8 Pilihan Investasi Selain Saham Indonesia untuk Diversifikasi
Investasi tidak harus terbatas pada saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada berbagai instrumen lain yang bisa dipertimbangkan untuk mengembangkan aset, mulai dari saham Amerika Serikat, exchange-traded fund (ETF), aset kripto, hingga deposito dan emas.
Mencari investasi selain saham Indonesia dapat menjadi salah satu cara untuk mendiversifikasi portofolio. Dengan memahami karakteristik setiap instrumen, kamu bisa menentukan pilihan berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko. Selain itu, jika kamu mencari investasi selain di IHSG, pasar global juga menawarkan alternatif yang menarik untuk dipelajari.
8 Pilihan Investasi Selain Saham Indonesia
Lantas, apa saja instrumen investasi yang bisa kamu pertimbangkan? Berikut delapan pilihannya.
1. Saham Amerika Serikat
Saham Amerika Serikat dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperluas portofolio ke pasar global. Pasar ini mencakup perusahaan dari berbagai sektor, seperti teknologi, kesehatan, keuangan, dan barang konsumsi. Beberapa perusahaan yang dikenal secara global antara lain :
- saham Apple (AAPL)
- saham Microsoft (MSFT)
- saham Nike (NKE)
- saham Starbucks (SBUX)
- saham Google (GOOG)
- saham Toyota (TM)
- saham Netflix (NFLX)
- saham Ferrari (RACE)
- saham Manchester United (MANU)
- dan masih ada ratusan saham perusahaan global lainnya
Dengan berinvestasi pada saham perusahaan Amerika, kamu bisa mendapatkan eksposur terhadap bisnis yang memiliki jangkauan pasar internasional.
Salah satu daya tarik saham Amerika adalah kesempatan untuk berinvestasi pada perusahaan global yang memiliki model bisnis dan pasar yang beragam. Kamu bisa memilih perusahaan berdasarkan kinerja keuangan, prospek industri, dan strategi pertumbuhannya untuk jangka panjang.
Jika ingin mulai berinvestasi di pasar global, Aplikasi Reku menyediakan akses ke saham Amerika dengan modal mulai dari US$1 melalui fractional shares. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli satu lembar saham secara utuh untuk mendapatkan eksposur terhadap perusahaan yang kamu pilih.
2. Exchange-Traded Fund (ETF)
ETF adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa seperti saham. ETF umumnya berisi kumpulan aset, misalnya saham, obligasi, atau komoditas, sehingga memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap beberapa aset melalui satu produk. Ada ETF yang mengikuti indeks tertentu, sektor industri, maupun kelas aset tertentu. Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi tanpa harus membeli setiap aset satu per satu.
ETF menawarkan fleksibilitas karena dapat diperdagangkan selama jam perdagangan bursa, dengan harga yang berubah mengikuti kondisi pasar. Investor juga bisa memilih ETF berdasarkan indeks, sektor, atau kelas aset yang sesuai dengan tujuan investasinya. Untuk pemula, ETF berbasis indeks yang terdiversifikasi dapat menjadi salah satu cara mempelajari investasi pasar modal global. Meski demikian, nilai ETF tetap bisa turun mengikuti aset yang mendasarinya, dan biaya pengelolaan maupun transaksi perlu diperhitungkan.
3. Aset Kripto
Aset kripto merupakan aset digital yang menggunakan teknologi kriptografi dan umumnya beroperasi melalui jaringan blockchain. Bitcoin dan Ethereum adalah dua contoh aset kripto yang banyak dikenal. Instrumen ini menarik perhatian investor karena memiliki karakteristik pasar yang berbeda dari saham dan obligasi konvensional. Namun, setiap aset kripto memiliki fungsi, teknologi, tingkat adopsi, dan profil risiko yang berbeda sehingga perlu dipelajari sebelum dibeli.
Aset kripto memberikan akses ke ekosistem digital yang terus berkembang, termasuk teknologi blockchain, aplikasi terdesentralisasi, dan berbagai inovasi keuangan digital. Investor dapat mempelajari fundamental proyek, kegunaan token, tingkat adopsi, serta perkembangan ekosistemnya sebelum mengambil keputusan.
Untuk kamu yang ingin mulai trading crypto dengan nominal kecil, aplikasi Reku menyediakan fitur Mode Lightning yang memungkinkan pembelian aset kripto mulai dari Rp5.000, dengan biaya transaksi 0%. Fitur ini dapat menjadi pilihan untuk mengenal transaksi kripto secara bertahap, tetapi volatilitas harga yang tinggi tetap memerlukan pengelolaan risiko.
4. Reksa Dana
Reksa dana menghimpun dana dari sejumlah investor untuk dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek atau instrumen keuangan lainnya. Instrumen ini cocok dipelajari oleh investor yang ingin berinvestasi tanpa harus memilih dan mengelola setiap aset sendiri. Jenisnya beragam, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Setiap jenis memiliki komposisi aset dan tingkat risiko yang berbeda.
Salah satu keunggulan reksa dana adalah kemudahan akses karena investor dapat memilih produk berdasarkan tujuan keuangan dan profil risikonya. Reksa dana pasar uang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan dengan jangka waktu relatif pendek, sedangkan reksa dana saham dapat dipelajari untuk tujuan jangka panjang. Pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu menentukan setiap aset secara mandiri. Meski begitu, nilai investasi tetap dapat berfluktuasi dan hasilnya tidak dijamin.
5. Obligasi
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Investor yang membeli obligasi dapat menerima pembayaran kupon sesuai ketentuan produk dan memperoleh pengembalian pokok berdasarkan persyaratan yang berlaku. Di Indonesia, contohnya meliputi Surat Berharga Negara (SBN) ritel, seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST). Obligasi dapat dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh pendapatan berkala.
Obligasi menawarkan struktur pembayaran yang relatif jelas, terutama jika kupon dan jadwal pembayarannya sudah ditetapkan sejak awal. Instrumen ini dapat melengkapi saham dalam portofolio karena sumber imbal hasilnya berbeda, sementara obligasi pemerintah dan korporasi memberikan pilihan sesuai kebutuhan investor. Sebelum membeli, kamu dapat membandingkan kupon, jatuh tempo, peringkat kredit, dan ketentuan pencairan untuk menentukan produk yang sesuai. Namun, obligasi tetap memiliki risiko, seperti perubahan harga akibat pergerakan suku bunga dan kemungkinan gagal bayar pada penerbit tertentu.
6. Deposito
Deposito merupakan produk simpanan bank yang menawarkan bunga dengan jangka waktu tertentu, misalnya satu, tiga, enam, atau 12 bulan. Instrumen ini relatif mudah dipahami dan dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan kestabilan nilai nominal serta ingin menyimpan dana untuk kebutuhan yang sudah direncanakan. Besaran bunga dan pilihan tenor bergantung pada ketentuan masing-masing bank, sehingga kamu bisa membandingkan beberapa penawaran sebelum menempatkan dana.
Deposito dapat membantu merencanakan kebutuhan keuangan karena jangka waktu dan bunga yang ditawarkan umumnya sudah diketahui saat penempatan. Instrumen ini juga cocok untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, selama tenornya sesuai dengan rencana kebutuhan. Simpanan deposito bisa memenuhi syarat penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenai penalti, dan bunga bersihnya perlu dibandingkan dengan inflasi serta pajak.
7. Emas
Emas merupakan salah satu instrumen yang kerap digunakan untuk menyimpan nilai dan mendiversifikasi portofolio. Investasi emas tidak hanya bisa dilakukan dengan membeli emas fisik berupa batangan, tetapi juga melalui emas digital, ETF emas dan tokenized gold. Emas digital memungkinkan kamu membeli emas dalam satuan gram melalui platform digital, sedangkan gold ETF memberikan eksposur terhadap harga emas melalui produk investasi yang diperdagangkan di bursa. Sementara itu, tokenized gold merupakan aset digital berbasis blockchain yang merepresentasikan emas fisik, seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT), sesuai ketentuan penerbitnya.
Setiap metode memiliki karakteristik yang berbeda. Emas fisik cocok bagi investor yang ingin memegang emas secara langsung, emas digital memudahkan pembelian bertahap dengan nominal relatif kecil, sedangkan gold ETF dapat dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh eksposur emas melalui pasar modal. Tokenized gold juga menawarkan akses terhadap emas melalui ekosistem aset kripto. Sebelum memilih, perhatikan biaya transaksi, selisih harga beli dan jual, mekanisme kepemilikan, serta ketentuan pencairan atau penarikan fisik karena setiap produk memiliki struktur dan risiko yang berbeda.
8. Properti
Properti, seperti rumah, apartemen, atau bangunan komersial, dapat menjadi alternatif investasi selain saham Indonesia. Potensi keuntungan bisa berasal dari pendapatan sewa maupun kenaikan harga aset dalam jangka panjang. Properti juga dapat memiliki fungsi tambahan sebagai aset yang digunakan sendiri, misalnya rumah yang ditempati atau bangunan yang dipakai untuk kegiatan usaha. Namun, potensi pendapatan dan kenaikan nilai sangat dipengaruhi lokasi, kondisi bangunan, permintaan pasar, dan perkembangan wilayah.
Properti dapat menarik bagi investor yang memiliki modal cukup dan ingin membangun aset berwujud untuk jangka panjang. Pemilihan lokasi yang strategis, perhitungan potensi sewa, dan pemahaman terhadap perkembangan wilayah dapat membantu menentukan kelayakan pembelian. Pendapatan sewa juga berpotensi menjadi sumber arus kas selama properti digunakan oleh penyewa. Namun, properti membutuhkan modal awal besar dan biaya perawatan, serta umumnya lebih sulit dicairkan dengan cepat dibandingkan aset keuangan.
Cara Memilih Investasi Selain Saham Indonesia
Tidak semua instrumen cocok untuk setiap investor. Sebelum memilih investasi selain di IHSG, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Tentukan tujuan keuangan. Bedakan tujuan jangka pendek, seperti menyiapkan biaya liburan, dengan tujuan jangka panjang, seperti mempersiapkan pensiun atau membangun aset.
- Sesuaikan dengan jangka waktu. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada aset dengan fluktuasi tinggi atau likuiditas rendah.
- Kenali toleransi risiko. Pastikan kamu mampu menghadapi kemungkinan penurunan nilai investasi tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.
- Perhatikan likuiditas. Pertimbangkan seberapa mudah aset dicairkan ketika membutuhkan dana. Saham dan ETF yang likuid umumnya lebih mudah diperdagangkan dibandingkan properti.
- Hitung biaya dan pajak. Biaya transaksi, pengelolaan, penyimpanan, dan pajak dapat memengaruhi keuntungan bersih.
- Lakukan diversifikasi. Sebarkan dana ke beberapa instrumen dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan. Diversifikasi dapat membantu mengelola risiko konsentrasi, tetapi tidak menjamin keuntungan.
- Siapkan dana darurat terlebih dahulu. Hindari menggunakan dana kebutuhan pokok atau dana darurat untuk instrumen berisiko tinggi.
Investasi Selain di IHSG di Aplikasi yang Terpercaya
Mencari investasi selain di IHSG tidak berarti kamu harus sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia. Kamu bisa mempelajari berbagai instrumen untuk membangun portofolio yang lebih beragam, termasuk aset global dan aset digital. Pilihan tersebut memungkinkan kamu mempertimbangkan peluang dari pasar yang berbeda sesuai dengan tujuan dan profil risiko.
Bagi kamu yang ingin mengeksplorasi investasi dan trading kripto maupun pasar saham Amerika, Reku menyediakan akses ke kedua kategori aset tersebut melalui platformnya. Kamu dapat mempelajari pilihan aset yang tersedia, memahami mekanisme transaksi, dan menentukan strategi berdasarkan riset mandiri. Sebelum memulai, periksa biaya, ketentuan produk, serta risiko masing-masing instrumen agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhanmu.


