NYSE berdasarkan metodologi indeksnya.
Tidak semua saham dalam suatu indeks harus tercatat di NYSE. Sebagai contoh, S&P 500 mencakup perusahaan dari NYSE maupun Nasdaq. Kenaikan indeks juga tidak berarti seluruh saham di dalamnya mengalami kenaikan harga.
Potensi keuntungan
- Diversifikasi geografis: menambah eksposur investasi di luar pasar Indonesia.
- Pilihan sektor beragam: tersedia perusahaan dari industri keuangan, kesehatan, energi, teknologi, dan lainnya.
- Akses ke bisnis global: memungkinkan investor berpartisipasi dalam perkembangan perusahaan internasional.
- Potensi pertumbuhan investasi: harga saham dapat meningkat seiring perkembangan bisnis, meskipun tidak ada jaminan keuntungan.
Risiko yang perlu diperhatikan
- Fluktuasi harga: harga saham dapat berubah karena kinerja perusahaan dan sentimen pasar.
- Risiko nilai tukar: perubahan kurs dolar AS terhadap rupiah dapat memengaruhi nilai investasi ketika dikonversi kembali.
- Risiko ekonomi global: suku bunga, inflasi, kebijakan pemerintah, dan kondisi geopolitik dapat memengaruhi pasar.
- Biaya transaksi dan likuiditas: biaya transaksi berbeda antarplatform, sedangkan likuiditas setiap saham juga tidak sama.
Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan keuangan, pahami profil risiko, dan gunakan dana yang sesuai dengan kemampuan finansialmu. Hindari mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren pasar.
Di Mana Beli Saham NYSE?
Jika kamu ingin berinvestasi pada saham Amerika dari Indonesia, kamu bisa mempertimbangkan platform yang menyediakan akses ke pasar saham Amerika, seperti Reku.
Melalui Reku, kamu bisa berinvestasi pada saham Amerika dengan modal mulai dari US$1. Nominal ini membuat kamu tidak harus menyiapkan dana besar untuk mulai mengeksplorasi pasar saham global. Dengan fitur pembelian saham fraksional yang tersedia, kamu dapat berinvestasi pada sebagian kecil saham tanpa harus membeli satu saham utuh.
Reku menyediakan akses ke berbagai saham Amerika dan ETF. Kamu bisa mempelajari perusahaan yang menarik perhatianmu, membandingkan kinerja bisnisnya, dan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan. Untuk saham yang tercatat di NYSE, pastikan kamu memeriksa ketersediaan masing-masing kode saham di aplikasi sebelum bertransaksi.
Langkah untuk mulai berinvestasi melalui Reku adalah:
- Unduh aplikasi Reku dan buat akun.
- Lengkapi data diri serta proses verifikasi yang diperlukan.
- Lakukan deposit sesuai ketentuan platform.
- Cari saham Amerika yang ingin kamu pelajari dan pastikan instrumennya tersedia.
- Tentukan nominal investasi, periksa detail transaksi, lalu konfirmasikan pembelian.
Selain saham Amerika, Reku juga menyediakan aset crypto yang memiliki karakteristik dan risiko berbeda. Kamu bisa mempelajari kedua kelas aset tersebut untuk memahami pilihan diversifikasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Sebelum bertransaksi, periksa biaya, ketentuan layanan, mekanisme kepemilikan, serta risiko setiap instrumen. Modal awal yang kecil dapat membantu kamu memulai, tetapi tidak menghilangkan risiko kerugian investasi.


