50 Istilah Crypto yang Wajib Diketahui Pemula agar Investasi Lebih Aman

Memahami istilah-istilah dalam dunia kripto sangat penting bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam investasi atau perdagangan aset digital. Pengetahuan ini tidak hanya membantu dalam membuat keputusan yang tepat tetapi juga melindungi kamu dari potensi penipuan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa istilah kripto yang umum digunakan dan memberikan tips untuk menghindari skema penipuan serupa.
Apa Itu Kripto?
Kripto adalah bentuk mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk menjamin keamanan transaksi dan mengatur pembuatan unit-unit baru. Tidak seperti mata uang tradisional, kripto bersifat terdesentralisasi dan biasanya beroperasi di atas teknologi blockchain.
50 Istilah Crypto yang Wajib Diketahui Pemula
Sebelum berinvestasi, ketahui istilah crypto ini dulu:
1. Airdrop
Airdrop adalah proses distribusi aset kripto secara gratis kepada pengguna sebagai bagian dari promosi proyek baru. Biasanya, pengguna harus menyelesaikan tugas tertentu seperti mengikuti media sosial atau mendaftar di platform terkait.
2. Altcoin
Altcoin adalah semua aset kripto selain Bitcoin. Contohnya Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Setiap altcoin memiliki keunggulan dan fitur yang berbeda dari Bitcoin.
3. ATH (All-Time High)
ATH atau All-Time High adalah harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu aset kripto sepanjang sejarahnya. Biasanya, ketika harga mencapai ATH, terjadi peningkatan volume perdagangan yang signifikan.
4. ATL (All-Time Low)
Kebalikan dari ATH, ATL adalah harga terendah yang pernah dicapai suatu aset kripto sejak pertama kali diluncurkan di pasar.
5. Bag Holder
Bag Holder adalah investor yang tetap memegang aset kripto meskipun harganya turun drastis. Biasanya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang yang mengalami kerugian besar karena tidak menjual lebih awal.
6. Bear Market
Bear Market adalah kondisi pasar di mana harga aset kripto mengalami tren turun dalam jangka waktu lama. Biasanya, periode ini ditandai dengan sentimen negatif dan kepanikan investor.
7. Bitcoin (BTC)
Bitcoin adalah aset kripto pertama yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin menggunakan sistem blockchain dan mekanisme Proof of Work (PoW) untuk validasi transaksi.
8. Block
Block adalah unit penyimpanan dalam blockchain yang berisi kumpulan transaksi yang telah diverifikasi.
9. Blockchain
Blockchain adalah teknologi yang digunakan dalam aset kripto untuk mencatat transaksi secara transparan, aman, dan terdesentralisasi.
10. Bull Market
Bull Market adalah kondisi pasar ketika harga aset kripto cenderung naik dalam waktu lama, didorong oleh sentimen positif dan peningkatan permintaan.
11. DeFi (Decentralized Finance)
DeFi adalah ekosistem layanan keuangan yang berjalan di atas blockchain tanpa perantara seperti bank atau institusi keuangan tradisional.
12. Dapp (Decentralized Application)
Dapp adalah aplikasi berbasis blockchain yang berjalan tanpa otoritas pusat, seperti Uniswap dan Aave.
13. DYOR (Do Your Own Research)
DYOR adalah prinsip yang menyarankan setiap investor untuk melakukan riset sendiri sebelum membeli aset kripto agar tidak mudah tertipu oleh proyek scam.
14. ERC-20
ERC-20 adalah standar teknis untuk token yang dibuat di jaringan Ethereum. Standar ini memastikan kompatibilitas antara berbagai token di ekosistem Ethereum.
15. ERC-721
ERC-721 adalah standar untuk Non-Fungible Token (NFT), yang digunakan untuk menciptakan aset digital unik.
16. Exchange
Exchange adalah platform yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan memperdagangkan aset kripto. Contoh exchange adalah Binance dan Reku.
17. FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO adalah ketakutan ketinggalan peluang investasi, yang sering membuat investor terburu-buru membeli aset tanpa analisis yang matang.
18. Fork
Fork adalah perubahan dalam aturan blockchain yang dapat menghasilkan dua jaringan berbeda, seperti Bitcoin dan Bitcoin Cash.
19. FUD (Fear, Uncertainty, Doubt)
FUD adalah penyebaran ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan yang bisa mempengaruhi harga aset kripto secara negatif.
20. Gas Fee
Gas Fee adalah biaya transaksi yang harus dibayarkan dalam jaringan blockchain, terutama Ethereum.
21. Halving
Halving adalah proses pengurangan hadiah mining Bitcoin setiap empat tahun, yang berfungsi untuk mengendalikan inflasi.
22. HODL
HODL adalah strategi investasi di mana seseorang menyimpan aset kripto dalam jangka panjang tanpa menjualnya.
23. ICO (Initial Coin Offering)
ICO adalah metode penggalangan dana dengan menjual token baru kepada investor sebelum proyek diluncurkan.
24. IDO (Initial DEX Offering)
IDO adalah peluncuran token melalui platform Decentralized Exchange (DEX), biasanya tanpa perantara.
25. KYC (Know Your Customer)
KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna yang dilakukan oleh exchange untuk memenuhi regulasi.
26. Layer 1
Layer 1 adalah blockchain utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
27. Layer 2
Layer 2 adalah solusi yang dibangun di atas blockchain utama untuk meningkatkan efisiensi, seperti Lightning Network untuk Bitcoin.
28. Liquidity Pool
Liquidity Pool adalah kumpulan dana yang digunakan dalam platform DeFi untuk perdagangan aset kripto.
29. Lightning Network
Lightning Network adalah solusi yang memungkinkan transaksi Bitcoin lebih cepat dan murah.
30. Market Cap (Kapitalisasi Pasar)
Market Cap adalah total nilai aset kripto yang beredar di pasar.
31. Mining
Mining adalah proses validasi transaksi blockchain dengan menggunakan komputer untuk memecahkan algoritma kompleks.
32. Node
Node adalah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan blockchain untuk memverifikasi transaksi.
33. NFT (Non-Fungible Token)
NFT adalah aset digital unik yang tidak dapat ditukar dengan NFT lain, sering digunakan untuk seni digital, koleksi, dan game.
34. Oracles
Oracles adalah sistem yang menghubungkan blockchain dengan data dunia nyata.
35. Paper Wallet
Paper Wallet adalah dompet kripto dalam bentuk kertas yang berisi private key dan public key.
36. Peer-to-Peer (P2P)
P2P adalah sistem transaksi langsung antar pengguna tanpa perantara.
37. Private Key
Private Key adalah kode rahasia yang digunakan untuk mengakses dan mengelola aset kripto.
38. Proof of Work (PoW)
PoW adalah mekanisme konsensus yang digunakan dalam Bitcoin untuk validasi transaksi.
39. Proof of Stake (PoS)
PoS adalah mekanisme konsensus yang lebih hemat energi dibanding PoW, digunakan oleh Ethereum 2.0.
40. Rekt
Rekt adalah istilah slang yang berarti mengalami kerugian besar dalam perdagangan kripto.
41. Rug Pull
Rug Pull adalah skema penipuan di mana pengembang proyek tiba-tiba menarik dana investor dan meninggalkan proyek.
42. Satoshi (SAT)
Satoshi adalah unit terkecil Bitcoin, setara dengan 0.00000001 BTC.
43. Scam Token
Scam Token adalah token yang dibuat untuk menipu investor.
44. Smart Contract
Smart Contract adalah kontrak digital yang dieksekusi secara otomatis sesuai dengan kode pemrograman.
45. Stablecoin
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada mata uang fiat seperti USD.
46. Staking
Staking adalah proses mengunci aset kripto untuk mendapatkan imbalan.
47. Tokenomics
Tokenomics adalah struktur ekonomi dari suatu token, termasuk distribusi dan mekanisme insentifnya.
48. Wallet
Wallet adalah dompet digital yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola aset kripto.
49. Whale
Whale adalah individu yang memiliki jumlah besar aset kripto dan bisa mempengaruhi pasar.
50. Yield Farming
Yield Farming adalah strategi DeFi untuk mendapatkan keuntungan dengan menyediakan likuiditas di platform tertentu.
Pentingnya Mengetahui Istilah Crypto
1. Menghindari Penipuan dan Scam
Dunia kripto penuh dengan peluang, tetapi juga banyak jebakan. Dengan memahami istilah crypto, kamu bisa lebih waspada terhadap skema penipuan seperti rug pull, atau pump and dump yang bisa merugikan.
2. Mempermudah Pengambilan Keputusan Investasi
Saat membaca berita atau analisis pasar, kamu akan sering menemukan istilah seperti bull market, bear market, atau ATH (All-Time High). Dengan memahami istilah-istilah ini, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
3. Meningkatkan Keamanan Aset
Istilah seperti private key, hot wallet, dan cold wallet penting untuk dipahami agar kamu bisa mengamankan asetmu dari peretasan atau pencurian. Banyak investor pemula kehilangan aset mereka karena tidak memahami cara kerja dompet digital.
4. Memahami Teknologi Blockchain dengan Lebih Baik
Kripto bukan sekadar investasi, tetapi juga teknologi. Dengan memahami istilah seperti smart contract, proof of stake (PoS), dan layer 1 vs layer 2, kamu bisa lebih memahami bagaimana teknologi blockchain bekerja dan potensinya di masa depan.
5. Mempermudah Interaksi di Komunitas Kripto
Banyak diskusi di forum, grup media sosial, dan komunitas kripto menggunakan istilah-istilah khusus. Dengan memahami istilah crypto, kamu bisa lebih mudah mengikuti perbincangan, bertanya dengan lebih spesifik, dan berbagi wawasan dengan investor lain.
Memahami istilah crypto adalah langkah awal yang sangat penting sebelum terjun ke dunia aset digital. Dengan menguasai berbagai istilah, kamu bisa lebih mudah memahami mekanisme pasar, menghindari penipuan, dan membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Dunia kripto terus berkembang dengan inovasi dan tren baru setiap harinya. Oleh karena itu, jangan berhenti belajar dan selalu lakukan riset sebelum berinvestasi. Dengan pengetahuan yang cukup, kamu bisa lebih percaya diri dalam menjelajahi peluang di ekosistem kripto.
Aplikasi Crypto Indonesia untuk Staking dan Trading
Gabung bersama jutaan pengguna lain di Reku, aplikasi crypto Indonesia yang menawarkan fitur staking crypto dan trading yang aman. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi!