8 Perbedaan Crypto dan Uang Digital yang Perlu Kamu Ketahui
Istilah crypto dan uang digital sering digunakan dalam pembahasan mengenai perkembangan teknologi keuangan. Keduanya sama-sama berbentuk digital dan dapat digunakan melalui perangkat seperti smartphone atau komputer. Namun, crypto dan uang digital sebenarnya memiliki fungsi, sistem, serta karakteristik yang berbeda.
Memahami perbedaan crypto dan uang digital penting, terutama jika kamu mulai tertarik dengan aset digital, investasi crypto, atau berbagai metode pembayaran digital. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu dapat memahami mana yang digunakan sebagai alat pembayaran dan mana yang lebih tepat dipandang sebagai aset untuk investasi atau trading.
Apa Itu Crypto?
Cryptocurrency ata crypto adalah aset digital yang menggunakan teknologi kriptografi dan umumnya memanfaatkan jaringan blockchain untuk mencatat serta memverifikasi transaksi. Contoh aset crypto yang populer antara lain Bitcoin, Ethereum, dan berbagai aset crypto lainnya.
Berbeda dengan uang yang diterbitkan oleh bank sentral, crypto tidak selalu diterbitkan atau dikendalikan oleh satu lembaga pusat. Nilai crypto juga dapat berubah dengan cepat karena dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran pasar. Di Indonesia, aset crypto diperlakukan sebagai aset keuangan digital, bukan sebagai alat pembayaran yang sah.
Apa Itu Uang Digital?
Uang digital adalah nilai uang yang tersedia dalam bentuk elektronik sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara digital. Contohnya termasuk saldo rekening bank, uang elektronik, serta saldo pada layanan pembayaran digital yang dapat digunakan sesuai ketentuan penyedia dan regulator.
Pada dasarnya, uang digital tetap merepresentasikan nilai mata uang resmi, seperti rupiah. Karena itu, penggunaannya lebih banyak berkaitan dengan pembayaran, transfer, penyimpanan nilai, dan aktivitas transaksi sehari-hari.
8 Perbedaan Crypto dan Uang Digital
Meskipun sama-sama tidak berbentuk fisik, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara crypto dan uang digital. Berikut delapan perbedaan yang perlu kamu pahami.
1. Penerbit atau Pengelola
Perbedaan crypto dan uang digital yang pertama terletak pada pihak yang menerbitkan atau mengelolanya.
Uang digital yang merepresentasikan rupiah berada dalam sistem keuangan yang memiliki otoritas dan regulator. Sementara itu, banyak aset crypto tidak diterbitkan oleh bank sentral dan menggunakan jaringan terdesentralisasi.
Perbedaan ini membuat mekanisme pengelolaan keduanya tidak sama. Pada sistem uang digital, terdapat lembaga yang bertanggung jawab terhadap sistem dan aturan penggunaannya. Pada crypto tertentu, transaksi dapat diverifikasi oleh jaringan blockchain.
2. Tujuan Penggunaan
Uang digital pada dasarnya dirancang untuk mempermudah aktivitas pembayaran dan transaksi.
Sementara itu, crypto memiliki berbagai fungsi tergantung jenis asetnya. Sebagian crypto digunakan sebagai aset digital, sementara jaringan tertentu dapat mendukung aplikasi terdesentralisasi, smart contract, atau layanan berbasis blockchain.
3. Bentuk Nilai yang Diwakili
Uang digital biasanya merepresentasikan mata uang resmi. Misalnya, saldo Rp1.000.000 di rekening atau dompet elektronik tetap memiliki nilai nominal Rp1.000.000 dalam rupiah.
Crypto tidak selalu memiliki hubungan satu banding satu dengan mata uang resmi. Harga Bitcoin, Ethereum, dan aset crypto lainnya ditentukan oleh kondisi pasar sehingga nilainya dapat naik atau turun.
Karena karakteristik tersebut, crypto memiliki risiko volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan saldo uang digital untuk pembayaran sehari-hari.
4. Teknologi yang Digunakan
Uang digital dapat berjalan menggunakan berbagai infrastruktur sistem pembayaran, seperti jaringan perbankan dan sistem uang elektronik.
Crypto umumnya menggunakan blockchain atau teknologi distributed ledger. Blockchain memungkinkan catatan transaksi disimpan dan diverifikasi oleh jaringan sesuai mekanisme yang digunakan oleh masing-masing aset.
Teknologi ini menjadi salah satu karakteristik utama crypto. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua bentuk nilai digital otomatis merupakan crypto hanya karena menggunakan teknologi digital.
5. Tingkat Desentralisasi
Perbedaan crypto dan uang digital berikutnya adalah tingkat sentralisasi.
Sistem uang digital umumnya melibatkan lembaga tertentu seperti bank, penerbit uang elektronik, atau penyedia jasa pembayaran. Ada pihak yang bertanggung jawab mengelola sistem dan memastikan transaksi berjalan sesuai aturan.
Sebaliknya, banyak jaringan crypto dirancang secara terdesentralisasi. Validasi transaksi dapat dilakukan oleh banyak peserta jaringan sehingga tidak bergantung pada satu pihak sebagai pengelola tunggal.
6. Stabilitas Nilai
Nilai uang digital yang berbasis rupiah pada dasarnya mengikuti nilai nominal rupiah. Jika kamu memiliki saldo digital Rp500.000, nominal tersebut tetap Rp500.000 selama tidak ada transaksi atau perubahan lain pada saldo.
Crypto memiliki karakter berbeda. Harga aset crypto dapat bergerak secara signifikan dalam waktu relatif singkat karena dipengaruhi sentimen pasar, permintaan dan penawaran, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, serta berbagai faktor lainnya.
Karena itu, crypto lebih cocok dipahami sebagai aset yang memiliki risiko pasar, bukan sekadar versi digital dari uang tunai.
7. Cara Mendapatkan dan Menyimpan
Uang digital dapat diperoleh melalui setoran uang ke rekening bank, transfer, top up uang elektronik, atau metode lain yang disediakan oleh penyelenggara.
Crypto dapat diperoleh melalui transaksi jual beli pada platform perdagangan aset crypto atau mekanisme lain sesuai karakteristik aset tersebut. Setelah memilikinya, crypto dapat disimpan pada wallet atau layanan kustodian yang mendukung aset terkait.
Perbedaan ini juga membuat keamanan yang perlu diperhatikan berbeda. Pengguna crypto perlu memahami keamanan akun, wallet, private key apabila relevan, serta risiko penipuan atau kehilangan akses.
8. Cara Menghasilkan Keuntungan
Uang digital umumnya tidak digunakan untuk mencari keuntungan dari perubahan harga karena nilai nominalnya ditujukan untuk transaksi.
Crypto dapat digunakan sebagai bagian dari strategi investasi atau trading karena harganya dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Investor dapat membeli aset crypto dengan tujuan jangka panjang, sedangkan trader dapat memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka lebih pendek.
Namun, potensi keuntungan tersebut juga disertai risiko kerugian. Semakin tinggi volatilitas suatu aset, semakin penting bagi kamu untuk memahami risiko dan menentukan strategi sesuai profil risiko.
Crypto vs Uang Digital, Mana yang Lebih Cocok?
Tidak tepat jika crypto dan uang digital dibandingkan hanya berdasarkan mana yang lebih baik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Jika tujuanmu adalah melakukan pembayaran sehari-hari, transfer, atau menyimpan dana untuk kebutuhan transaksi, uang digital lebih relevan. Sementara jika kamu ingin memiliki eksposur terhadap aset digital dengan potensi pertumbuhan sekaligus risiko pasar, crypto dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio.
Crypto untuk Investasi dan Trading
Jika tertarik dengan crypto, kamu dapat memilih antara pendekatan investasi dan trading. Investasi biasanya berfokus pada kepemilikan aset dalam jangka lebih panjang, sedangkan trading lebih berfokus pada pergerakan harga dan peluang dalam jangka pendek.
Salah satu hal penting adalah tidak menganggap kenaikan harga sebelumnya sebagai jaminan keuntungan di masa depan. Harga aset crypto sangat fluktuatif sehingga keputusan transaksi sebaiknya dilakukan setelah mempertimbangkan tujuan, kondisi keuangan, dan toleransi risiko.
Mulai Trading Crypto dan Saham Amerika di Reku
Bagi kamu yang ingin mulai mempelajari investasi crypto sekaligus memperluas pilihan aset, Reku menyediakan akses untuk jual beli berbagai aset crypto dan saham Amerika dalam satu platform. Reku saat ini menyediakan ratusan aset crypto serta akses ke ratusan saham dan ETF Amerika.
Untuk crypto, kamu dapat memilih transaksi spot atau mempelajari fitur trading lainnya sesuai kebutuhan. Sementara untuk saham Amerika, Reku menyediakan transaksi saham secara fractional sehingga kamu tidak harus membeli satu lembar saham penuh.
Dengan memahami perbedaan crypto dan uang digital terlebih dahulu, kamu dapat memiliki dasar yang lebih baik sebelum menentukan produk keuangan yang sesuai. Yang terpenting, selalu pahami risiko setiap aset dan jangan menggunakan dana yang tidak siap kamu tanggung apabila terjadi kerugian.
Perbedaan crypto dan uang digital tidak hanya terletak pada bentuknya yang sama-sama digital. Keduanya memiliki perbedaan dari sisi penerbit, tujuan penggunaan, teknologi, tingkat desentralisasi, stabilitas nilai, cara penyimpanan, hingga potensi keuntungan.
Uang digital lebih berkaitan dengan representasi uang resmi untuk kebutuhan transaksi, sedangkan crypto merupakan aset digital yang memiliki karakteristik dan risiko pasar tersendiri. Karena itu, memahami fungsi dan risikonya menjadi langkah penting sebelum kamu menggunakan atau berinvestasi pada aset digital.


